malam di rumah

1.2K 201 44
                                        

Vanesha Pov

Pada akhirnya aku harus mengalah,menerima keputusan Ibu untuk kembali ke rumah suaminya,aku fikir Ibu juga harus bahagia di masa tuanya,toh sekarang aku punya Ale,aku sudah tidak takut dengan siapapun.

Semuanya masih sama,bahkan kamarku juga masih sama,kepindahanku ke rumah ini tentu saja tanpa sepengetahuan Ale,bukan berarti aku tidak akan memberitahunya,aku pasti akan cerita pada dia,tapi nanti!tidak sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Semuanya masih sama,bahkan kamarku juga masih sama,kepindahanku ke rumah ini tentu saja tanpa sepengetahuan Ale,bukan berarti aku tidak akan memberitahunya,aku pasti akan cerita pada dia,tapi nanti!tidak sekarang.

"Papa senang akhirnya kamu mau memaafkan Papa"

Pria ini masih sama,selalu bersikap manis jika di depan Ibuku,"aku belum memaafkanmu,aku mau ke sini karna ingin membahagiakan Ibu"balasku

Suasana seketika hening,Ibu juga tidak berusaha mengeluarkan kata-kata,beliau hanya menatap kami,lebih tepatnya menatapku yang masih bersikap dingin pada suaminya.

"Papa janji tidak akan melakukan kesalahan yg dulu Sha"

Aku hanya menatap dia,lalu bergantian menatap Ibuku,detik selanjutnya aku segera melangkah mengabaikan mereka,masuk ke dalam dan mengunci pintu.

Pesan yang sudah aku kirim pada Ale,masih belum di balas,bahkan belum ada tanda-tanda dia membacanya,akhir-akhir ini dia memang terlihat sangat sibuk.

Akhirnya aku memutuskan mandi lalu pergi ke rumah Ale,aku ingin memasakan sesuatu untuk dia.

Ale Pov

Sudah pukul tujuh malam,dan aku melihat rumahku sudah terang,menandakan ada seseorang di dalam sana,aku tersenyum,sudah aku pastikan ada Vanesha di dalam,karna semenjak dia memasang pintu baru pada rumahku,aku memberikan kunci padanya,aku tidak ingin dia menungguku di luar rumah.

"Aku pulang"

"Hai,aku baru saja selesai masak"ucapnya

Dan lagi,dia juga membeli peralatan dapur di rumahku,"masak apa?"tanyaku

"Ada pokoknya,kamu segera mandi yaa"balas Vanesha

Aku mengangguk,lalu segera masuk ke dalam kamar mandi,bekerja rutin seperti ini ternyata membuatku senang,karna aku bisa memiliki penghasilan yang cukup,satu minggu sekali uang itu akan aku berikan pada Vanesha,aku mempercayakan semuanya pada dia,hingga tanpa aku sadari rumahku sekarang lebih lengkap isinya,semua itu Vanesha yang membeli dan memasukan ke dalam rumah,lalu dia juga benar-benar merenovasi rumah ini,sekarang tempat tinggalku sangat terawat juga layak untuk di huni.

Aku mengangguk,lalu segera masuk ke dalam kamar mandi,bekerja rutin seperti ini ternyata membuatku senang,karna aku bisa memiliki penghasilan yang cukup,satu minggu sekali uang itu akan aku berikan pada Vanesha,aku mempercayakan semuanya pada dia,...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana pekerjaanmu?"tanya Vanesha

"Baik,semuanya lancar"jawabku

Aku selalu memakan masakannya dengan lahab,apapun yang dia buat semua terasa sangat lezat dan aku selalu menyukainya.

"Aku sedang membuat lukisan,nanti akan di masukan ke pameran"ucap Vanesha

"Oh ya?bagus dong"balasku

"Aku melukis wajahmu"ucap Vanesha

Seketika aku berhenti mengunyah,aku menatap gadis di depanku,"kenapa?kamu tidak suka yaa?"tanya Vanesha

Aku meletakkan sendok,lalu meminum air putih satu gelas hingga tandas.

"Tidak,aku hanya merasa sangat spesial"jawabku

"Kamu memang spesial Ale"balas Vanesha

Aku tersenyum,lalu segera menarik tengkuknya dan mencium keningnya sekilas.

                                     ***

Setelah selesai makan,aku dan Vanesha memilih duduk di depan rumah,rumahku tidak ada televisi,Vanesha sudah menawariku untuk membeli,namun aku tolak.

"Kenapa pesanku belum kamu baca?"tanya Vanesha

Ah iya,aku baru ingat jika aku memiliki ponsel,aku lebih sering mengabaikannya daripada memainkan benda itu.

"Aku lupa"jawabku jujur

Vanesha menatapku,lalu dia sedikit memukul lenganku,"lupa bagaimana?"tanya Vanesha

"Lupa kalau aku punya ponsel"jawabku

"Lalu sekarang ponselmu dimana?"tanya Vanesha

"Sepertinya masih di jaket,sebentar aku cek"jawabku

Aku pun beranjak dan masuk ke dalam rumah,mengambil jaket yang tergantug di salah satu sudut rumahku,benar!ponselku masih berada di dalam saku jaket.

"Ini"ucapku sembari memberikan ponsel tersebut pada Vanesha

"Kamu benar-benar tidak memainkan ponselmu?"tanya Vanesha

Aku mengangguk sembari menengguk kopi hangat yang sudah Vanesha buat untukku.

"Aku bekerja di tempat isi ulang bahan bakar Sha,makanya aku juga jarang bermain benda itu"jawabku

Vanesha menganggukkan kepala,mungkin dia sekarang sudah mulai faham alasanku kenapa tidak membalas pesan-pesannya.

"Jangan membuat aku cemas yaa"ungkap Vanesha

Aku tersenyum,lalu tanganku terulur untuk membenarkan anak rambutnya ke belakang telinga.

"Jangan cemasin aku,justru aku yang selalu mencemaskanmu"balasku

"Semenjak aku dapat jam kerja yang teratur,aku sulit mengantar jemputmu ke rumah dan kampus,kadang aku takut terjadi sesuatu padamu"lanjutku

Vanesha mematung,dia sedikit menghindari tatapanku,"ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"tanyaku

"Tidak Lee"jawab Vanesha

Dan aku terkejut ketika tiba-tiba dia memelukku,aku segera membalas pelukannya,Vanesha seperti cahaya dalam hidupku,aku fikir selamanya akan hidup tidak teratur,aku fikir selamanya aku akan menikmati diskotik setiap malam,semenjak Vanesha hadir dalam hidupku,aku seperti memiliki alasan untuk berjuang,aku memiliki alasan untuk bahagia,dan tidak ada alasan untuk masuk kedalam diskotik,untuk mabuk apalagi untuk tidur bersama wanita di dalam hotel,aku lebih senang di rumah,makan masakannya Vanesha dan duduk santai seperti saat ini bersama kekasihku.

"Kamu percayakan,kalau aku bisa menjaga diri dengan baik?"tanya Vanesha

"Tentu,tentu aku percaya padamu,hanya saja aku kadang sedikit mencemaskanmu"jawabku jujur

Lalu Vanesha memamerkan gelang di tangan kirinya,gelang keberuntunganku,"aku sudah memiliki ini,jadi percayalah aku bisa menjaga diri dengan baik,aku sudah tidak takut apapun"ucap Vanesha

Aku tertawa "bertelanjang di depanku,berani?"tanyaku menggoda Ale

"Auuwwwww"

Seketika Vanesha memukul dadaku dan aku pura-pura kesakitan,"jahat sekali sih"ucapku

"Kamu yang nyebelin"balas Vanesha

"Aku hanya bercanda"kataku

"Itu resikoku"gumam Vanesha

"Resiko apa?"tanyaku

Lalu Vanesha sedikit mendorong tubuhku,dan dia melangkah ke dalam rumah.

"Memiliki pacar berandalan sepertimu"jawab Vanesha sedikit berteriak,aku tertawa mendengar jawabannya.

#tbc,,
Ada yang nungguin update.an cerita ini gak?

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang