XIII - pt.1

550 71 3
                                        

Changkyun memasuki sebuah ruangan, yang sepertinya adalah sebuah gudang. Matanya terus mencari sesuatu. Sampai akhirnya tertuju pada sebuah lemari. Ia menghampiri lemari itu, dan mengambil sebuah senapan angin yang pernah Hyunwoo pakai untuk berburu. Itulah yang Changkyun cari.

Sekarang hanya tinggal Changkyun, Hyungwon dan Kihyun. Hyungwon dan Kihyun tidak tau jika Hyunwoo sudah mati karena Changkyun tidak memberitahu mereka.

"Dimana ayah? Makan malam akan segera dimulai" ucap Hyungwon

"Aku tidak melihatnya, terakhir aku lihat ayah sedang di kamarnya" ucap Kihyun

"Akan aku panggil" ucap Hyungwon

"Jangan! Mmm h-hyung, ayah se-sedang istirahat, ia bilang jika ia tidak enak badan, jadi jangan mengganggunya" ucap Changkyun yang langsung mencegah Hyungwon pergi

"Tapi ia belum makan, kau ingin ayah tambah sakit huh?"

"Biar aku yang berikan makan malamnya" ucap Chanhkyun

Kihyun menyiapkan sebuah mangkuk yang berisi bubur dan susu di sebuah nampan. Dengan segera Changkyun membawa nampan itu.

Changkyun memasuki kamar Hyunwoo, masih dalam posisi yang sama, namun terlihat ada darah yang mengering, aromanya semakin menusuk yang membuat Changkyun muntah. Ia hanya menyimpan makanan itu di lantai. Tanpa sadar, ada seseorang yang mengikuti Changkyun.

Saat akan keluar kamar Changkyun dibuat terkejut oleh salah satu kakaknya, Hyungwon, yang dari tadi memasang wajah terkejut. Hyungwon membelalakan matanya saat melihat ayahnya sudah tak bernyawa. Changkyun menatap Hyungwon takut, ia tau apa yang akan Hyungwon lakukan padanya.

"H-hyung, aku bisa jelaskan"

"Jelaskan? Semuanya sudah jelas Changkyun! Sebenarnya apa maumu hah?" teriak Hyungwon sambil mendorong tubuh Changkyun, Changkyun hanya diam, ia pasti yang akan dituduh

"Jawab aku! Kau sudah membunuh Wonho hyung, sekarang ayah, apa kau yang membunuh Minhyuk hyung juga?"

"Dengarkan aku hyung"

"Tak perlu mendengarkanmu, semuanya sudah jelas karena aku melihatnya"

"Jooheon yang melakukan ini hyung"

"Jooheon? Cih, anak itu bahkan sudah mati"

"Tetapi ia masih disini hyung"

"Berhenti bicara yang tidak tidak! Aku ingin kau pergi dari sini! Dan jangan pernah kembali" ucap Hyungwon penuh penekanan

"Aku memang berencana untuk pergi, tapi.... Ini kan rumahku, aku bebas melakukan apa saja disini"

"Aku tidak ingin tinggal bersama seorang pembunuh!"

"Kalau begitu, kau saja yang pergi" ucap Changkyun dengan menunjukan smirknya

Changkyun meninggalkan Hyungwon. Ia masuk ke kamarnya. Jooheon dengan wujud yang menyeramkannya duduk sambil tersenyum pada Changkyun, senyuman yang sangat menyeramkan.

"Inilah saatnya, aku harus menghabisinya" ucap Changkyun

"Apa kau yakin?" tanya Jooheon

"Ya, aku melakukan ini bukan untuk membalaskan dendammu, tapi ini balasan untuk mereka karena telah menuduhku"

Changkyun keluar dari kamarnya meninggalkan Jooheon yang tersenyum penuh kemenangan. Ia menghampiri Hyungwon yang sedang menangis di depan kamar Hyunwoo, bersama dengan Kihyun.

Mereka menatap Changkyun. Sangat kecewa, terutama Kihyun, ia sangat menyayangi Changkyun. Changkyun hanya menatap mereka dingin.

Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi Changkyun, tamparan yang berasal dari tangan Kihyun. Memang terlihat kekecewaan yang besar dimata Kihyun. Bukannya marah, Changkyun membalasnya dengan kekehan.

Just let me inCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang