Tigapuluhsembilan

86 2 0
                                        

Suasana konser sangat ramai bahkan waktu masih beberapa jam tetapi antusiasme dari para army memenuhi gedung. Aku dan devan mengisi kursi saja. Posisinya agak dibawah tidak terlalu atas jadi agak santuy sambil liat bias nari-nari. Annisa mengeluarkan lightstick yang ia bawa didalam tas juga beberapa photo card biasnya yaitu seokjin.

"Rame bener padahal masih lama lho" Kata devan, bingung.

"Iyaaa. Mungkin sebelum kita datang, mereka udah stay disini duluan. Bahkan ada yang sampe sambut di bandara juga" Jelas annisa. Devan hanya ber-oh saja tanpa berkata apapun lagi.

Mendadak perut Devan berbunyi minta diisi. "Aduh pake lapar segala lagi" Ucapnya pelan.

"Kamu kenapa Van? Laper?" Tanya annisa. Devan mengangguk. "Diluar ada tukang nasi uduk, tadi aku liat"

"Kamu gapapa sendiri disini?"

"Gapapa ko daripada kamu pingsan nanti"

Devan tak ada pilihan lain iapun bangkit dari tempat duduknya, berjalan kearah pintu exit. Begitu susah devan untuk lewat dikarenakan banyak sekali fangirl maupun fanboy yang datang ke konser bias mereka. Gak nyangka ternyata korea memiliki fans yang banyak.

Ihh itu siapa sih? Ganteng banget.

Iyaa ada juga fanboy ganteng

Kira-kira dia datang sama siapa?

Ko sendirian sih dia

Devan menghiraukan bisikan-bisikan gaib tersebut dan tetap berjalan. Kini devan sudah afa diluar, matanya melirik kesana-kemari mencari tukang nasi uduk yang dimaksud oleh annisa tadi. Lebih baik devan memesan lewat grab food aja tinggal nunggu.

"Woi Devan" suara sapaan itu membuat devan mengangkat kepalanya. Aulia, pacar Bima juga ikut konser yang sama. "Lu lagi ngapain disini?"

"Nunggu orderan"

"Didepan gerbang juga banyak tuh tukang makanan, mager banget"

"Kenapa lu ga bilang daritadi"

"Yaa kan mana gue tau"

"Lu ko sendirian?"

Aulia menghembuskan nafasnya. "Ada ko rame-rame ga kayak lo jones" devan hanya menatap datar kepada aulia. "Btw annisa dimana?"

"Ada didalam"

Aulia merasa sudah menghancurkan mood devan lebih baik ia segera pergi dari hadapan monster yang satu ini. "Kalo gitu gue duluan" devan mengangguk. Aulia pergi meninggalkan devan.

Didalam ruangan pula, annisa mendengarkan lagu bts map of soul : persona. Lagu kesukaannya didalam Title track ini adalah home dam mikrokosmos. WhatsApp annisa menerima satu notifikasi yang membuat ia amat kaget. Bagas kembali chat aku dengan nomor baru setelah aku menghapus seluruh kontak dengannya.

+62xxxxxxxxxx
Online

Ini bagas, tlng sv nomor yak nis:v

Iyaya

Jujur annisa merasa malas save nomor pria tersebut yang telah membuatnya sakit hati. Sehingga tak mau berurusan lagi dengannya. Tetapi sekarang sudah ada devan, sang penolong. Malaikat berwujud iblis jahanam. Devan itu ibarat malaikat memiliki sayap putih tetapi memiliki tanduk berwarna merah dikepalanya, serta jubah hitam, dan ada lingkaran putih disekitaran area kepalanya.

Devan kembali dengan membawa banyak makanan. Agar selama menonton konser tidak perlu kemana-mana. "Astaga devan banyak banget" Kaget annisa.

Spontan in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang