Bab 62 : Acumen

1K 185 104
                                        

Hari mulai berlalu layaknya biasanya. Burung-burung terus berkicau kala pagi menjelang. Bumi terus berputar pada porosnya. Matahari terbit setiap pagi seperti biasa. Kehidupan terus berjalan, dan belum usai, masih terus berlanjut sampai akhirnya akan tiba.

Kendati beberapa masih dalam suasana berduka, yang mana sangat wajar bagi individu untuk berada di dalam masa berduka, mereka tetap menjalani hari seperti biasanya. Tidak bisa tinggal diam, bukankah begitu? Semuanya harus terus berjalan, sesuai dengan jalannya masing-masing.

Begitu pula halnya dengan kedai kopi yang berada di sudut bagian Sinsa. Kesibukan masih berjalan layaknya biasanya. Kedai kopi Pippy yang kini namanya cukup melejit itu mampu menjual hampir tiga ratus cup kopi dalam sehari. Sebuah kemajuan yang sangat signifikan. Sebuah perubahan yang membuat kedai itu semakin sibuk setiap harinya.

"Berita terhangat datang dari Sutradara ternama Kang Daniel yang tengah berada dalam proses perceraiannya......"

Dia mengangkat kepalanya begitu mendengar berita yang tengah disiarkan melalui stasiun televisi KBC itu. Acara gosip yang kerap memberitakan kabar terhangat dari sederet aktor maupun aktris yang terkenal di Korea. Tak jarang, berita itu mengandung unsur provokatif yang membuat para pemirsanya tergugah untuk menyimak berita yang mereka siarkan. Salah satu teknik jurnalisme yang terkadang disalah gunakan.

"Dia bercerai dengan istrinya ya?"

"Iya, sepertinya sutradaranya selingkuh, deh. Yah, tahu sendiri bagaimana dunia hiburan. Mungkin saja dia bermain di belakang istrinya."

Dia menoleh, menatap dua orang pelanggan yang tengah menunggu pesanannya siap. Sedikit menunduk, dia merasa miris karena sudah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, dan bukan begitu faktanya.

"Nona-nona, jangan berasumsi buruk jika kalian belum tahu faktanya."

Entah bagaimana bisa kalimat itu terlontar dari ranumnya. Dengan berani dia menegur pelanggan yang menjadi sumber utama pendapatan kafe tempatnya bekerja. Jika bossnya dengar, mungkin sebuah teguran akan terlayang padanya.

"Memangnya kau tahu apa? Tahu gosip terkini?!"

"Aku tahu yang sebenarnya terjadi bukan seperti itu, nona."

"Sutradara Kang sendiri sudah mengakui jika dia tidak lagi merasakan cinta dalam pernikahannya! Sudah pasti dia punya yang lain, bukannya begitu?!"

"Iya! Sudahlah, memangnya kau tahu apa, sih?! Ah, sudahlah! Semua laki-laki sama saja! Kau bicara begitu karena kau laki-laki juga, 'kan! Kau pasti membela Sutradara Kang yang berselingkuh! Ah kasihan betul istrinya!"

Dia menarik nafas dalam-dalam. Percuma saja dia berusaha membungkam bicara orang-orang. Word of Mouth yang berasal dari mulut orang-orang memang tidak bisa dikontrol bagaimana penyebarannya, bagaimana sifatnya, positif atau negatif.

Usai dua orang itu mendapatkan pesanannya, mereka pergi dari kedai. Meninggalkan sosok yang kini berperan sebagai kasir itu dengan pikirannya yang melayang kemana-mana. Memikirkan ucapan dua pelanggannya tadi, memikirkan gosip yang disiarkan di mana-mana, memikirkan bagaimana kondisi seseorang yang kini tengah sibuk dengan urusannya, dan memikirkan seseorang yang sudah satu minggu tak dia temui. Seseorang yang dia rindukan, yang meminta izin untuk mengambil waktunya sendiri.

Dia memahami, sosok yang bertambat di hatinya itu memang membutuhkan waktu untuk sendiri. Banyak hal yang terjadi dengan sangat cepat dalam kurun waktu beberapa hari saja. Menghujam dengan cepat, seperti  teori jarum suntik atau teori jarum hipodermik yang biasa disebut dalam komunikasi, di mana kabar yang berdatangan itu berperan seperti jarum suntik yang menghujam, memberi pengaruh kepada siapa saja yang menjadi sasarannya.

amore ; panwink✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang