Ayra duduk di sofa dengan mata yang mengarah pada televisi di hadapan nya yang menayangkan acara kartun kesukaan nya, spongebob. Juga tangan nya yang memeluk setoples cemilan.
"Ayra, kamu belum mandi?" tanya Wanda kaget ketika melihat anak putri nya yang masih berpenampilan ala orang bangun tidur.
"Mager bun," jawab Ayra tanpa mengalihkan mata nya dari televisi.
Wanda pun mematikan televisi nya, dan tentu hal itu membuat Ayra kesal.
"Ih bunda apaan sih?" kesal Ayra berusaha mengambil kembali remote nya namun malah di jauhkan oleh Wanda.
Wanda menggelengkan kepala nya, "No Ayra! Sekarang kamu mandi!"
"Nanti aja, bundaaa!" rengek Ayra.
"Now Ayraa!" ucap Wanda tanpa penolakan.
Hm, mau tak mau akhirnya Ayra pun berjalan dengan gontai menuju ke kamar nya untuk mandi.
"Disuruh mandi kok harus di paksa-paksa dulu kaya bocah," gumam Wanda.
"Siapa yang kaya bocah, bun?" tanya Rian dari arah dapur yang mendengar gumaman Wanda.
"Itu si Ayra di suruh mandi kok susah banget!" adu Wanda.
Rian duduk di sofa, "Kaya bunda."
"Enak aja!" bantah Wanda.
"Ayah, bunda?" panggil Isqi dengan nada yang terdengar ragu-ragu.
Wanda dan Rian kompak menengok ke arah Isqi dengan tatapan yang bertanya.
Isqi tak langsung mengutarakan maksud nya, ia duduk terlebih dahulu di samping ayahnya. Lalu bertanya, "Sekarang jadi?" tanya Isqi berhati-hati.
Rian yang mengerti peetanyaan Isqi mengarah pada apa pun mengangguk.
"Yaudah bunda mau ke kamar Ayra, mau nyiapin Ayra." Setelah mengucapkan itu Wanda pun pergi menuju kamar Ayra.
Wanda masuk ke kamar Ayra, untung nya kamar nya tidak di kunci jadi Wanda bisa langsung masuk saja.
Wanda memilihkan baju dress untuk Ayra. Ada sebuah baju yang menarik perhatian Wanda yaitu dress berwarna coklat selutut yang pasti nya akan cocok di tubuh Ayra.
Tak berapa lama kemudian, Ayra keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana pendek juga kaos dan terkejut ketika melihat bunda nya yang sedang mengacak-acak lemari nya.
"Bunda lagi apa?" tanya Ayra bingung.
Wanda menghentikan aktivitas nya dan mengajak duduk Ayra.
"Kamu pake baju ini ya," suruh Wanda menyodorkan dress coklat tadi.
Ayra kebingungan, "Loh buat apa sih bun?"
Wanda menggeleng, "Udah cepet pake, bunda pengen liat kamu cantik!"
Dalam hati Ayra mencibir, tiap hari juga Ayra mah cantik bun.
Ayra pun dengan ogah-ogahan memakai dress yang tadi di pilihkan oleh bunda nya.
Beberapa menit kemudian, Ayra sudah selesai memakai dress nya. Dan benar saja, Ayra terlihat cantik juga elegan menggunakan dress itu hingga membuat Wanda terpesona.
"Wah cantik banget anak bunda," takjub Wanda.
Sedangkan Ayra merasa sangat tidak nyaman menggunakan dress seperti ini. Jika boleh memilih Ayra lebih memilih memakai kolor dengan kaos saja.
"Asli bun, Ayra gak nyaman banget pake ini dress. Lagian buat apa si?" tanya Ayra yang sangat penasaran.
Wanda mengajak Ayra duduk di tepi kasur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reynand
Novela JuvenilPertemuan Dayra Aqila dan Reynand Graha selalu di bumbui dengan perdebatan dan perselisihan. Hingga akhirnya Rey terlibat dalam sebuah taruhan, yakni menaruhkan Ayra. Karena Rey merasa bertanggung jawab akan taruhan itu, Rey memutuskan untuk menjadi...
