Semenjak Jooheon sekelas dengan Changkyun dan Hanbin, mereka menjadi sering menghabiskan waktu bersama. Saat ini sedang istirahat. Mereka menghabiskan waktu mereka di rooftop, Jooheon yang mengajaknya.
Hening. Tak ada yang berbicara, dan sepertinya Changkyun dan Jooheon sangat menikmati keheningan itu kecuali Hanbin.
"Mmm, minumannya habis, aku akan membelinya lagi di kantin, tunggu disini" ucap Hanbin, dibalas anggukan oleh Jooheon dan Changkyun
"Kau jadi pendiam" ucap Jooheon memecah keheningan
"Entahlah, aku seperti kehilangan semuanya dalam hidupku" jawab Changkyun
"Lupakan itu, itu hanya masa lalu"
"Tidak bisa, apapun yang terjadi dulu aku tidak bisa melupakannya, ternyata mimpiku itu nyata, dan sekarang, aku mencoba untuk tidak peduli agar semua yang terjadi nanti tidak membuatku sakit, supaya aku terbiasa, tidak lupa tapi mencoba untuk tidak peduli"
"Andai saja kau tidak menemuiku, pasti kau sekarang tidak akan seperti ini, kenapa kau mencariku? Sekarang lihatkan? Gara gara aku hidupmu berubah"
"Jika aku tidak mencarimu sekarang mungkin kau tidak akan berada disini, kau tidak akan hidup sampai sekarang"
"Ya, terima kasih"
"Kukira kita akan sedekat seperti di mimpiku, ternyata tidak, kita seperti orang yang baru berkenalan, tapi tak apa, setidaknya aku bisa menemuimu" ucap Changkyun, dengan senyuman. Asal kalian tau ini adalah pertama kalinya Changkyun tersenyum setelah beberapa tahun, dan tentu Changkyun tidak menyadarinya jika ia baru saja tersenyum
Hanbin memperhatikan mereka diam diam. Menatap mereka datar dengan melipat tangannya di dada. Entah kenapa, Hanbin tidak suka, Hanbin tidak suka pada Jooheon, karena ia dekat dekat dengan Changkyun. Hanbin tidak suka ada yang berteman dengan Changkyun kecuali dirinya. Hanbin terperanjat saat seseorang menepuk pundaknya.
"Apa yang kau perhatikan? Sunbae?" ucap seorang gadis
"Siapa kau?" tanya Hanbin
"Hmm, aku memperhatikanmu dari tadi, kau tak suka pada murid baru itu?"
"Apa urusanmu?" ucap Hanbin dingin
"Tentu itu menjadi urusanku sunbae"
"Kita tidak saling kenal, dan kau, tidak sopan sekali, apakah saat pulang sekolah kau langsung menjadi pelacur? Kau melayani para lelaki huh?"
"Kenapa? Kau mau? bahkan sekarang pun bisa" goda gadis itu.
"Kau sudah gila, pergi sana ke kelasmu" ucap Hanbin sembari mendorong pundak gadis itu lalu meninggalkannya
"Kau yang akan pergi sunbae, pergi ke neraka" ucap gadis itu
Bel berbunyi menandakan jika ini waktunya pulang sekolah. Murid murid berhamburan keluar kelas. Terlihat wajah mereka yang lelah. Di kelas 3-2, kelas baru Jooheon, hanya tersisa mereka bertiga di kelas itu, Changkyun, Jooheon dan Hanbin. Entah apa yang membuat mereka begitu betah di kelas itu. Tak banyak yang mereka bicarakan, lagipula, Changkyun merasa canggung, ia ingin sekali banyak bertanya, tapi niatnya itu ia urungkan karena ia takut jika membuat Jooheon tidak nyaman.
"Sampai kapan kita akan berdiam seperti ini?" tanya Hanbin, ia tidak suka keheningan
"Maaf, apakah itu karena aku?" ucap Jooheon
"Aku mengerti, tapi sebaiknya kau jangan terlalu pendiam disini, kau bisa kena bully" ucap Hanbin
"Hanbin!" tegur Changkyun
KAMU SEDANG MEMBACA
Just let me in
Acak"Apapun yang kita lakukan, tentu kita akan dapat balasannya, dan kini aku akan membalaskan perbuatanmu padaku" "Berawal dari mimpi. Kehidupanku menjadi berubah. Aku seperti melupakan semuanya, dan hanya terfokus pada dirimu. Aku akan menemukan dirim...
