Seorang gadis dengan masalalu yang kelam,hampir di renggut kesuciannya oleh Ayah tirinya,hingga membuat dia mengalami trauma baik secara psikis atau pun mental,dia yang dulu ceria,sekarang memilih diam dan sangat tertutup,bahkan jika bersentuhan den...
Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di tempat kejadian,saat ini aku hanya bisa menatap suamiku terbaring lemah tak berdaya di atas bangkar rumah sakit.
Dengan memakai pakaian berwarna biru,tangan terinfus,lalu bernafas dengan bantuan oksigen,rasanya dadaku sangat sesak sekali.
Malam ini harusnya kami diatas ranjang bersama,seperti malam-malam sebelumnya,bahkan aku fikir malam ini aku dan Ale tidak akan tidur sampai subuh karena kami terlalu bahagia atas pernikahan ini.
Kenyataannya jauh berbeda,Ale tertidur sedangkan aku?aku tidak bisa tidur sama sekali,meskipun rasanya tubuhku sudah sangat lelah,mataku sudah berat,aku tidak ingin ketika Ale bangun,aku melewatkannya begitu saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Paman dan Selena sudah kembali ke rumah,begitu juga dengan Papa dan Marisa,aku tidak ingin semuanya merasa kelelahan dan sakit bersama-sama,biarkan malam ini aku dan Ibu yang berjaga.
"Sha"
"Ibu"
"Kamu belum tidur?"tanya Ibu
Aku menggelengkan kepala,"Ibu istirahat saja,aku masih ingin disini"jawabku
Tidak ada jawaban dari Ibu,aku fikir beliau sudah kembali tidur,tanganku terulur untuk menyentuh jari jemarinya Ale,disana ada cincin pernikahan kami,belum ada 24 jam kami memakai cincin ini.
"Ibu tidak tahu harus membayarmu dengan apa?kesalahan Ibu padamu sudah terlalu banyak"
Aku terhenyak mendengar penuturan dari Ibuku,namun aku mencoba menutup kedua mataku,mencoba mengontrol emosi dan detak jantungku agar tidak terjadi perbincangan yang terlalu berat tengah malam seperti ini.
"Dia mengancam Ibu,jika Ibu pergi menghadiri pernikahan kalian,dia akan melakukan sesuatu yang buruk pada salah satu anggota keluarga-"
"Jadi maksud Ibu,suami Ibu yang sudah menusuk Ale?begitu?"tanyaku memotong ucapan Ibuku
Tidak ada jawaban dari Ibu,"dosa Sha ke Ibu apa sih?kenapa Tuhan mengirim pria itu dalam kehidupan kita bu?kenapa Tuhan selalu membuat Ibu buta jika dia bukan pria yang baik?"ungkapku
Rasanya hatiku sangat sakit,teramat sakit sekali,aku memukul dadaku pelan,mengatupkan bibirku agar tidak bersuara oleh sebuah isakan.
"Untung saja Tuhan masih menyisakan rasa kasihan padaku sedikit,sampai detik ini Tuhan masih menyelamatkan hidup Ale meskipun keadaannya lemah seperti ini"ungkapku lagi dengan suara bergetar,aku sama sekali tidak memandang Ibuku,aku hanya memandang Ale yang belum sadar pasca operasi tadi sore.
"Maafkan Ibu Sha,maafkan Ibu"ucap Ibu
Selalu saja kata maaf yang Ibu katakan padaku,tapi dia tidak pernah sadar jika suaminya tidak jauh berbeda dari seorang iblis.
Aku tidak tahu setelah ini Ibu akan memilih siapa?aku atau suaminya?jika dia masih memilih suaminya,maka aku bersumpah!tidak akan pernah lagi aku berharap Ibu kembali dalam hidupku.
Aku cukup bahagia hidup bersama orang-orang yang Ale hadirkan dalam hidupku,Papa,Marisa,Paman,Selena,Gusti dan Widi.
***
Ketika pagi sudah datang,keadaan Ale masiu tetap sama,dia enggan untuk membuka matanya sebentar,hanya suara alat pendektesi jantung yang berbunyi di ruangan VIP yang sudah di pesan Papa untuk Ale.
"Selamat pagi"
Aku tersenyum samar ketika melihat sosok Marisa dan Papa datang,lalu mereka mendekatiku yang duduk di dekat Ale.
"Ibumu dimana?"tanya Papa
"Sedang keluar untuk sarapan Pa"jawabku
"Oh aku telat,Mama sudah bawakan makanan untukmu dan Ibumu"imbuh Marisa
"Terimakasih Ma,maaf sudah merepotkan"ucapku
"NO!jangan bilang seperti itu"balas Marisa
Aku memandang Papa,yang saat ini tengah memperhatikan keadaan putranya,dan tanpa sadar air mataku kembali jatuh,rasanya aku sangat bersalah,aku selalu menjadi beban dan masalah untuk Ale.
"Sha"
"Maafin Vanesha pa"ucapku dengan memukul dadaku sendiri,yang dari semalam rasanya masih saja sakit
"Sha-"
"Aku mohon,jeblosin dia ke penjara Pa,jangan biarkan dia bebas,hukum dia seumur hidup Pa,aku mohon"potongku
"Kamu ngomong apa sih sayang?"tanya Marisa
"Papa akan melakukan yang terbaik untuk kalian,tidak hanya kasus ini saja yang Papa bawa ke jalur hukum,tetapi kasus-kasus dia yang hampir memperkosamu juga akan Papa bawa"ungkap Papa
Deg!!!
Seperkian detik rasanya jantungku berhenti berfungsi,seperti luka lama yang kembali di buka,namun kali ini bukan untuk dibuat semakin parah,melainkan luka itu akan benar-benar diobati meskipun prosesnya pasti akan semakin sulit dan tidak mudah.
"Mas,ini ada apa sih?"tanya Marisa
"Terimakasih Pa"ungkapku lirih
Mungkin sekarang waktunya aku bersuara,membuka luka-luka dimasalaluku,untuk memberi pelajaran pada sang pelaku.
Aku akan membiarkan orang lain tahu tentang kisahku,meskipun itu bukan sesuatu yang bisa di banggakan,setidaknya kisahku ini bisa menjadi pelajaran untuk siapa saja.
Untuk orang tua yang seharusnya menjaga anaknya,untuk perempuan yang harus bisa menjaga harga diri atas tubuhnya dan untuk siapapun itu yang mau mengambil hikmah dari kisahku ini.