Acara pertunangan Alice akhirnya dilaksanakan setelah ada perdebatan antara Shania dan Beby. Memang pada awalnya Beby tak setuju dengan keputusan anak perempuannya itu. Tapi atas bujukan Shania, Beby akhirnya menerima walau ada sedikit rasa tidak suka.
Beby tak mau ikut campur dalam segala hal yang dipersiapkan untuk pertunangan Alice. Ia hanya memberikan Shania sejumlah uang untuk mengurus semuanya. Bukannya tidak mau mengurusi pertunangan anak kesayangannya, hanya saja Beby masih enggan menerima apa yang akan terjadi setelah ini. Ia belum bisa menerima kalau setelah ini status gadis kecilnya adalah tunangan orang.
Dan hari ini acara tersebut dilakukan. Hanya keluarga dan teman-teman terdekat saja yang diundang. Tidak ada media dan semacamnya karena Beby yang menolak.
Tentu Keluarga Kinal ikut hadir di acara pertunangan Alice dan Arnold. Awalnya Jeven enggan datang dan mengajak sang kakak pergi ke Bandung. Tapi Veranda yang mengetahui kelakuan anak perempuannya itu langsung memarahi sepasang adik-kakak itu dan akhirnya rencana tersebut batal.
Dan di sinilah mereka saat ini, duduk di sofa panjang berwarna biru tua dengan tangan yang sedari tadi tak berhenti memasukan makanan ke dalam mulut. Tak jarang pula Kenzo dan Kenzie yang duduk di samping mereka terdengar memanggil orang-orang yang berlalu-lalang.
"Double A kemana? Tumben belum nongol." Celetuk Kenzo sembari mengunyah kue kering.
"Masih ganti baju kali." Balas Kenzie.
Jeven melirik sang kakak yang masih saja diam. Ia tahu seberapa hancurnya Juven saat ini. Namun mau bagaimana lagi, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Meski rasanya aneh melihat Juven yang cerewet kini diam dengan wajahnya yang datar.
"Ci Alice kok mau, ya, sama kak Arnold?" Pertanyaan Kenzo mendapat pukulan di kepalanya dari Kenzie. "Kok dipukul sih?!" Serunya kesal.
"Lagian, tuh mulut bisa aja kalo ngomong." Gumam Kenzie tampak acuh.
Semua orang sudah datang dan menunggu acara di mulai. Alice dan Shania sudah turun dari lantai dua, namun Beby serta si kembar juga belum turun. Entah apa yang ketiganya lakukan.
"Kak Juven, liat deh!" Seruan Kenzo tak mendapat respon apa-apa dari Juven. Ia terus diam dengan mulut yang mengunyah. "Kak Juven! Liat ke atas! Om pilong mau ngedance, ya?" Ucap Kenzo sembari tertawa kecil.
Karena penasaran, Kenzie, Jeven dan Juven langsung menoleh ke atas. Tepatnya ke arah tangga. Terlihatlah Beby yang berjalan bersama si kembar dengan mengenakan pakaian yang tak seharusnya dikenakan di pesta seperti ini. Bagaimana tidak, Beby serta kedua putranya mengenakan jogger pants abu-abu yang dipadukan dengan hoodie jumper berwarna hitam serta sepatu sneakers putih. Benar-benar santai dan seperti orang akan berlatih dance.
"What?" Gumam Jeven ketika melihat ketiga orang itu.
"Ini mau acara tunangan atau mau bikin video cover dance?" Ucap Juven yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Tak jauh beda dengan keempat orang itu, semua orang yang hadir pun juga terkejut melihat Beby dan kedua putranya. Style yang salah namun membuat ketiganya tampak keren. Bahkan Shania dan Alice yang melihat ketiganya sampai melongo. Shania kira, style baru yang Beby maksud tadi adalah style yang benar-benar baru. Ternyata inilah style yang Beby maksud.
"Orang gila." Geram Shania menahan emosinya.
Sementara Beby yang sudah berdiri di samping Shania serta Alice, tampak santai saja. Padahal ia tahu Shania akan memarahinya habis-habisan. "Hai!" Sapanya tanpa dosa. Dan delikan lebar ia dapatkan dari istri tercintanya.
"Sebentar, ya, semua?" Kata Shania merangkul lengan Beby dan menariknya menjauh dari sana. "Ikut aku," bisiknya penuh penekanan.
Saat mereka sudah di tempat yang lumayan sepi, tangan Shania dengan entengnya melayang di kepala Beby. "Aduh!" Ringis Beby memegangi kepalanya. "Kok dipukul sih, sayang? Sakit tau." Rengeknya manja.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Everything 2
FanfictionAda banyak cerita yang bisa kita pelajari dalam hidup. Dari kesabaran sampai merelakan. Kisah cinta yang berawal dari sebuah rasa takut akan kehilangan dan berubah menjadi cinta sejati. Berbuahkan seorang putra tampan, pandai dan menggemaskan. Tak a...
