VIII - pt.2

376 55 3
                                        

Di sekolah, Changkyun lebih sering menemui Hanbin, teman barunya, di dunia nyata. Mereka saling bertukar cerita. Changkyun merasa nyaman dengan Hanbin begitu juga sebaliknya, Hanbin merasa nyaman dengan Changkyun.

"Oh ya Hanbin, ada sesuatu yang harus aku ceritakan padamu"

"Ceritakan saja, aku akan mendengarkanmu"

"Kau tau, saat pertama kali kau masuk, aku bisa mengenalimu?" ucap Changkyun

"Kenapa? Apa kau pernah melihatku sebelumnya?"

"Kita pernah bertemu, bahkan kita sangat dekat, kita memiliki beberapa teman disana"

"Kapan? Kenapa aku tidak mengetahuinya?"

"Itu semua ada di mimpiku, di mimpiku, aku sudah dewasa, dan kau masih anak anak, aku adalah yang merawatmu, kau anak yatim piatu, kita sangat dekat satu sama lain, hingga suatu saat, di dalam mimpiku aku tewas karena kecelakaan pesawat, dan kau tumbuh besar bersama yang lainnya, namun bukan menjadi anak yang baik, kau menjadi anak nakal yang suka meniduri siswi sekolahmu, bersama anak anak yang lainnya, tapi itu bukan karena kemauanmu sendiri, itu karena kau disuruh oleh seseorang, dan.... Haruskah aku jelaskan akhirnya? Aku takut kau akan ketakutan"

"Jelaskan saja Changkyun, jangan buat aku penasaran"

"Kau, kau dibunuh oleh sahabatmu sendiri, dengan mengenaskan, kumohon jangan takut Hanbin, itu semua hanya mimpiku saja, aku yakin semua hal yang terjadi di dalam mimpiku tidak akan menjadi kenyataan"

"Ya, tentu, tapi anehnya, kau dan aku belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kau sudah memimpikan diriku dan tau namaku, mungkin saja sebagian dari mimpimu itu akan benar benar terjadi"

"Aku harap tidak"

"Haha iya iya, aku hanya bercanda, jangan marah begitu kau menjadi semakin imut tau" Hanbin mengusak surai Changkyun

"Oh ya, apakah kau memiliki seseorang yang spesial di hidupmu?" tanya Hanbin

"Ada, mereka sangat spesial"

"Siapa?"

"Pertama ibu dan ayahku, kedua para hyungku, dan ketiga... Si anak kelelawar, hihi" Changkyun terlihat senyum senyum sendiri saat mengucapkan anak itu

"Eh? Kau memiliki peliharaan?"

"Bukan, itu adalah julukanku untuk seorang anak yang tinggal di rumahku, ia hanya aktif pada malam hari maksudku aku melihatnya setiap malam saja, seperti kelelawar"

"Ada orang asing yang tinggal di rumahmu?"

"Aku tidak tau ia siapa, tapi dimimpiku ia adalah saudaraku, entah di dunia nyata dia siapa, tapi aku akan tetap menyayanginya walaupun ia hantu sekalipun"

"Benar kan, sebagian mimpimu pasti akan kenyataan" ucap Hanbin, ia pun mengusak surai Changkyun sebelum meninggalkan Changkyun sendirian di pinggir lapangan, karena bel masuk sudah berbunyi







Minhyuk sudah beberapa hari tidak masuk sekolah karena ia sakit. Seharian berbaring di kamarnya tanpa melakukan apapun, itu terasa membosankan. Ia masih belum bisa menggerakan tubuhnya, karena setiap ia menggerakan tubuhnya pasti akan terasa sakit. Minhyuk benar benar seperti seseorang yang terjatuh dari lantai atas.

Ia mencoba untuk mendudukan posisinya, dengan susah payah dan tentunya sangat sakit. Ia menggigit bibir bawahnya karena menahan sakit dan berusaha untuk tidak berteriak.

"Oh yaampun, hanya mendudukan diri saja sakitnya minta ampun" ucap Minhyuk

Tiba tiba, ia merasa jika ada sesuatu dari dalam selimutnya. Matanya membulat saat tiba tiba selimutnya terangkat seperti ada kepala dari dalam selimut itu. Ia melihat seperti sebuah tubuh yang sedang merangkak ke arahnya. Ia tidak bisa berteriak, seakan akan ada yang menahannya. Matanya sudah berair. Ia ingin berteriak dan berlari dari kamarnya sekarang juga saat sebuah wajah mendekat ke wajahnya, hanya berjarak beberapa centi saja. Minhyuk mencoba menutup matanya namun tidak bisa, mata Minhyuk terus fokus pada wajah itu, wajah pucat yang terus mengeluarkan buih dari mulutnya.

Minhyuk menggelengkan kepalanya bermaksud supaya hantu itu tidak menyakitinya lagi. Hantu itu tiba tiba hilang saat seseorang membuka pintu.

"Minhyuk kau kenapa?" tanya Wonho sembari membawa makanan untuk Minhyuk

"Hyung, i-ia datang la-lagi" ucap Minhyuk pelan, bahkan entah terdengar oleh Wonho atau tidak

"Kau tidak tidur? Kau harus istirahat, dokter bilang kau tidak boleh banyak bergerak, oh ya, ini makan dulu, setelah itu minum obat" ucap Wonho

"Aku tidak sakit hyung! Ini adalah ulah dari hantu itu" ucap Minhyuk

"Tidak ada hantu! Berapa kali aku harus memberitaumu bahwa tak ada apapun di rumah ini! Mengerti?! Sekarang makanlah"

Minhyuk menepis mangkuk yang Wonho pegang sampai terjatuh, sehingga makanan di mangkuk itu berserakan di lantai.

"Dengar Wonho hyung, aku, tidak, sakit! Mengerti? Ia! Ia mendatangi aku lagi! Ia yang membuat aku begini! Kenapa kau tidak mengerti? Kau sama seperti ibu" ucapan Minhyuk sedikit membentak Wonho, dan itu membuat Wonho kesal pada Minhyuk

"Terserah, aku sudah berusaha merawatmu Minhyuk, tetapi kau malah begini, jika kau tidak mau dirawat olehku bilang saja"

"Tidak hyung, hyung!"

Wonho tidak mendengar perkataan Minhyuk, ia terus melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Minhyuk.








Keesokan harinya. Saat terbangun Minhyuk merasa jika badannya mulai membaik. Ia bisa menggerakan tangannya, juga kakinya. Ia segera turun ke bawah untuk sarapan. Melihat Minhyuk yang sudah sehat membuat mereka senang.

"Minhyuk hyung" teriak Hyungwon lalu memeluknya

"Menyingkirlah atau badanku akan sakit lagi" ucap Minhyuk, Hyungwon hanya mengerucutkan bibir tebalnya

Mereka semua terlihat menyambut Minhyuk di acara sarapan mereka, kecuali Wonho. Ia masih marah pada Minhyuk. Minhyuk menatap Wonho, hanya menatapnya saja tanpa menyapanya. Kemudian Hyunwoo datang.

"Minhyuk, kau sudah membaik?" tanya Hyunwoo

"Iya ayah, ayah, kenapa wajahmu?" tanya Minhyuk

"Ah ini, kemarin tergores sesuatu, sudahlah jangan dipikirkan, ayah baik baik saja" ucap Hyunwoo

"Lain kali hati hati"

"Eh kemana Changkyun? Ia belum turun?" tanya Helena

"Mungkin ia masih tidur" ucap Hyungwon

"Apakah jiwamu dan jiwa Changkyun tertukar? Biasanya kau yang masih tidur" ucap Kihyun








Disisi lain. Changkyun diam di lorong itu. Menatap dinding itu. Dinding itu agak retak sedikit. Changkyun mengetuk ngetuk dinding itu. Dibaliknya ada Jooheon yang juga menatap dinding itu. Ia mendengar ketukan Changkyun. Sejak pertama kali Changkyun mengetuk dinding itu, Jooheon mendengarnya, ia lah yang membalas ketukan itu. Namun Jooheon belum mengetahui siapa yang mengetuk, ia hanya mendengarnya dan membalasnya.

"Apakah ada seseorang di balik dinding ini?" tanya Changkyun

Jooheon mendengar pertanyaan itu. Suara yang sering berbicara pada dinding itu. Ia baru menyadari jika itu suara Changkyun.

"Jadi, kau yang selalu mengetuk dinding ini" gumam Jooheon, ingin sekali Jooheon membalas Changkyun, namun ia takut jika Changkyun akan mengadu pada Hyunwoo.

"Kau pasti hantu yang mengganggu Minhyuk hyung kan? Kumohon jangan ganggu Minhyuk hyung, jangan ganggu kami" ucap Changkyun

Jooheon mengerutkan keningnya. Siapa yang mengganggu Minhyuk?

"Oh, pasti ulahnya"

Just let me inCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang