5. Kesalah Pahaman.

2.4K 142 1
                                        

Rehan pulang larut malam. Dia masuk kedalam kamar yang bernuansa biru miliknya. Matanya melirik tika yang sedang sibuk bermain heandpone. Merasa ada yang memperhatikan dirinya, Tika mengangkat kepalanya dan menoleh pada Rehan. Bukan tatapan rasa bersalah atau sejenisnya, Tika menatap Rehan dengan wajah datar.

"Besok aku ada acara makan malam bersama clain, kamu harus ikut." Ucap Rehan, lembut. Tapi Tika hanya diam tanpa memperdulikan ucapan Rehan.

"Mik...."

"Aku gak bisa."

Rehan mengepalkan kedua tangannya erat. Lalu dia masuk kedalam kamar mandi untuk meredakan amarahnya. Dia butuh air dingin.

Suara gemercik air membuat Tika terusik, dia memilih keluar dari kamarnya, lalu menyiapkan makan malam untuknya dan Rehan.

Tidak berselang lama, Rehan datang dengan wajah segar dan rambut basah. Dia duduk di depan meja makan dengan posisi menghadap Tika.

"Kamu yang masak?" Tanya Rehan mulai mencicipi makanan buatan Tika.

"Bukannya kamu gak suka masak?" Tambah Rehan. Tika berhenti mengunyah makanannya setelah mendengar ucapan terakhir Rehan.

"Ya....., Semua orangkan pasti bisa berubah."

"Termasuk sikap kamu ke aku? Apa perlu aku sendiri yang mencari tahu tentang kamu dan lelaki kemarin itu?" Sinis Rehan, membuat Tika membulatkan matanya.

"Silahkan saja, berarti kamu dulu yang memulai peperangan ini." Tika beranjak dari meja makan, lalu dia melangkah pergi ke kamarnya.

"Arggg....." Erang Rehan, frustasi.

Rehan berjalan menyusul Tika ke kamar. Dilihatnya perempuan itu sedang berbaring dengan menutupi wajahnya menggunakan bantal.

"Kamu bisa kesulitan nafas kalau kayak gitu." Tegur Rehan, dia mengambil paksa bantal yang menutupi wajah Tika.

"Duduk sini." Suruh Tika, masih dengan suara dingin. Tidak mau semakin membuat perempuan itu marah, Rehan menurut untuk duduk di sampingnya.

Tika mengambil tiket Hanymoon yang diberi Vania kepadanya tadi pagi. Lalu dia memberikannya kepada Rehan.

"Dari adik kamu." Ucap Tika kepada Rehan.

"Tapi aku gak mau ke bali, aku gak mau pergi, boleh ya kita gak usah Hanymoon dulu?" Mohon Tika, dia memeluk Rehan sambil mendongakkan kepalanya keatas untuk menatap mata teduh lelaki itu.

"Ishhh ya....?" Rayu Tika, kepada Rehan.

"Iya, tapi besok malam kamu ikut aku mak...."

"Gak."

"Tapi semua teman aku bawa pasangan." Ucap Rehan, sambil mengusap pipi Tika.

"Yaudah, kamu gak usah datang." Putus Tika.

***

Tika meloncat dari kasurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Tidak butuk waktu lama untuk membersihkan diri, 10 Menit Tika sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Dia memilih memakai baju putih dan celana panjang berwarna hitam. Wajahnya dia poles dengan make up tipis.

"Rey......!!" Teriak Tika. Dia benar-benar merasa bersalah saat ini. Dia bangun kesiangan. Parahnya lagi dia lupa membuat sarapan untuk Rehan. Saat dia baru ingin membuka kulkas, matanya tidak sengaja melihat note kecil yang tertempel di pintu kulkas. Note itu berisi...

Sayang aku pergi ke kantor dulu. Maaf aku tidak sempat masakin kamu. Tadinya aku mau masakin kamu, tapi tiba-tiba Juna telepon dan mengatakan kalau aku harus meeting dadakan pagi ini.

Air Mata PernikahanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang