Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Kakak Selalu SIBOOOK

2.4K 132 10
                                        

Tuut!

Tuut!

"Halo, kenapa sayang?"

"Kakaak.." Rengek Shani

"Iya kenapa?"

"Hari ini sibuk gak?"

"Hari ini kaya biasanya, aku masih ngampus dan lanjut magang. Ini lagi mau sarapan. Kenapa?"

"Temenin aku beli kemeja putih buat sidang besok." Pinta Shani dengan nada manja.

Besok merupakan hari dimana Shani akan melaksanakan sidang di kampusnya. Dia belum menyiapkan kemeja putih untuk sidang besok. Akhirnya Shani meminta pada Viny untuk menemaninya belanja. Tapi bukan Viny namanya kalau sehari-harinya tidak sibuk. Hal itu tentu membuat Shani kesal pada kakaknya itu.

"Oh iya ya besok kamu sidang.. Ee.. maaf ya? minta anterin Gre ya? Atau sama temen kamu deh."

"Ck! Biasa banget sibuk mulu!" Dengus Shani kesal.

"Ya gimana, Shan. Aku kan emang magang pulang malem kaya biasa. Maaf ya? Jangan marah.."

"Hhh.. yaudah! Tapi ntar malem gausah latihan nemenin aku pelajarin PPT."

"Loh kamu gak latihan?" Tanya Viny sedikit kaget dengan pengucapan yang kurang jelas karena ada makanan di mulutnya.

"Iyaa. Aku musti belajar itu lagi."

"Iya iya. Ntar aku balik magang ke kamu ya. Ntar aku izin dulu ke Kak Tedy."

"Jangan bohong! Awas aja!" Ancam Shani.

"Iya sayaang janji. Yaudah udah dulu ya, aku telat nih. Bye sayang! Semangat sidangnya!" Ujar Viny setelah menghabiskan susu hangatnya.

•••

"Hai, maaf ya lama. Tadi macet."

"Iya gapapa kok. Yuk."

Erzo segera melajukan mobilnya setelah Shani duduk di sebelah kursi kemudi.

Ayah Erzo mempunyai perusahaan arsitektur terkenal di daerah Tangerang. Terkadang dia memang membantu ayahnya mengurus perusahaannya itu. Ayahnya juga mempunyai apartemen di sekitar Jakarta dan mereka tinggal di apartemen tersebut. Untuk itu, Erzo sejenak meninggalkan kuliahnya di Jogja untuk membantu ayahnya di sini.

"Tadi aku bingung jalan ke rumah kamu, makanya lama. Maaf ya, Shan." Ujar Erzo memecah keheningan.

"Iya gapapa kok. Makasi ya udah nyempetin buat nganterin aku.. eh tapi emang kamu gak sibuk?"

"Ngga kok. Aku cuma bantuin ayah dikit-dikit aja. Udah izin ayah juga buat main." Jelasnya yang diangguki oleh Shani.

Keheningan kembali muncul. Masih ada rasa janggal diantara keduanya, karena memang sudah lama tidak berbicara secara langsung seperti ini.

Setelah sampai di sebuah mall, mereka berdua segera memasuki outlet brand ternama dimana Shani biasa membeli pakaiannya. Tentunya Erzo mengikuti kemanapun Shani mau. Karena memang sewaktu mereka berpacaran pun Erzo yang selalu menemani Shani berbelanja.

"Ini bagus deh buat kamu, Shan." Ujar Erzo menunjukkan salah satu hoodie pink pada Shani.

"Ee.. aku cuma mau beli kemeja aja kok, Zo." Balas Shani ragu.

"Gapapa ambil ini ya. Buat kenang-kenangan hehe."

"Ah ng-ngga usah gapapa ih." Tolak Shani dengan wajah malu-malu.

"Ambil aja, atau aku pulang nih." Ancam Erzo iseng.

"Ih kok gitu.. y-yaudadeh. Makasi ya."

Akhirnya Shani menerima hoodie itu dan segera menuju ke kasir untuk membayar.

Detik Terakhir [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang