[Universitas Seoul, Seoul, Korea Selatan]
Hari itu matahari bersinar di balik awan kumulus yang berwarna putih. Suhu di kota Seoul cukup dingin, minus empat derajat celsius. Mahasiswa yang datang untuk belajar merapatkan mantel tebal mereka ketika angin berhembus dengan cukup kencang, membawa suhu dingin semakin menusuk tulang.
Begitu juga halnya dengan lelaki dengan rambut merah yang mencolok pemandangan. Dia sedikit merapatkan mantel bermotif tartan –gabungan warna hijau dan hitam, sangat kontras dengan warna rambutnya. Orang lain bisa dengan mudah menemukan si rambut merah yang namanya sudah terkenal satu fakultas.
Dia baru saja keluar dari bilik anjungan tunai mandiri yang terdapat di dekat gedung perkuliahan Fakultas Teknik. Seulas senyuman merekah di wajahnya begitu dia kembali memasukkan kartunya ke dalam dompet bertambal kain perca warna-warni yang membuatnya menarik –berbeda daripada yang lain.
Dia sudah mendapatkan uang hasil kerjanya –dia sudah mentransfer sejumlah uang untuk pembiayaan administrasi perkuliahannya, yang mana status mahasiswanya tidak akan gugur saat dia bahkan belum punya kesempatan mengerjakan tugas akhirnya –juga dia sudah membayar tagihan tempat tinggalnya untuk satu tahun ke depan, membuat dia sudah bisa bernafas dengan lebih lega karena tunggakan dari Universitas sudah lunas –dan dia sudah memperpanjang masa sewa kamarnya.
Dengan sedikit melompat dia berjalan menyusuri trotoar di samping Fakultas Teknik, hendak kembali ke Fakultasnya yang berada cukup jauh dari Fakultas Teknik –harus melewati danau yang membeku karena musim dingin belum usai. Tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu –tetap berjalan dengan sedikit melompat-lompat karena dia bahagia, dia masih bisa melanjutkan kuliahnya dengan lega.
Lelaki itu sangat berterima kasih kepada Tuan Brengsek Amoral –begitu nama kontak di ponselnya, karena dia mendapatkan honor yang sangat-sangat besar. Nominal itu merupakan nominal paling besar yang pernah dia terima seumur hidupnya. Dua puluh juta won. Setelah melunasi semua tunggakannya, dia bahkan bisa menggunakan sisa uangnya untuk kebutuhannya selama dua tahun ke depan, memasukkan uang ke rekening tabungannya yang lain –yang selama ini saldonya nyaris kosong, juga sebenarnya dia bisa pindah ke tempat yang baru, yang lebih besar.
Tapi dia memilih untuk tidak meninggalkan kamarnya yang lama karena letaknya yang strategis, di tengah kota –memudahkannya untuk pergi ke manapun. Untuk ke tempat kerja, tidak terlalu jauh. Pergi ke kampus pun tak perlu memakan ongkos yang banyak. Jika dia pindah ke tempat lain, itu akan membuatnya kembali sesak karena harus melunasi tunggakan lainnya, yang pastinya tidak bisa dilunasi dalam sekejap seperti ini.
Dia terus melompat-lompat, terlihat jelas raut sumringah di wajahnya yang manis. Orang-orang di sekitarnya tampak keheranan ketika melihat si rambut merah yang biasanya berjalan tergesa kini tampak lebih rileks –namun melompat-lompat seperti ada yang salah dengan pikirannya. Dia hendak pergi ke bagian administrasi guna memberikan konfirmasi jika dia sudah melunasi tunggakannya.
Tidak, sebenarnya dia bermaksud datang ke sana hanya sekadar untuk pamer. Dia jengah dengan si kepala botak yang selalu meremehkan dirinya.
Dia sangat jengah jika mengingat si kepala botak yang hobi mengejek dirinya tak akan lulus dari Universitas tersebut –yang mana dia masuk ke sana dengan penuh pengorbanan. Meski ini adalah Universitas ternama, namun tetap saja ada orang-orang seperti si kepala botak dan si lipstik oranye –salah satu rekan kerja si kepala botak yang juga hobi mengejek dirinya tidak akan lulus dan diancam akan dikeluarkan dari kampus karena tidak bisa melunasi tagihan administrasi.
Tapi sekarang dia bisa membuktikan jika dia bisa melunasi semua tunggakkannya, tanpa berhutang ke orang lain –dengan pengorbanannya yang mencari pekerjaan kesana kemari. Sejak awal, dia memang bertekad akan memberi pembuktian kepada orang-orang menjengahkan seperti mereka supaya mereka bisa diam dan menutup mulutnya karena menyesal telah berkata seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
amore ; panwink✔
Fanfiction🌺𝙘𝙤𝙢𝙥𝙡𝙚𝙩𝙚𝙙🌺 ❝𝐚𝐥𝐥 𝐲𝐨𝐮 𝐧𝐞𝐞𝐝 𝐢𝐬 𝐥𝐨𝐯𝐞❞ ㅡ 𝘓𝘢𝘪 𝘒𝘶𝘢𝘯𝘭𝘪𝘯 ❝𝐭𝐡𝐞𝐧, 𝐰𝐨𝐮𝐥𝐝 𝐲𝐨𝐮 𝐭𝐞𝐚𝐜𝐡 𝐦𝐞 𝐰𝐡𝐚𝐭 𝐢𝐬 𝐥𝐨𝐯𝐞?❞ ㅡ 𝘗𝘢𝘳𝘬 𝘑𝘪𝘩𝘰𝘰𝘯 Lai Kuanlin, seorang Direktur Utama Perusahaan Perbankan terbesar di...
