Enampuluhsembilan

97 1 0
                                        

Sekolah terpaksa dihentikan akibat pandemi covid19 yang menjalar ke seluruh dunia imbasnya semua aktivitas didunia ini terhentikan selama dua minggu. Banyak terjadi pro dan kontra untuk melakukan lockdown. Ada yang tak terima karena pekerja buruh harian dan ada yang terima karena mereka dari kalangan berada. Berbagai kejadian mewarnai saat pandemi, Para tahanan dibebaskan dengan mendapatkan surat asimilasi tetapi itu justru membuat kejahatan semakin tinggi, sering lihat diberbagai televisi pemberitaan isinya hampir membahas kriminalitas marak dan memaksa semua orang untuk tetap waspada. Himbauan dari pak presiden untuk tetap dirumah saja membuat sebagian orang jenuh, awalnya senang karena bisa istirahat tapi makin kesini rasanya seperti dikurung dalam rumah. Bahkan hal ini tak terjadi di Indonesia saja tapi seluruh dunia kena imbasnya.

Pandemi ini menjulur dengan cepat. Dulu sebelum Indonesia masuk dalam daftar kasus covid19. Pemerintah pernah bilang bahwa Indonesia tidak akan kena covid19 karena imunnya kebal. Bahkan ada meme bertebaran dimana-mana tentang warga +62 yang kebal dan obatnya hanya teh hangat serta di kerok saja. Rupanya hal yang dianggap sepele oleh warga +62 kini berdampak luas, bahkan sampai sekarang. Pasien yang terkena virus ini sudah melebihi 100k. Dulu pada saat awal-awal, angka kematian covid19 melebihi yang sembuh hal ini menjadi momok tersendiri tapi sekarang? Yang sembuh lebih banyak daripada yang meninggal. Satu lagi fenomena yang sudah biasa kalian lihat di berita televisi ada beberapa warga dari berbagai kalangan daerah mengambil paksa jenazah mereka karena mereka mengakui bahwa pasien tidak mengidap covid19 melainkan penyakit lain.

Tapi disatu sisi ada benarnya tindakan mereka karena banyak rumah sakit yang memasukan data pasien yang sudah meninggal kedalam daftar covid19 dengan alasan agar pemakamannya bebas dari biaya padahal meninggal hanya karena jantung atau yang lain. Tapi satu sisi justru kurang memungkinkan mereka bebas dari covid19 bahkan para perebut paksa jenazah ini di swab test dan mereka semua hasilnya positif, terpaksalah di karantina.

Apalagi waktu virus ini muncul hampir membuat umat muslim merasa kesal karena virus ini masih saja merebak saat bulan ramadhan, tak ada sholat tarawih, ngabuburit tidak diperbolehkan karena saat itu PSBB masih berlaku, bahkan lebaran juga terasa berbeda karena tidak bisa mudik dan biasanya jalanan menuju puncak ramai oleh wisatawan yang hendak menghabiskan waktu cuti bersama idul Fitri, terpantau lengah bahkan kosong.

Sekolah yang tadinya diselenggarakan dengan riang bertemu teman-teman, bertatap muka, tugas dikerjakan bersama-sama, Piket dilakukan juga bersama-sama, ghibah bareng teman-teman, main game bersama-sama, bahkan uang jajan stabil. Tapi ketika pandemi ini mulai, semua itu tinggallah kenangan saja, dari peristiwa ini kita menyadari bahwa kebersamaan adalah yang paling utama serta tak dapat digantikan oleh apapun itu.

Kini ilmuwan-ilmuwan diseluruh dunia tak terkecuali Indonesia berlomba-lomba untuk menemukan vaksin covid19. Virus ini sama saja seperti SARS dan MERS. Penyakit yang dideritanya cukup ringan tetapi jika dalam dosis yang besar bisa menghentikan pernafasan. Juga penularan yang sangat cepat. Dinegara Tiongkok sebagai sumber virus ini juga amat mengerikan, beberapa orang disana sampai jatuh pingsan di trotoar jalan. Ada yang sampai mengalami kejang-kejang serta sesak nafas akut.

Tapi yang sedih itu para bias Comeback cuman gabisa tour atau konser :( hanya konser dalam negara saja. Terus tahun ini juga semua bias bias pada Comeback kayaknya mereka gabut dirumah saja mangkanya bikin album terus supaya makin suseh kite sebagai Kpopers terlebih lagi mulfand. Apalagi Agustus sekarang bts blackpink Comeback barengan udah kek apaan aja Comeback barengan. Duhh gue jadi takut kalo liat chart music didunia yang dulu isinya musisi barat ehh di kuasai oleh raja dan ratu ini:) tapi tak apa semoga saja tahun depan menjadi lebih baik dari sekarang. Walau kata who pandemi akan sepenuhnya berakhir pada 2022, mungkin saja 2021 adalah tahun peralihan. Biarkan waktu berjalan, kita hanya mengikuti dan tak pantas untuk bersungut-sungut atas keadaan yang lumayan kritis.

Tapi untungnya bulan Januari proses perceraian antara Runi dan fahri berjalan baik hingga sampai tanggal 8 February bertepatan dengan ulang tahun devan. Proses itu selesai dan mereka wajib membiayai devan sampai umur dua puluh lima tahun setelah itu lepas dari tanggung jawab. Devan sangat lega, karena semua ini berakhir bahkan itu terakhir kalinya devan menatap kedua orang tua asuhnya dan mengucapkan terimakasih banyak pada mereka. Awalnya Devan tak menerima tapi setelah dipikir-pikir, mereka tak seburuk yang Devan pikirkan.

***

20 Maret 2020

Devan merasa bosan sekali sekolah sekarang dilakukan secara daring, laptop dari tadi nyala apalagi handphone. Dia mengejarkan tugas yang diberikan guru. Tapi kebanyakan malah chattingan sama kawannya.  Duhh kelas dua belas gue gini amat, niatnya pengen pamer senior ke junior malah pandemi. Gabisa unjuk gaya dong.

Laptop Chacha terus nyala karena sedang melakukan zoom meeting tapi Chacha melakukan afk dengan mengedit bahwa dirinya sedang duduk diam mendengarkan ocehan guru. Tapi yang sebenarnya dia lakukan hanyalah bermain tiktok. Cintaku bukan diatas kertas...

Handphonenya berdering terus menerus, pesan chat WhatsApp mulai bejibum satu persatu. Membuat Bagas merasa terusik dari tidurnya. Ia Mematikan ponselnya serta tidur kembali, melanjutkan mimpi buruknya.

Mata fokus membaca soal dan menulis berbagai banyak rangkuman tapi telinga berdendang oleh musik. Sesekali Annisa bernyanyi sampe yang harusnya ia tulis dibuku IPA itu soal malah lirik lagu yang ia nyanyikan.

***

Desember 2020

Akhir dari tahun yang begitu menyedihkan bagi sebagian orang. Terlebih lagi akhir tahun kali ini dirayakan tidak berjalan-jalan seperti tahun lalu dikarenakan macet. Juga sering dilakukan rekayasa lalu lintas oleh polisi. Tapi aku masih bisa duduk berdua bersama annisa, dihalaman belakang, sambil memandangi langit yang sekarang indah tanpa awan tanpa bintang tanpa bulan hanya gelap. Semoga saja ditahun depan, 2021, waktu yang lebih baik dari 2020 ini. Aminn.

"Sudah lama kita tidak seperti ini" Devan mengusap rambut Annisa yang bersandar dipundaknya. "Tapi kali ini suasananya sungguh berubah tidak seperti dulu bisa main kemanapun sekarang tempat wisata kebanyakan pada tutup"

"Iyaaa kesel sekali" Annisa membenarkan ucapan devan sambil makan popcorn yang dia masak tadi. "Tapi enak sekali malam ini, adem juga dingin"

Devan yang tadinya menatap kelangit kini melihat ke wajah annisa sambil tersenyum. "mau aku peluk?" Devan mengeratkan pelukannya lalu mencium kening annisa. "Tapi sekarang udah ga dingin lagi kan?"

"Masih sih tapi kalo kehangatan takut bablas"

"Ihh kamu bisa saja ngomongnya"

"Tapi urusan orang tua asuh kamu sudah selesai?"

"Alhamdulillah susah itukan sudah selesainya sebulan yang lalu tepat saat ulang tahunku bahkan kamu yang bikin suprise buat aku uhhh udah lupa yaa"

"Hehe maaf basa-basi doang biar gak hening"

"Tapi kemarin kue buatan aku enak gak?"

"Hmmm kue ulang tahun itu?" Devan mengangguk. "Ahh pasti beli itu iyakan?" Tuduh Annisa karena tak percaya. Devan menggelengkan kepalanya. "Tapi kalo itu buatan kamu kok enak banget sih"

Devan tertawa kecil. "Kan aku bikinnya karena kamu kalo bukan karena kamu masakan apapun yang aku masak pasti rasanya hambar"

"Tapi kue yang kamu buat enggak hambar bahkan aku makan banyak lho saking enaknya"

Devan tersenyum. "Aku seneng saat kamu makan banyak kue buatan aku. Itu membuat aku merasa bahagia dan juga puas kerja keras aku tiga hari tiga malam tidak terbuang sia-sia" Sekali lagi devan bahagia apalagi dalam batinnya ia amat sekali bahagia tak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Sebuah kecupan kecil mendarat dibibir Devan. Pria itu sedikit terkejut dan matanya melotot. Jantungnya berdebar cepat dan otaknya sulit untuk fokus. Tak adil jika dirinya yang mulai, maka aku menyempurnakan aksinya. Memperdalam kecupan ini sampai kami berkeringat satu sama lain.

Malam yang indah, akhir tahun yang menyenangkan.

***

Spontan in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang