Bab 54 : Amorist

1K 190 58
                                        

Panas di musim panas sangat menyengat. Meski tidak sepanas di negara tropis lainnya, namun musim panas di Korea Selatan tentu menyengat bagi warganya yang sudah lama tinggal di negara dengan lebih dari dua musim tersebut.

Musim panas adalah musim yang paling tepat jika ingin menyantap es krim di tengah hari. Seperti halnya sekarang ini. Lelaki dengan rambut merah itu tengah berjalan seorang diri di trotoar, sambil menyantap es krim rasa soda dengan warna biru yang baru dibelinya dari minimarket C&U.

Sudah sejak lama dia ingin mencoba es krim itu. Namun, dia tidak pernah mempunyai uang yang cukup untuk membelinya. Oleh karena itu, karena kini dia sudah memiliki cukup uang, dia membeli es krim yang sudah lama menggodanya.

Namun, ternyata rasanya tak seperti ekspektasinya. Sedikit menyesal dia sudah membeli es krim yang mampu merogoh kocek cukup dalam baginya itu. Tahu akan begitu, dia akan membeli es yang lebih murah saja.

Dia berjalan seorang diri. Menyusuri jalanan Hongdae yang lumayan ramai. Lelaki itu baru saja kembali dari mengurus urusan kuliahnya. Dia harus menambah satu semester lagi karena kecelakaan yang menimpanya beberapa bulan lalu, yang mengharuskannya untuk cuti karena dia tidak bisa pergi keluar dari rumah sakit.

Kini dia tengah memutar otak, ke mana dia harus mencari uang untuk membayar uang kuliahnya yang mahal baginya. Dia sudah melunasi administrasi, memang. Namun itu hanya untuk delapan semester. Kini dia harus membiayai satu semester lagi karena hal yang tak diduga.

Resah hati rasanya. Kondisi fisiknya belum se-prima biasanya. Dia tidak bisa melakukan pekerjaan yang mengharuskannya mengangkat beban. Padahal, dia tadi menemukan lowongan pekerjaan dari jasa pindahan. Dia dulu pernah melakukannya, dan itu tak berat baginya. Tapi dengan kondisinya yang sekarang, dirasanya dia tidak mampu melakukannya.

Jemarinya membuang bungkus es krim yang sudah habis itu ke tempat sampah terdekat. Kakinya melangkah menuju salah satu bangku taman yang berada di sana. Letih rasanya. Dia sudah berjalan cukup jauh tanpa istirahat.

Dia duduk di bawah sebuah pohon yang lumayan rindang. Lumayan untuk menghalau sinar matahari yang panas. Dokter bilang, dia tidak boleh terlalu lelah. Kakinya masih mengalami trauma karena kecelakaan yang menimpanya di waktu lampau.

Netranya memandang ke sekeliling. Ada beberapa orang yang tengah membagikan selebaran dengan pakaian berwarna mencolok. Dia bisa mendengar jika itu adalah perusahaan jasa kebersihan yang tengah mempromosikan jasanya.

"Kami juga sedang mencari karyawan baru yang siap ditempatkan di mana saja!"

Telinganya tentu menangkap ucapan itu. Perlahan dia bangkit dari duduknya, berjalan mendekati orang-orang itu. Dia tidak berpikir panjang. Dia sudah pernah bekerja untuk jasa kebersihan sebelumnya, sesuai dengan pengalamn terdahulu, menurutnya itu tidak begitu melelahkan.

"Apakah kalian betulan tengah mencari karyawan baru?"

Dia bertanya dengan hati-hati pada seorang perempuan yang berdiri di sana dengan mikrofon di tangannya. Yang ditanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan dengan pasti.

"Iya! Dengan satu syarat, mau ditempatkan di mana saja. Sebab, perusahaan kami banyak dipakai jasanya oleh perusahaan besar yang butuh jasa kami. Jadi, jika kamu ingin memasukkan lamaran, diharap sudah memahami persyaratan itu dan bersedia, ya!"

"A-aku bersedia! Aku siap ditempatkan di mana saja! Aku —aku butuh pekerjaan.."

"Baiklah kalau begitu! Apakah kamu membawa daftar riwayat hidupmu hari ini? Atau softcopynya, mungkin?"

"Aku ada softcopynya. Boleh kukirimkan melalui surel?"

"Tentu! Kirimkan saja melalui surel, lalu nanti sore kamu akan mendapatkan konfirmasi apakah diterima atau tidak. Ini alamat surelnya," dia memberi selembar kertas pada lelaki berambut merah itu. Yang diterima dengan anggukan kepala, sekaligus senyuman.

amore ; panwink✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang