menyelesaikan

1.4K 210 26
                                        

Ale pov

Ada cahaya yang masuk,hingga membuatku silau,aku mencoba membuka kedua mataku secara perlahan,mencoba merenggangkan tubuhku yang terasa sangat kaku.

Aku sedikit melihat bayangan seorang Gusti disini,ini rumahku,lalu ada Gusti sekarang,bukankah terakhir kali aku bersama Zea di Bar?

"Elu auuuuwwwww-"

Tangan kananku segera terulur untuk menyentuh sudut bibirku,benar!ada luka,sudut bibirku sedikit robek.

"Kalau mabok jangan bikin rusuh bisa gak sih?"tanya Gusti

Rusuh?ah sial,aku ingat semalam ada orang yang menyenggol pundakku hingga aku terjatuh,aku tidak terima dan kalap menghajar dia.

"Elu yang bawa gue pulang?"tanyaku

"Vanesha"jawab Gusti

Aku terkesiap mendengar penuturan Gusti,bagaimana bisa Vanesha?rasanya tidak mungkin dia bisa datang ke Bar.

"Semalam gue nelfon Widi,minta tolong ke dia,ternyata Widi lg bareng sama Vanesha,akhirnya mereka berdua dateng ke Bar"ungkap Gusti

"Lalu?"

"Elu pulang sama Vanesha pake taksi,gue bawa motor elu,si widi bawa motor gue"lanjutnya

Aku menjadi gusar,rasanya tidak tenang sekali,semalam aku mabuk berat,sudah di pastikan aku bicara sesuatu yang sedikit memalukan,atau mungkin aku menyakiti perasaan Vanesha lagi.

"Bodoooooh"umpatku dalam hati

Aku mengedarkan pandangan di setiap sudut rumahku,keadaanya sudah rapi,Vanesha!pasti dia yang sudah merapikan rumahku yang memang tidak pernah aku rawat dengan baik meskipun sudah di renovasi.

"Semalam mereka juga tidur disini"ucap Gusti

"Mereka siapa?"tanyaku

"Vanesha sama Widi"jawab Gusti

Kedua mataku terbelalak,rasanya sulit di percaya,semalam sepertinya aku sudah membuat kekacauan yang cukup rumit.

"Cari siapa?"tanya Gusti

Namun aku memilih diam,enggan menjawab pertanyaan dari Gusti.

"Mereka sedang keluar,cari bahan yang bisa di masak untuk sarapan"ungkap Gusti

Mendengar itu semua,aku segera beranjak dan memilih masuk ke kamar mandi,aku tidak ingin Vanesha kembali dan melihatku dalam kondisi kacau seperti ini,semalam aku pasti sudah membuatnya repot.

Hingga beberapa menit kemudian aku mendengar suara Widi dan Vanesha,mereka sudah kembali,aku tidak tahu harus bersikap bagaimana di depan Vanesha,yang jelas aku sangat malu.

                                   ***
"Ale"

Aku hanya tersenyum ketika Widi menyapaku,aku menemukan Vanesha tengah sibuk memotong beberapa sayuran,dia hanya menatapku sekilas.

"Keadaanmu sekarang bagaimana?"tanya Widi

"Ah baik kok wid,ini hanya luka kecil"jawabku

"Semalam kamu-"

"Jangan banyak bertanya dengan dia,dia sedang tidak percaya diri wid"imbuh Gusti

Sialan!!Gusti berhasil mempermalukanku di depan Vanesha,akhirnya aku memilih duduk di luar rumah,membiarkan kedua sahabatku berkutat di dapur bersama Vanesha.

Tak selang berapa lama,Gusti datang dengan membawakan cangkir,dia memberikan padaku.

"Ini apa?"tanyaku

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang