Seorang gadis dengan masalalu yang kelam,hampir di renggut kesuciannya oleh Ayah tirinya,hingga membuat dia mengalami trauma baik secara psikis atau pun mental,dia yang dulu ceria,sekarang memilih diam dan sangat tertutup,bahkan jika bersentuhan den...
Aku terkejut dengan ungkapan Vanesha,setelah dia dari kamar Ali,wajahnya menjadi sendu,lalu dia memelukku begitu erat dari arah belakang,hingga aku merasakan gundukan payudaranya benar-benar menempel di punggungku.
Sekarang aku benar-benar membuat dia telanjang,ah tidak!dia masih memakai bra dan celana dalam,aku tengah asik mencium leher dan bagian dadanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vanesha memegang rahangku,kemudian dia melumat bibirku lagi dengan sangat intens,dia benar-benar terlihat sedikit liar,namun aku suka dan sangat menikmatinya.
Aku membawa Vanesha berbaring,sekarang dia berada di bawahku,aku tersenyum ketika melihat wajahnya yang tengah menikmati gairah.
Tanganku terulur kebawah,aku mengusap bagian perutnya yang rata,hingga turun ke bawah lagi,sekarang tangan kananku sudah berada di antara kedua paha dalamnya,iyah!tepat di bibir kemaluannya,dan aku fikir dia benar-benar sedang di bakar oleh gairah,karna celana dalamnya sudah basah.
"Kamu basah"ucapku
Vanesha segera membuka matanya,lalu tangan kirinya menyentuh celana dalamnya,aku tersenyum,wajahnya sangat menggemaskan sekali.
"Enak gak?"tanyaku
"Hah"
Aku mengusap kemaluannya dari luar celana dalam,bukan menjawab dia justru kembali menarik tengkukku dan melumat bibirku lagi.
"Alee aaah"
"Kamu-"
"Aku sudah tidak takut lagi"potongnya
Aku kembali tersenyum,lalu mencoba membenarkan anak rambutnya,mencium keningnya cukup lama.
"Ale"
Ucapnya ketika aku beranjak dari ranjang,tanganku segera membenarkan selimut untuk menutupi tubuhnya yang hampir naked,dan sudah berhasil aku jamah dengan tanganku.
"Kita melakukannya lain waktu,kamu belum siap Sha"ucapku
"Tapi-"
"Aku tidak tahu apa yang terjadi saat kamu berada di dalam kamarnya Ali,tapi urusan ranjang aku tahu semuanya,kamu belum siap,kita akan melakukannya lain waktu,pelan-pelan sayang"potongku
"Kamu mau kemana?"tanya Vanesha
"Ke kamar mandi,si kecil perlu di tenangin dulu,kamu tidurlah"jawabku sembari berlalu menuju kamar mandi
"Apa aku seperti gadis murahan?"
Sebuah pertanyaan yang sangat konyol,aku segera berhenti di ambang pintu kamar mandi,lalu berbalik menatap Vanesha yang tengah duduk di atas ranjang.
"Jangan memberi pertanyaan bodoh seperti itu,aku tidak suka,karena kamu bukan seperti gadis-gadis di luar sana"balasku
Selanjutnya aku benar-benar masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam dengan air hangat,berharap juniorku bisa di tenangkan dalam waktu singkat,aku tidak mau Vanesha merasa di abaikan.
Aku bisa saja melakukannya tadi,mengejar kepuasan batinku,mengajarkan hal baru pada kekasihku,tapi aku tahu!dia belum sepenuhnya siap,masih ada rasa takut yang Vanesha lawan sendiri.
Pengalaman pertama untuk seorang wanita itu sudah sangat menyakitkan,dan aku tidak ingin semakin membuat Vanesha sakit karna dia belum siap.
Vanesha Pov
Sesaat setelah Ale masuk ke dalam kamar mandi,aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan,rasanya aku sangat malu sekali.
"Bodoh kamu sha,bodoh!!!"gerutuku
"Ale pasti berfikir-"
"Aaah tau ah,lagian kalo emang dia tidak mau,seharusnya dari awal,udah hampir telanjang seperti ini dia baru sadar"gumamku sedikit jengkel.
Akhirnya aku memilih memunguti bajuku yang Ale lepas dan buang ke beberapa titik lantai kamarnya.
Sepertinya aku butuh sesuatu untuk menenangkan fikiranku,aku pun keluar dari kamar,tujuanku adalah dapur,aku sangat haus saat ini.
Suasana rumah sangat sepi,tidak ada pelayan-pelayan yang aku lihat seperti tadi siang atau saat aku makan malam tadi,mungkin mereka sudah beristirahat.
"Mama"
"Sha,kamu belum tidur?"tanya Marisa padaku
Aku mengangguk,lalu berjalan mendekati dia yang sedang berada di dapur.
"Kenapa?susah tidur yaa?"lanjutnya lagi
"Ah tidak,a-aku tadi menemani Ale mempelajari file-file perusahaan"jawabku terbata-bata karna bingung mau memberi alasan apa?
"Kamu mau aku buatkan minuman?"tanyanya
"Hah?"
"Jus brokoli dan lemon,dengan campuran honey sedikit"
"Boleh"jawabku
Aku memperhatikam tangan Marisa yang begitu cekatan membuat minuman,aku fikir dia benar-benar perempuan yang mandiri.
"Minumlah,rasanya sedikit tidak enak,tapi sangat bermanfaat untuk tubuh kita"ucapnya sembari memberiku jus buatannya
"Terimakasih"
"Sama-sama"
"Kenapa Mama belum tidur?"tanyaku
"Aku mendengarkan cerita Papamu hingga tengah malam,dia sangat senang,karna hari ini Ale dan kamu tinggal di sini"jawabnya
"Sha"
"Iyah"
"Tadi kamu hanya menemani Ale mempelajari file kan?"tanya Marisa
"Iyah,tentu saja"jawabku sedikit salah tingkah,karna saat ini Marisa menatapku dengan sorot mata yang mengintimidasi dengan senyum di bibirnya
"Lehermu banyak tanda merah,seperti-"
"Mama"potongku
Marisa tertawa,dan aku sungguh malu,baru hari pertama di rumah ini,sudah ketahuan jika aku dan Ale melakukan sesuatu yang gila.
"Kamu sangat lucu sekali"ucap Marisa dengan sisa tawanya,aku hanya mampu menundukan kepala,tidak tahu harus menanggapi seperti apa?
"Aku cari kamu dimana-mana,ternyata disini?"
Aku dan Marisa segera mencari sumber suara itu,ternyata Ale!dia sudah memakai piyama,hingga terlihat sedikit berbeda dari Ale yang biasa aku lihat.