*bruk
Hyunwoo melempar buku yang Changkyun berikan kemarin, lebih tepatnya buku yang Jooheon berikan. Ia melemparnya tepat di hadapan Changkyun.
"Buang buku itu, aku tak membutuhkannya" ucap Hyunwoo dingin
"Kenapa?"
"Untuk apa? Rak bukuku sudah penuh, buang saja"
"Setidaknya hargai pemberianku ayah" Changkyun bicara dengan nada agak tinggi
"Itu bukan pemberianmu, lakukan perintahku! Buang buku itu Changkyun!"
Hyunwoo meninggalkan Changkyun di kamarnya. Changkyun sudah mulai kesal pada sikap ayahnya.
*tok tok
"Buka"
Wonho memasuki kamar Changkyun.
"Kyun, apa kabar? Hyung sangat merindukanmu tau" ucap Wonho
"Baik hyung"
"Kau tidak merindukanku?"
"Emm tidak juga"
"Kalau begitu kau harus bilang aku juga rindu padamu hyung, ayo bilang"
"Kau ini pemaksa hyung, baiklah, aku juga merindukanmu hyung"
"Nah begitu, ayo kita makan, aku lapar" Wonho menggandeng Changkyun untuk ke ruang makan
Changkyun melepas tangan Wonho, ia hanya menundukan kepalanya.
"Kyun, ada apa?" tanya Wonho
Tak ada jawaban dari Changkyun
"Changkyun! Kau kenapa sih?"
Namun tiba tiba, tangan Changkyun hampir mencekik leher Wonho, namun Wonho menahannya. Kali ini tenaga Changkyun lebih besar dibanding Wonho, ia tak cukup kuat untuk menahan tangan Changkyun, hingga akhirnya Wonho memanggil seseorang.
"Kihyuuunn Hyungwon! T-tolong akuu... Akhh" teriak Wonho
"Tidak akan ada yang mendengarmu!" ucap Changkyun sambil berusaha untuk mencekik leher itu
Kini mereka sudah berada di kamar Jooheon. Wonho tampak bingung dan ketakutan karena seingat dia, mereka sedang berada di kamar Changkyun.
Changkyun yang dirasuki Jooheon tertawa puas melihat Wonho yang ketakutan. Wonho menendang tubuh Changkyun hingga terpental, Changkyun bangkit dengan cepat, kali ini ia tidak bisa merasakan sakit, ia menghampiri Wonho yang sedang berusaha membuka pintu untuk menyelamatkan diri, namun usahanya gagal karena Changkyun menarik tubuh Wonho hingga terjatuh sangat keras.
Changkyun tak henti hentinya menyakiti kakaknya itu, sampai pelipis Wonho mengeluarkan darah. Changkyun mengambil sebuah potongan kayu, lalu dipukulkannya pada tubuh Wonho yang sudah ambruk di lantai.
"Changkyun.. k-kumohon... Hen-tikan" ucap Wonho lemah
"Sakit? Hanya seperti ini kau sudah kesakitan?"
"Changkyun k-kau kenapa?"
"Changkyun? Dia tidak apa apa, aku hanya menggunakan tubuhnya saja"
"a-apa maksudmu?"
"Aku bukan Changkyun.... Hyung"
Wonho membelalakan matanya, ia ingat dengan Jooheon, ini bukan Changkyun, tapi Jooheon. Wonho dengan sekuat tenaga bangkit lalu berjalan untuk membuka pintu. Namun, pintunya tak kunjung terbuka. Ia menangis.
"J-Jooheon? M-maafkan aku.... Hiks" ucap Wonho
"Maaf? Tak ada gunanya Wonho! Kau, ayah dan saudara saudaramu yang lain yang membuat aku begini! Walaupun kalian tidak menyiksaku seperti ayah, tapi mulut kalian yang membuat aku merasa tersiksa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Just let me in
Random"Apapun yang kita lakukan, tentu kita akan dapat balasannya, dan kini aku akan membalaskan perbuatanmu padaku" "Berawal dari mimpi. Kehidupanku menjadi berubah. Aku seperti melupakan semuanya, dan hanya terfokus pada dirimu. Aku akan menemukan dirim...
