memikirkan keputusan

1.4K 205 35
                                        

Ale Pov

Dengan perasaan yang sangat tidak nyaman,aku membersihkan darah di bagian telapak tangan kanan Vanesha dengan alkohol,dia masih menangis,namun tidak terisak seperti beberapa menit yang lalu.

"Aauuuwww,sakit Lee"ucap Vanesha dengan wajah menahan sakit

Dengan seksama aku memperhatikan tangannya,ternyata ada beberapa luka disana,mungkin terkena goresan dari pecahan botol kaca.

"Aku kasih antiseptik dulu yaa?lukanya di tutup kalau kamu sudah mandi"ucapku

Vanesha mengangguk dengan pelan,setelah aku selesai membersihkan darah itu,aku memberikan handuk yang masih bersih kepada Vanesha.

"Mandilah dulu,aku mau ganti sprey"kataku

Vanesha mengikuti perintahku,dia masuk ke dalam kamar mandi,sedangkan aku?aku mengganti sprey baru.

Vanesha mengikuti perintahku,dia masuk ke dalam kamar mandi,sedangkan aku?aku mengganti sprey baru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ale"

"Hai,udah selesai?"tanyaku

Vanesha mengangguk,"kemejanya kebesaran,celananya gak bisa di pakai"ungkap Vanesha

Aku tertawa pelan,dia terlalu polos menurutku.

"Jadi aku pakai celanaku yang tadi"lanjutnya

"Iyah,besok kita beli baju untukmu,sudah malam sekarang"balasku

"Iyah,besok kita beli baju untukmu,sudah malam sekarang"balasku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ale"

Vanesha memundurkan dirinya,seolah takut aku dekati.

"Ah iya maaf,aku hanya mau membenarkan kancing kemejamu"ucapku

Vanesha segera menunduk,lalu dia membenarkan kancing kemejanya sendiri.

"Maaf yaa"lanjutku

"Gak papah,kamu mandi gih"balas Vanesha

Aku pun mengangguk,lalu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.

Vanesha Pov

Rasanya sedikit lebih baik dari sebelumnya,berada di rumah Ale yang serba sederhana ini,aku merasa sangat nyaman,tidak ada rasa was-was atau takut lagi.

Aku dan Ale sudah berada di atas ranjang bersama,kami tidur berdampingan,namun Ale seperti menjaga jarak,dia tidak mengajakku bersentuhan secara fisik.

"Sha"

"Hmm"

"Kalau kamu tidak nyaman,aku pindah tidur di bawah,pakai karpet"ucap Ale

Aku berfikir sejenak,rasanya tidak mungkin aku membiarkan Ale tidur di bawah,apalagi di atas karpet.

"Jangan,kamu tetap di sini"balasku

"Tapi nanti kamu-"

"Aku percaya sama kamu"potongku

Aku menatap Ale,laki-laki itu masih saja memandang ke langit-langit kamarnya,"Ale,aku ini kotor"ucapku

Ale baru memandangku,dia menatapku sangat tajam,hingga membuatku sedikit takut,"jangan bilang seperti itu,kamu gak kotor,ngertikan?"tanya Ale penuh dengan penekanan.

Seperti terhipnotis,aku pun menganggukkan kepala dengan yakin,hingga akhirnya aku dan Ale memilih untuk tidur malam ini.

Ale Pov

Saat pagi sudah datang,aku melihat Vanesha tengah sibuk di dapur,ah iyah!semalam kami lupa makan,setelah mandi kami memutuskan untuk tidur,pasti Vanesha sangat kelaparan pagi ini.

"Kamu masak apa?"tanyaku dengan mencoba membuka kedua mataku

"Ahh nasi goreng"jawab Vanesha

Aku tersenyum,Vanesha tidak semenyedihkan seperti hari kemarin,Vanesha sudah lebih baik,dia kembali menjadi semangat,kembali menjadi Vanesha yang selalu bersamaku.

"Kamu mandi,terus kita sarapan bareng"ucap Vanesha

Aku mengangguk,lalu menuruti perintah dari Vanesha,masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,aku fikir har ini kami tidak akan masuk kelas,aku mau mengajak Vanesha untuk membeli beberapa pakaian,aku tidak akan membiarkan dia kembali ke rumah itu lagi,masa bodoh dengan Ibunya,jika dia tidak bisa menjaga anaknya,maka aku akan menjadi orang paling depan untuk menjaga Vanesha.

                                  ***
"Hari ini kita gak usah masuk kelas yaa?"ucapku ketika kami sarapan bersama

"Kenapa?"tanya Vanesha

"Kita cari baju untuk kamu"jawabku

Vanesha memperhatikan penampilannya,lalu dia mengangguk patuh.

"Le"

"Hmm"

"Uang tabunganmu masih di aku,tapi tabungannya tidak aku bawa"ucapnya

Aku tersenyum,lalu mengacak rambutnya hingga terlihat sedikit berantakan.

"Aku masih punya uang,barang-barang kamu yang ada di rumah itu tidak usah kamu fikirin lagi,jangan kembali menginjakan kaki di sana"kataku

"Tapi Le-"

"Gak ada tapi Sha,kali ini kamu harus mengikuti apa kata aku"potongku

"I-iyah"jawab Vanesha

Aku harus membuat Vanesha melupakan kejadian kemarin,membuatnya sembuh dari luka batin yang di alami,setelah itu aku baru memikirkan bagaimana caranya untuk mengambil Vanesha dari Ibunya,ah tidak!bukan mengambil,tapi aku meminta izin pada Ibunya untuk menjaga Vanesha,menikahinya mungkin.

#tbc,,,
Selamat malam kasian kalo gak di next malam ini,nanti mamak-mamak pada susah tidur karena memendam penasaran juga dendam wkwkwk,,,

Terimakasih.

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang