Seorang gadis dengan masalalu yang kelam,hampir di renggut kesuciannya oleh Ayah tirinya,hingga membuat dia mengalami trauma baik secara psikis atau pun mental,dia yang dulu ceria,sekarang memilih diam dan sangat tertutup,bahkan jika bersentuhan den...
Sudah waktunya Ale kembali untuk bekerja di perusahaan,dia sudah cuti hampir satu bulan penuh,dan hari ini aku sengaja ikut suamiku bekerja di kantor.
Papa dan Marisa sedang pergi ke Belgia,masih dalam urusan bisnis sekaligus berlibur katanya.
"Aku meeting dulu yaa?"ucap Ale
"Iyah"jawabku
"Ah sha,kamu ikut saja bagaimana?"tanya Ale
Aku tersenyum,aku tahu apa yang di cemaskan oleh suamiku,dia takut aku mati di ruangannya karna di bunuh oleh rasa bosan.
"Aku disini saja,ruanganmu lebih menarik daripada ruang meeting"jawabku
"Tapi-"
"Benarkan yang aku bilang,jika tahu kamu akan seperti ini lebih baik aku di rumah bersama ruby dan pelayan-pelayan lainnya"potongku
Ale tersenyum,selanjutnya dia mencium keningku cukup lama,"okey,aku meeting"pamitnya lagi
"Iyah,good luck"balasku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku tersenyum,merasa sangat bangga melihat Ale berada di titik seperti saat ini,bukan karna dia kembali menikmati fasilitas keluarga Maliq,tetapi dia bisa kembali baik dengan Papa,mau membantu Papa untuk mempertahankan perusahaan keluarga,adapun aku dan Ale,kami menikmati sesuai porsinya,tidak terlalu berlebihan.
Setelah lama bersama dengan Ale,dan kami memutuskan untuk menikah,aku sadar!ternyata cinta yang dewasa itu adalah cinta yang mampu menerima perbedaan pendapat antar pasangan.
Cinta yang mampu menerima apa adanya,termasuk menerima bahwa dua individu yang berbeda itu pasti tidak akan selalu sama dalam segala hal,sehingga tidak ada yang merasa takut untuk mengutarakan pendapatnya,tidak ada yang merasa menyembunyikan jati diri,opini dan identitasnya untuk menghindari sebuah konflik.
Karena aku dan Ale sudah sama-sama dewasa,sehingga menyadari betul perbedaan pendapat tidak perlu menjadi pemicu konflik yang tidak perlu,justru menjadi sebuah kesempatan untuk sama-sama bertumbuh,karena dapat saling berdiskusi dan tahu betul bahwa ada sudut pandang yang berbeda.
Setelah kepergian Ale dari ruangannya aku memilih menghabiskan waktuku untuk membaca buku,ruangan yang di miliki Ale untuk bekerja memang terlampau luas,bahkan di sini memiliki satu ruangan seperti perpustakaan.
Ale Pov
Akhirnya aku bisa menyelesaikan meetingku sebelum jam makan siang datang,aku segera kembali ke ruanganku,dalam perjalanan aku mengecek ponsel,barangkali Vanesha mengirimku sebuah pesan.
"Tidak ada pesan yang masuk dari dia"ucapku dalam hati
Apa yang dia lakukan di ruanganku selama aku meeting?aku fikir sudah menghabiskan waktu cukup lama,dan dia?sepertinya terlalu asik di dalam ruanganku.