Seorang gadis dengan masalalu yang kelam,hampir di renggut kesuciannya oleh Ayah tirinya,hingga membuat dia mengalami trauma baik secara psikis atau pun mental,dia yang dulu ceria,sekarang memilih diam dan sangat tertutup,bahkan jika bersentuhan den...
Saat aku berjalan menyusuri koridor kampus,banyak sekali para mahasiswa yang tengah asik membicarakan Ale,bahkan tak sedikit dari mereka juga menatapku seperti mengintimidasi,memang!hampir semuanya tahu tentang hubungan kami.
"Katanya dia udah jomlo"
"Beneran putus dari cewek aneh itu?"
"Iyah"
"Asiiik,berarti bisa deketin Ale dengan mudah"
"Ale baru sadar kali,kalo ceweknya aneh"
"Atau jangan-jangan Ale emang cuma pengen main-main sama cewek itu"
"Having seks mungkin"
Rasanya aku ingin marah ketika mereka membicarakan hubunganku dengan Ale,mereka tidak berhak menilai hubungan kami seperti itu,yang terjadi bukan Ale mempermainkan aku,justru aku yang sudah membuat dia kecewa dan marah hingga hubungan kami benar-benar selesai.
"Vanesha Lee,,Vanesha"
Aku memandangi seluruh ruangan kelasku,kedua mataku terpaku ketika menemukan sosok Ale di mejanya,dia tengah asik berbincang dengan beberapa wanita,dia benar-benar mengabaikan aku.
"Sha"
"Hai gusti"
Mungkin Gusti merasa iba padaku,dia menyapaku dengan senyum yang di paksa,bahkan dia masih saja memandangku sampai aku benar-benar duduk di kursiku.
"Ini"
Sebuah susu kotak rasa strawberry,aku tersenyum,sudah beberapa hari ini Gusti selalu membawakan susu kotak untukku,dia seperti kurir.
"Dari widi?"tanyaku
"Iyah,dia selalu mencemaskanmu"jawab Gusti
"Terimakasih,akhir pekan ini aku akan datang ke Cafe"balasku
"Auuww"
"Eh sorry-sorry!gak sengaja,tumpah yaa?"ucap Zea
Sepertinya dia memang sengaja menyenggolku hingga susu kotak yang hendak ku minum jadi tumpah,aku menatap Zea lalu berpindah ke Ale,dia hanya menatapku tanpa ada rasa cemas atau marah pada Zea,tidak seperti dulu,Ale benar-benar membuktikan ucapannya.
"Anggap saja kita tidak saling mengenal"
"Kalau jalan hati-hati dong"tegur Gusti pada Zea
"Kan gue udah minta maaf,gak sengaja kok"balas Zea
"Ale-"
"Gusti udah,aku gak papah kok,hanya tumpah sedikit"potongku,jika Ale bisa bersikap seperti itu,maka aku juga bisa sama seperti dia.
Mungkin bagi Ale,kesalahan yang sudah aku buat adalah sesuatu yang besar,aku sadar itu.Aku tidak marah pada dia,aku memaklumi sikapnya sekarang.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.