Sekarang Ayra sedang bersatai membaca novel yang baru saja ia beli. Tiba tiba, suara ketukan pintu, membuat Ayra kaget.
Tok..tok..tok..
"Masuk," ujar Ayra tanpa mengalihkan pandangan dari novel nya.
"Ay!" panggil Defan, ya yang tadi mengetuk pintu adalah Defan.
Ayra pun mengalihkan fokusnya dari novel yang sedang ia baca.
Defan berjalan kearah ranjang Ayra, lalu duduk di samping Ayra. "Lo kenapa tadi bolos?"
"Gue tadi telat, lagian lo juga sih ninggalin gue." Tiba-tiba saja Ayra kesal ketika mengingat kejadian kemarin.
"Lo bolos sama siapa?" Defan tidak menghiraukan ucapan Ayra.
"Sama Rey."
"What?" kaget Defan setengah berteriak.
"Ish toa, jangan teriak-teriak!" omel Ayra.
"Ko bisa?" jelas lah kali ini Defan kaget mendengar ucapan Ayra barusan, apa katanya? Rey?
"Tadi kan gue telat nah gue minta pak satpam buat bukain pintu nya, terus tiba tiba Rey datang terus ngajak gue bolos aja. Katanya kalo sekarang masuk nanti bakal kena hukuman!" jelas Ayra apa adanya.
'Bangsat nih si Rey,' batin Defan.
"Lain kali kalo diajak bolos jangan mau ya." Defan berpesan layaknya seorang ayah yang menasihati anak kecil.
Ayra terkekeh. "Lo juga sering bolos."
"Ya jangan diturutin lah!"
"Yah, padahal gue pengen nyoba lagi," ujar Ayra pura pura sedih.
"Ketauan bolos lagi, gue laporin ke ayah sama bang Isqi," ancam Defan, dan langsung membuat Ayra ciut.
***
Sedangkan di lain tempat, berbeda dengan Ayra yang sedang bersantai membaca buku. Rey kali ini akan tawuran dengan SMA GARUDA, musuh bebuyutan SMA CENDIKA.
"Si Rey mana sih ah lama amat," gerutu Haris.
Saat ini, Rey dan teman teman nya yang lain memang akan tawuran di lapangan yang telah dijanjikan. Namun, sedari tadi Rey tidak menampakan batang hidung nya.
Selang beberapa menit, akhirnya Rey datang dengan muka datar nya. Seolah olah tidak memiliki salah apapun.
"Wey kambing, lo dandan kaya perawan aja lama." Entah keberanian dari mana Haris hingga berani berucap seperti itu.
"Cepet," Rey mengacuhkan cibiran Haris tadi. Dan langsung meninggalkan teman teman nya yang akan ikut tawuran.
"Si kampret, udah ditungguin malah ninggalin!" gumam Haris sambil mencebikkan bibir.
Gino yang melihat tingkah Haris pun jijik sendiri, dan langsung menabok bibir Haris yang di maju majukan. "Jijik bangsat."
"Apa salah dan dosaku mas?" Dramatis Haris.
"BANYAK!" seroloh teman teman nya.
Setelah itu, mereka pun segera bergegas menemui lawan yang mengajak tawuran. Dan setelah 20 menit mengendarai motor, akhirnya mereka sampai dan langsung di sambut dengan tatapan tajam musuh musuh nya.
"Banci, gabisa on time lo pada?" cibir pemimpin mereka, Fino.
Fino dulu nya adalah sahabat kecil Rey, namun karena kesalah pahaman jadilah Fino membenci Rey.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reynand
Teen FictionPertemuan Dayra Aqila dan Reynand Graha selalu di bumbui dengan perdebatan dan perselisihan. Hingga akhirnya Rey terlibat dalam sebuah taruhan, yakni menaruhkan Ayra. Karena Rey merasa bertanggung jawab akan taruhan itu, Rey memutuskan untuk menjadi...
