Seorang gadis dengan masalalu yang kelam,hampir di renggut kesuciannya oleh Ayah tirinya,hingga membuat dia mengalami trauma baik secara psikis atau pun mental,dia yang dulu ceria,sekarang memilih diam dan sangat tertutup,bahkan jika bersentuhan den...
Dan benar,hari ini orang suruhan Papa datang menjemput kami,aku dan Vanesha.Mereka menunggu kami di depan rumah,sedangkan aku masih duduk di atas ranjang,rasanya sangat berat meninggalkan rumah ini.
"Aku akan bilang ke Papa,kepindahan kita di undur bagaimana?"tanya Vanesha
Di undur?cepat atau lambat aku pasti akan keluar dari rumah ini dan kembali ke rumah itu,jadi aku fikir akan percuma.
"Tidak usah"jawabku
"Ayo kita pergi"lanjutku
Barang-barang kami sudah di masukkan ke dalam mobil sedari tadi,dan sekarang aku keluar rumah,mengunci pintu rumah yang sudah di renovasi oleh Vanesha.
"Kita bisa datang ke rumah ini kapan saja"ucap Vanesha sembari merangkul lenganku
Benar,aku bisa kapan saja datang ke rumah ini,aku pun tersenyum,lalu melangkah dan masuk ke dalam mobil bersama Vanesha,motorku di pakai oleh salah satu dari orang suruhan Papa.
*** Tidak lama kemudian,mobil yang membawa kami telah sampai di halaman rumah yang sangat besar.
"Selamat datang Tuan Muda,Nyonya"ucap dari salah satu penjaga rumah Papa dengan sangat hormat.
Vanesha terlihat bingung,entahlah!mungkin dia sedang mengira ini bukan rumah,bangunannya hampir menyerupai hotel dengan pengawasan yang sangat ketat.
"Ayo masuk"ucapku sembari menggandeng tangannya
Akhirnya aku kembali masuk ke dalam rumah ini,benar-benar keterlaluan Papa membangun rumah sebesar ini.
"Oh Ale"
Sebuah suara memanggil namaku,ah aku melihat sosok Ruby,dia asisten di prumah ini sejak usiaku masih bayi,dulu dia masih terlihat muda,sekarang hampir semua rambutnya berwarna putih.
Aku tersenyum,lalu memeluk tubuhnya,benar!dia sudah tua sekarang,dia menangis di pelukanku.
"Jangan menangis,atau aku akan pergi lagi?"ucapku bergurau
"Jangan,tetaplah di sini"balasnya
"Sha"
"Hah"
"Kenalin,dia Ruby,dulu orang ini yang rajin memandikan aku"ucapku
Vanesha terlihat terkejut,begitu pun dengan Ruby,"waktu aku masih kecil"lanjutku
Detik selanjutnya Vanesha dan Ruby tertawa,lalu Vanesha menyalami Ruby dengan sopan dan penuh hormat,aku benar-benar mengagumi sosoknya.
"Dia kekasihmu?"tanya Ruby padaku
"Bukan"jawabku
"Dia Ibu dari anak-anakku"lanjutku
Ruby memukul lenganku,sedangkan Vanesha tersenyum dengan malu-malu.
Akhirnya aku menuju ke kamarku,sudah banyak hiasan rumah yang baru,bahkan sofa rumah pun sudah berubah,dan sepertinya Marisa benar-benar merawat rumah ini dengan sangat baik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.