pelampiasan yang gagal

1.3K 195 51
                                        

Ale Pov

Aku fikir Vanesha akan mendengarkan aku,dia akan menuruti perintahku,ternyata salah!kedua telinganya tuli,bibirnya yang manis itu hanya bisa mengucapkan kalimat iya saja.

Hampir tiga bulan lebih aku bekerja,mengumpulkan uang untuk dia dan Ibunya,aju tidak pernah meminta uang itu sepeserpun,karna aku tahu bagaimana caranya bertahan hidup di jalanan.

Apa dia tidak sadar?betapa sulitnya aku bekerja?mengubah gaya hidupku seperti orang pada umumnya?meninggalkan kebiasaan burukku setiap malam di diskotik?aku ingin berubah,berubah untuk diriku sendiri,agar aku tidak hanya di terima oleh Vanesha saja,melainkan Ibunya juga.

"Lu gila yaa?"tanyaku pada Gusti

"Adanya ini Lee,minum saja"jawab Gusti

Saat fikiranku sedang kacau seperti ini,Gusti hanya membelikan aku soft drink dalam kemasan kaleng.

"Aku butuh minuman yang lebih berat dari ini"ucapku

"Gak ada,lagian ini bukan di diskotik,kita lg di pinggir jalan"balas Gusti

"Makanya gue mau ke diskotik"ucapku lagi

"Gak usah!bahaya,entar berakhir di ranjang hotel kayak kebiasaan buruk elu dulu"balas Gusti

Akhirnya aku menyerah,aku membuka tutup kaleng minuman yang mengandung soda,tidak terasa apa-apa,hambar sekali.

"Elu gak mau dengerin penjelasan Vanesha?"tanya Gusti bersuara

Aku masih memilih diam,rasanya emosiku belum stabil,aku tidak ingin mematahkan tulang rahangnya sahabatku itu.

"Jangan egois lah Lee,dia pasti punya alasan"lanjutnya

Lalu aku melempar kaleng minumanku yang sudah tandas tak tersisa,apapun alasannya Vanesha,tetap saja aku sulit menerima.

"Gue udah berkorban dan berjuang untuk dia,dia juga sudah janji,tapi ternyata dia bohong sama gue,menurut elu gue harus tetap terima alasan yg dia beri?"tanyaku

"Berpacaran dengan dia ngebuat gue ngambil komitmen besar dlm hidup,lu tau yg paling nyiksa gue apa?"lanjutku lagi

"Apa?"

"Gue gak bisa buang sperma,sial!!"jawabku

Gusti tertawa,dia terlihat begitu puas menertawakan aku saat ini.

"Berarti beberapa bulan ini elu gak ngeluarin sperma?"tanya Gusti dengan sisa tawanya

Aku hanya menggelengkan kepala,dan Gusti semakin melebarkan mulutnya untuk menertawakan aku.

Aku sudah biasa hidup bebas,jadi jangan menghujat aku karna kebiasaan-kebiasaanku selama ini,berpacaran dengan Vanesha bukanlah hal yang mudah,tapi percayalah hanya dia yang mampu membuatku patuh,bahkan saat Vanesha membelikan ponsel,merenovasi rumahku,aku tidak berkuasa untuk marah,bahkan protes pun tidak.

"Dia mencintaimu Lee"ucap Gusti

Jika Vanesha memang mencintaiku,maka aku pun sama,bahkan lebih,tidak seharusnya dia membohongiku seperti ini.

"Bullshiit!!"umpatku

"Jangan samain Vanesha dengan cewek-cewek yang coba deketin elu,dia berbeda,dia lembut,juga tulus"ucap Gusti

Mendengarkan Gusti bicara rasanya kepalaku semakin berdenyut,aku memilih beranjak.

"Elu mau kemana?"tanya Gusti

Aku mengabaikannya,aku enggan menjawab atas ungkapan-ungkapan dari dia.

"Lee jangan tinggalin gue,ini udah malem"ucap Gusti

SILUET KEHIDUPANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang