43. Kelakuan Kayak Bocah.

1K 44 0
                                        

Malam ini Tika sedang bersantai sambil memakan buah. Dia sedang menonton acara televisi favorit mamanya, apalagi kalau bukan curahan hati seorang istri. Tika bersyukur tidak ada yang mengganggu dirinya malam ini.

Kevin, putranya itu sedang ikut kondangan bersama kedua orang tuanya. Tadinya sih dia gak ngebolehin Kevin ikut, dia takut Kevin menyusahkan mamanya yang sedang sakit. Sedangkan Aldo, lelaki itu sedang membeli cemilan di Mall. Sombong memang, padahal di dekat komplek juga ada minimarket.

"Yaampun ganteng banget sih lakinya." Gemas Tika, sambil menggigit apel merah miliknya. "Pantes perempuannya milih selingkuhannya."

"Laki-lakinya keren banget waktu nyugar rambutnya kebelakang." Gumam Tika tanpa sadar.

Ting, Tong. Ting, Tong.

Tika menggeram kesal. Dia ingin sekali membunuh orang yang bertamu malam-malam di rumahnya. Bagaimana tidak? Orang itu benar-benar sangat mengganggunya ketika sedang menonton televisi.

Ting, Tong. Ting, Tong.

"Iya, sebentar. Lagi jalan." Seru Tika, kesal. Dia tahu, itu pasti Aldo yang iseng ngerjain dia.

Dengan dendam dan kekesalan yang mendalam, Tika menggegam kenop pintu rumahnya dengan erat. Dia menggretakkan gigi putihnya.

"Ngapain sih kamu gangguin aku terus? Pakai acara bunyiin bel. Biasanyakan kamu langsung masuk, dasar usil. Aldo jelek tukang usil, bule kesasar, mati aja sana." Marah Tika, dia sibuk mengucek kedua matanya. Saat matanya tidak sengaja melihat kedepan, dia langsung terbelalak kaget.

"Kamu...." Tunjuk Tika pada orang yang bertamu malam-malam ke rumahnya. "Ngapain? Tumben datang ke rumahku?"

"Sopan banget, Mbak. Orang baru datang langsung di suguhin pertanyaan. Suruh masuk dulu kek." Sindir Rehan, Tika terkekeh pelan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Heee...., Maaf ya, orang tuaku sama Kevin gak ada di rumah. Aldo juga lagi pergi, jadi kamu gak boleh masuk. Kalau mau ngobrol di luar aja." Ucap Tika, tidak enak. Ya mau bagaimana lagi? Jika dia nekat bawa masuk laki-laki yang bukan siapa-siapanya bisa-bisa dia di datangi warga.

"Yaudah, aku gak masalah kalau harus ngobrol di luar." Balas Rehan, santai.

Tika menutup pintu rumahnya, lalu dia duduk di samping Rehan.

Tanpa basa-basi Rehan langsung menyodorkan heandponenya di depan wajah Tika.

"Apa ini?" Tika mengerutkan keningnya bingung. Maksudnya apa ini?

"Lihat aja." Jawab Rehan, santai. Diam-diam dia mengangkat ujung bibirnya keatas.

"Aldo? Nadia? Aku kenal mereka. Lalu kenapa?" Tanya Tika, polos. Rehan menggeram kesal. Sebenarnya Tika itu bodoh atau bagaimana sih?

"Aldo udah nyelingkuhin kamu, dia juga udah nyakitin kam...."

"Nyakitin? Gak separah kamu 'kan?" Potong Tika sambil tersenyum sinis. Dia menatap kedua iris mata Rehan dengan tajam.

"Gak ada nyawa yang di korbankan. Lalu apa maksud kamu ngasih ini ke aku?" Ketus Tika. Rehan menatap perempuan di depannya tidak percaya. Harusnya dia marah saat tahu suaminya selingkuh. Lalu Ini.....

"Aldo tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia tidak jahat. Dia lelaki yang bertanggung jawab." Ucap Tika. Rehan menganga tidak percaya. Tidak jahat? Setelah menggandeng perempuan yang tidak istrinya. Bertanggung jawab? Oh, ya? Apa telinga Rehan tidak salah dengar?

"Dia berbeda dengan kamu." Sinis Tika, sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes dan membasahi kedua pipinya.

"Tap...."

Air Mata PernikahanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang