Ayra kali ini sedang bergelayutan di lengan kekar Isqi, sepulang sekolah ini ia sangat lelah dan kebetulan ada Isqi yang menonton Tv, langsung saja lah lengan kekar Isqi ia jadikan bantalan.
Ayra memang sangat manja ketika ia merasa lelah dan sasaran kemanjaan nya ia luapkan kepada Isqi, kalo Defan terlalu kerempeng.
"Dek, mandi dulu sana" ucap Isqi sambil mengelus ngelus rambut Ayra lembut.
"Nanti ah," cicit Ayra, ia justru makin mengeratkan pelukan nya pada tangan Isqi.
Sedangkan Isqi memilih pasrah saja, lagian kapan lagi Ayra bisa bermanja manja seperti ini lagi. Padahal saat dulu, Ayra sangat sering bermanja manjaan dengan Isqi. Namun kini mereka sama sama sibuk, Isqi yang sibuk akan kuliah nya dan menyebabkan ia jarang berada di rumah, dan Ayra yang sibuk akan sekolah dan les private.
Lama kelamaan, Ayra pun tertidur di dalam dekapan Isqi. Begitu juga dengan Isqi yang terkena virus mengantuk. Jadilah mereka tertidur berduaan di sofa.
"ASSALAMUALAIKUM!" teriak Defan dari arah pintu depan.
Ternyata Defan tidak datang sendirian, melainkan ia datang bersama dengan Rey. "Orang orang kemana nih?" Defan celingukan.
Hingga Defan dan Rey pun sampai di ruang televisi dan menemukan Isqi dan Ayra yang sedang tertidur pulas sambil berpelukan.
"Astagfirullah, mata dedek ternodai!" pekik Defan lalu spontan memeluk Rey berniat menutupi mata nya.
"jijik anjir!" Rey melepaskan dengan kasar Defan yang memeluknya.
Defan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, "Ah lagian nih dua bocah ngapain sih tidur disini, udah pake acara peluk pelukan lagi." Defan mengomel tanpa jeda.
Lalu, Defan hendak menggubrak gubrak Isqi dan Ayra agar mereka terbangun. Namun, dengan cepat Rey mencegah nya.
Terlihat raut bingung dari wajah Defan, "Kenapa?" tanya Defan, "Oh gue tau, lo cemburu ya liat mereka pelukan gitu yaelah jangan cemburu gitu lah, mereka kan kakak adik jadi wajar lah," Defan berceloteh dan memotong perkataan yang hendak dikeluarkan Rey.
"Jangan ganggu, lo juga gabakal suka kan kalo lo tidur di ganggu." Lalu Defan pun mengangguk menyetujui ucapan Rey.
"Gue titip ini aja, kasihin ke Ayra." Rey menyerahkan bingkisan berisi cup cake yang tadi sempat ia beli di jalan. Sebenarnya, awalnya Rey tidak berpikiran akan kerumah Ayra sambil membawa makanan, namun tiba tiba ia merasa ingin ke rumah Ayra.
Setelah menitipkan pesan nya, Rey lalu pamit pulang dan Defan pun memilih meninggalkan Isqi dan Ayra yang sama sekali tidak terganggu oleh Defan yang tadi sempat berteriak.
****
Setelah hampir 2 jam ia tertidur dengan posisi di peluk Isqi, akhirnya Ayra bangun dan merasakan pegal di tubuh nya akibat posisi tidur yang salah.
"Ah, pegel banget nih badan." Ayra sedikit merenggangkan otot otot nya yang berasa kaku semua.
Lalu ia pun membangunkan Isqi yang masih berada dalam alam mimpi nya. Ayra membangunkan Isqi dengan cara menutupi kedua lubang hidung Isqi.
Otomatis Isqi merasakan sesak nafas karena tidak adanya pasokan udara. Lalu Isqi pun berteriak, "KEBAKARAN!"
Ayra langsung menghentikan aksi jahil nya lalu diikuti gelak tawa nya. Menurutnya sangat lucu ketika melihat raut wajah Isqi yang memang belum sepenuhnya sadar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reynand
Novela JuvenilPertemuan Dayra Aqila dan Reynand Graha selalu di bumbui dengan perdebatan dan perselisihan. Hingga akhirnya Rey terlibat dalam sebuah taruhan, yakni menaruhkan Ayra. Karena Rey merasa bertanggung jawab akan taruhan itu, Rey memutuskan untuk menjadi...
