hidup itu berjalan

1.2K 192 27
                                        

Ale Pov

"Sopir kamu dimana?"tanyaku pada Sydney

"Sudah pulang"jawabnya dengan enteng

Dia masih saja seperti dulu,manja dan kekanak-kanakan,bagaimana bisa dia menyuruh sopirnya pulang?sedangkan dia masih di sini.

"Aku mau pulang sama kamu Le"ucapnya

Aku membuang nafas dengan kasar,mencoba mengelola emosiku sendiri,aku masih menggandeng tangan Vanesha,tidak perduli bagaimana sikap Sydney,suka atau tidak?

"Aku pakai motor,gak mungkin kalo kamu naik motorku,sedangkan pakainmu seperti itu"balasku

"Aku carikan Taksi dulu"lanjutku

"Pokoknya kamu harus nganterin aku sampai rumah,TITIK!"ucap Sydney

Ah sial!!!

"Aku-"

"Anterin Sydney sampai rumah yaa"potong Vanesha

Aku segera memutar tubuhku,hingga menghadap pada Vanesha tanpa melepas genggaman tanganku.

"Kasihan dia"ucap Vanesha

Aku menarik nafas cukup dalam,rasanya sangat rumit bertemu dengan Sydney lagi,aku sudah terbiasa bebas,aku juga sudah terbiasa bersama Vanesha,dia yang tidak banyak menuntut dan menerima semua kekuranganku.

"Ale!"tegur Sydney

"Oke,aku anterin kamu sampai rumah,tapi tetep pake taksi"ucapku

Tak butuh waktu lama,aku sudah berhasil menghentikan sebuah taksi,aku membukakan pintu untuk Sydney,lalu sebelum aku masuk ke dalam taksi,aku menyempatkan untuk berpamitan pada Vanesha.

"Aku hanya mengantar dia sebentar,kamu masih ada kelas lukis kan?"tanyaku

"Iyah"

"Tunggu aku,kita pulang bareng,motorku kan masih di sini"ucapku

"Iyah Ale"balas Vanesha dengan tersenyum

"Aleeee ayok!"

Suara Sydney dari dalam taksi,merepotkan sekali dia,heran!kenapa dulu Ali sangat mencintai gadis seperti dia?

"Udah sana,kasihan dia"ucap Vanesha

Aku menganggukkan kepala,lalu menarik tengkuk Vanesha dan mencium keningnya sekilas,aku sengaja memamerkan kemesraan di depan Sydney,agar dia sadar aku siapa?dan dia siapa?

                                    ***

"Rumah kamu sudah pindah?"tanyaku saat aku sadar jika taksi berjalan tidak sesuai alamat rumah Sydney yang dulu

"Iyah"jawabnya

Aku memilih diam,sepanjang perjalanan Sydney bergelanyut di lengan kananku,rasanya risih sekali,tapi aku tidak bisa berbuat lebih,aku sudah hafal betul bagaimana sifat Sydney.

"Aku Ale,bukan Ali ney"ucapku

"Iyah aku tahu"balasnya

"Mau kamu Ali atau Ale,aku tidak peduli,kalian sahabat aku semua kan?kalian yang dulu selalu melindungi aku ketika di sekolah"lanjutnya

Benarkan yang aku bilang?Sydney tetaplah Sydney,si gadis manja juga keras kepala,dia akan selalu menuntut apa yang dia mau tanpa mau memperdulikan orang lain.

"Ney-"

"Kita main ke pantai dulu yaa?dulu kita kan sering main ke pantai"potongnya

Ah sialan!aku sudah terlanjur janji dengan Vanesha jika akan pulang bersama,sedangkan hari sudah hampir sore,jika sekarang Sydney mengajakku ke pantai sudah ku pastikan aku akan telat datang ke kampus untuk menjemput Vanesha.

"Selama ini kamu tinggal dimana le?"tanya Sydney ketika kami sudah di tepi pantai,kami duduk di bawah pohon yang cukup rindang.

"Di suatu tempat ney,tetap di Jakarta,aku tidak pernah pergi kemana-mana"jawabku

"Iyah,tapi dimana?alamat rumahmu"balas Sydney

"Ada di rumah temen"ucapku

Aku tidak akan memberitahu alamat rumahku pada Sydney,jika dia tahu,aku yakin dia akan sering berkunjung dan membuat hidupku repot.

"Setelah Ali meninggal,kamu sangat sulit di temui"ungkap Sydney

Aku diam,pura-pura tidak mendengarnya,aku tidak suka siapa saja mengungkit kematian Ali,itu sama saja membuka luka di hatiku.

"Aku juga merasa kehilangan Ali Le"lanjutnya

"Tapi aku sadar,kalau hidup harus tetap berjalan,kita harus ikhlasin dia Le"

Aku tersenyum,Sydney seolah tahu apa yang terjadi setelah Ali meninggal,dia tidak tahu bagaimana aku tersiksa karna sikap Ibuku yang selalu menyalahkan aku,hingga dia depresi dan mengakhiri hidupnya secara tragis.

"Jangan membahas kematian Ali,itu sudah lama berlalu"kataku

"Makanya kamu harus kembali,kembali ke rumah,kembali seperti Ale yang aku kenal dulu"balas Sydney

"Aku sudah nyaman seperti ini Ney"ucapku

Lalu aku beranjak,mengajak Sydney segera pulang karna hari sudah sore,aku tidak mau Vanesha menungguku terlalu lama.

                                    ***

"Sudah petang,aku langsung pulang"ucapku

"Ale"

"Hmm"

"Aku tidak suka kamu dekat dengan Vanesha"ungkapnya

Aku diam,menatap Sydney cukup tajam,mencoba menahan emosi dan berusaha memberi pengertian pada dia.

"Dia kekasihku,tidak mungkin aku menjauhi dia"ucapku

"Tapi Le-"

"Ney,aku Ale bukan Ali"potongku

Kedua mata Sydney sudah memerah,dia menahan air mata,"bukankah kamu yg bilang,jika kita harus ikhlasin kepergian Ali?aku sudah ikhlas,aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang,jadi kamu juga harus seperti aku,hidup tetap berjalan kan?"tanyaku

"Kamu jahat!!!"balas Sydney dengan memukul dadaku,lalu dia berlari masuk ke dalam rumah,aku membiarkan dia bersikap sesukanya,aku harus segera kembali ke kampus,sepanjang perjalanan aku merutuki kebodohanku,bisa-bisanya aku mengikuti kemauan Sydney.

"Semoga Vanesha belum pulang"ucapku dalam hati.

Vanesha Pov

Hari sudah petang,tapi Ale belum juga datang,motornya juga masih terparkir di kampus.

Hari ini aku bertemu dengan orang yang ada di masalalunya Ale,entah aku harus senang atau sedih?kedatangan Sydney sedikit memberikan gambaran bagaimana masalalu Ale,meskipun aku sedikit merasa tidak nyaman ketika Sydney memandangku.

"Sha"

Aku tersenyum ketika melihat Ale,nafasnya terlihat sangat pendek,sepertinya dia habis berlari?

"Minum dulu"ucapku dengan memberikan dia air mineral milikku yang aku beli tadi sore

Ale segera meminum air mineral itu hingga habis,"maaf,sudah membuatmu menunggu terlalu lama"ucapnya

Aku tersenyum,lalu mencoba membenarkan rambut Ale yang sedikit berantakan.

"Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum kembali ke rumah?"tanya Ale

"Iyah"jawabku

Ini akan menjadi kesempatan untukku menanyakan perihal Ali,iyah!aku sangat ingat tadi siang setiap Sydney membahas Ali,sikap Ale menjadi aneh,dia seolah ingin menutupi tentang Ali padaku.

#tbc,,
Selamat malam,beberapa hari ini Wp sedikit kurang sehat,gak cuma kalian yang merasa tidak nyaman,aku pun sama!

Tiap mau update gagal-gagal terus,kudu bolak-balik buka tutup buka tutup kek peraturan ganjil genap elaaaaah,mohon bersabar yaa?maaf jika membuat kalian tidak nyaman,terimakasih yang sudah bersabar menunggu karyaku dengan sangat antusias.

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang