Anak anak sedang bermain di ruang bermain, ditemani oleh Changkyun. Lagi lagi ia tidak melihat Jihoo disana, Changkyun sudah jengkel pada anak itu, selalu saja memisahkan diri, lebih tepatnya, anak itu selalu bersama Kihyun.
Changkyun mengusap wajahnya kasar, biasanya ia selalu ikut bermain bersama anak anak, tapi kali ini ia hanya duduk sambil memperhatikan anak anak, walaupun pikirannya entah kemana.
Dengan polosnya, Jihoo menghampiri Changkyun sambil mengemut lollipop lalu duduk disebelah Changkyun. Tidak tau apa jika Changkyun sudah kesal padanya. Changkyun hanya menatap sejenak pada Jihoo, lalu kembali memperhatikan anak anak yang lain.
"Hyung" panggil Jihoo
"Hm?"
"Kau tidak menyapaku? Kau marah padaku?" tanya Jihoo sambil mengulum lollipopnya
"Tidak"
"Mau permen?"
"Tak mau"
"Aish hyung, kau kenapa?" Jihoo sudah mulai kesal
"Kau selalu saja menghilang, tidak pernah aku melihatmu bersama yang lainnya"
Jihoo hanya diam, ia tidak menjawab
"Maaf"
"Aku tidak suka pada mereka hyung"
"Kenapa? Mereka kan baik baik"
"Mereka selalu memanggilku si pirang, aku kan punya nama, namaku Jihoo, mereka benar benar rasis"
"Eh? Kau tau kata kata itu dari mana?"
"Dari buku"
"Berhenti membaca buku, aku tidak mau kau lebih pintar dariku"
"Hahaha, kau ini hyung, mau permen?" Jihoo memberikan permen bekas dirinya pada Changkyun
"Aaa" Changkyun membuka mulutnya lalu memakan permen bekas Jihoo
"Oh ya Jihoo, saat aku menemukanmu, aku menemukan tas, apa tas itu milikmu?" tanya Changkyun
"Tas yang mana?"
"Kau tak ingat? Tas berwarna merah"
"Tak ingat"
"Lupakan soal tas, aku hanya ingin bertanya padamu, soal nama yang terdapat dalam buku, dibuku itu tertulis nama matthew, apa itu kau?"
"Hmm, bisa aku lihat bukunya?"
Changkyun pun mengajak Jihoo ke kamar Changkyun, karena Changkyun menyimpan tas milik Jihoo di kamarnya. Lagi lagi, Jihoo melihat seseorang sedang menunggu di depan pintu Kamar Jihoo, lebih tepatnya depan pintu bekas kamar Jooheon dulu yang sekarang dijadikan kamar Jihoo. jihoo bersembunyi di belakang Changkyun, memegang ujung baju Changkyun dengan erat.
"Ada apa Jihoo?" tanya Changkyun
"H-hyung, orang itu lagi, dia ada di depan pintu kamarku" jawab Jihoo sambil menunjuk arah pintu
Changkyun memperhatikan pintu kamar Jihoo
"Tidak, tidak ada apa apa" ucap Changkyun sambil menggeleng
"A-ada hyung, dia sedang menatap kita, hyung, kenapa ia memuntahkan darah? Hyung siapa dia? Lehernya hyung, lehernya berdarah"
"Jihoo! Apa yang kau katakan? Jangan berkata yang aneh aneh!"
"Serius hyung, hyuuuunggg dia menatap kita..... Hiks" Jihoo pun mulai menangis
"Sudah sudah, kita kembali ke ruang bermain saja ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Just let me in
Random"Apapun yang kita lakukan, tentu kita akan dapat balasannya, dan kini aku akan membalaskan perbuatanmu padaku" "Berawal dari mimpi. Kehidupanku menjadi berubah. Aku seperti melupakan semuanya, dan hanya terfokus pada dirimu. Aku akan menemukan dirim...
