III - pt.1

1K 132 13
                                        

Jooheon terbangun saat sinar matahari pagi mengenai wajahnya. Tiba tiba ia teringat jika Changkyun tertidur di kamarnya, ia pun segera berbalik dan melihat ke arah ranjang, sudah kosong, tak ada siapapun, namun pintu kamarnya sedikit terbuka, itu artinya Changkyun sudah bangun lebih awal. Sebuah kertas kecil berada di tangannya, catatan dari Changkyun. Ia membaca catatan itu, lalu tersenyum.

"Jooheon jika kau tidur jangan lupa pakai selimut ya, nanti nyamuk akan menggigitmu"

Ia berfikir, ternyata Changkyun adalah anak yang baik dan perhatian. Tapi bagaimana jika ia mengetahui yang sebenarnya? Jika ia anak dari hasil hubungan gelap, apakah Changkyun masih mau berteman dengan Jooheon? Atau ia akan membencinya seperti Hyunwoo? Tapi ia tidak mau memberitahu yang sebenarnya, ia takut.

Seperti biasa, ia melihat keluar lewat jendela, melihat anak anak lain yang akan berangkat sekolah. Jika anak anak sudah pergi, ini waktunya Jooheon untuk turun ke bawah.

Saat ia selesai membuat makanan, Hyunwoo menghampirinya.

"Semalam aku tidak melihat Changkyun di kamarnya, Saat aku tanya dia jawab tidur di kamarmu" ucap Hyunwoo datar

"M-maaf ayah aku-"

"Jangan panggil aku ayah! Kau bukan anakku" ucap Hyunwoo kasar

"M-maaf t-tuan, b-benar, Changkyun semalam tidur di kamarku, karena aku tidak ingin mengganggu tidurnya, jadi a-aku biarkan ia tidur di kamarku" jawab Jooheon dengan gemetar

"Apa kau sudah tidak menyayangi tubuh mu huh? Apa kau selalu ingin disiksa? Kenapa kau tak pernah mendengarku hah?" ucap Hyunwoo sambil berteriak sehingga para pelayan menatap kearahnya

Jooheon hanya menunduk, ia sudah meneteskan air mata. Ia selalu disalahkan atas apa yang terjadi. Kekesalan Hyunwoo sudah meluap luap, ia mendorong anak itu sampai terjatuh lalu menendangnya sekeras mungkin, ia benar benar menghajar anak itu, memukul kepalanya sampai berdarah, para pelayan yang melihat kejadian itu tak bisa melakukan apapun, jika ada yang mencegahnya mungkin mereka akan bernasib seperti Jooheon. Jooheon sudah meringis kesakitan, ia sudah memohon pada Hyunwoo untuk menghentikannya namun seakan telinganya tuli, ia tak mendengarkan ringisan Jooheon. Hyunwoo terus menghajar anak itu tanpa ampun, benar benar tak berperikemanusiaan, ia menyeret rambut anak itu lalu membantingkan kepalanya ke tembok hingga terdapat bercak darah di tembok itu, tak lama kemudian anak itu tak sadarkan diri.






"Ayaaahhh" teriak Changkyun yang baru pulang sekolah bersama kakak kakaknya

"Ayaahhh Hyungwon Hyung mengambil pensilku" teriak Changkyun lagi

"Aishh ini pensilku, kau mengambilnya dari kamarku" ucap Hyungwon tak terima

Mendengar keributan, Hyunwoo menghampiri anak anaknya

"Ada apa ini? Baru pulang sudah teriak teriak" ucap Hyunwoo

"Hyungwon Hyung mencuri pensilku" ucap Changkyun

"Tidak! Ini milikku, kau yang mengambilnya"

Hyunwoo dan yang lainnya hanya terkekeh melihat pertengkaran hyubgwon dan changkyun

"Sudah sudah, nanti ayah belikan kalian pensil" ucap hyunwoo tersenyum

"Benarkah?" ucap Kihyun

"Tentu" jawab Hyunwoo

"Ayah memang ayah terbaik hihi, oh iya ayah, belikan satu juga untuk temanku ya" ucap Changkyun

"Tentu, Apakah temanmu itu sangat istimewa sampai kau ingin memberinya hadiah?" tanya Hyunwoo

Just let me inCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang