Seorang gadis dengan masalalu yang kelam,hampir di renggut kesuciannya oleh Ayah tirinya,hingga membuat dia mengalami trauma baik secara psikis atau pun mental,dia yang dulu ceria,sekarang memilih diam dan sangat tertutup,bahkan jika bersentuhan den...
Malam ini Ale mengajakku keluar,aku tidak tahu dia akan mengajakku kemana?karna hari ini kami resmi berpacaran,dia ingin merayakannya katanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat Ale menggandeng tanganku sampai depan pintu sebuah cafe,aku segera menahannya.
"Kenapa?"tanya Ale
"Kamu yakin mau makan di sini?"balasku
Ale tersenyum,dia sedikit mengacak rambutku "pacarmu sudah punya uang utk mentlaktirmu di sini,ayo masuk"
Akhirnya aku mengikuti langkah Ale,dia benar-benar membawaku ke Cafe.
"Gusti"gumamku
"Hai Lee"sapanya,lalu dia segera mendekati kami berdua.
"Kalian datang berdua?"tanya Gusti
Ale tersenyum,lalu dia memamerkan genggaman tangan kami di hadapan Gusti "kami sudah resmi berpacaran,bawakan menu yang spesial di cafe ini untuk kami"
Kedua mataku membulat mendengar pernyataan Ale,dia benar-benar gila,bagaimana bisa dia melakukan hal konyol seperti ini?
"Selamat"balas Gusti sembari memukul dada Ale pelan
"Kalian duduk dulu,aku pesankan menu yg spesial,oke?"lanjutnya
Lalu Ale membawaku ke sebuah meja yang terletak di tengah-tengah cafe ini,aku mengamati wajahnya,dia terlihat bahagia,apa menjadi pacarku bisa membuat dia sebahagia itu?
"Kenapa liatinnya begitu?"tanya Ale
Aku segera menggeleng cepat,"baru sadar yaa kalau aku tampan?"lanjutnya
"Meskipun aku miskin,aku tetap saja tampan,bayangkan kalau aku jadi orang kaya"lanjutnya lagi
Aku tertawa,aku hanya ingin Ale bahagia,aku tidak peduli dia menjadi kaya atau miskin,Ale bahagia dan tetap di sampingku itu yang paling utama.
"Kalau kamu kaya,kamu tidak mungkin memilih gadis aneh sepertiku"ucapku
"Aku tetap memilihmu,kamu tidak aneh,kamu unik,jangan mau di sentuh pria lain selain aku yaa?"balas Ale
"Tapi kamu selalu di sentuh banyak gadis,apalagi kalau di kampus"ungkapku
"Kamu cemburu?"tanya Ale menggodaku
"Bukankah kalau sudah menjadi pacar,cemburu termasuk hak yg bisa aku dapat?"jawabku
"Tentu saja,mulai besok aku tidak mengizinkan gadis-gadis itu menyentuhku lagi"balas Ale
"Jangan,kasian mereka"kataku
Ale mendekatkan kursinya padaku,"aku tidak ingin membuatmu cemburu,cuma kamu yang boleh menyentuh aku"
Sungguh!apa seperti ini rasanya mencintai seseorang yang bisa mencintai diri kita?
"Silahkan di nikmati"ucap Gusti yang datang dengan beberapa menu untuk kami
Aku baru tahu jika Gusti bekerja di cafe ini,padahal aku sering melewati Cafe tempatnya bekerja,dari dulu Gusti tidak banyak berubah,dia masih saja menjadi laki-laki yang sopan.
"Alee"
Sebuah suara perempuan memanggil nama Ale,dia memakai pakaian seragam yang sama dengan Gusti,aku fikir dia juga pegawai di Cafe ini.
"Hai"
"Lama gak datang ke sini?"tanyanya
"Baru ada duit soalnya"jawab Ale
"Kenalin,dia Vanesha,pacar aku"lanjutnya
Aku tersenyum,"Sha,dia Widi,temen aku juga Gusti"kata Ale
"Widi"
"Vanesha"
"Ini serius pacar?bukan cewek yg besok pagi kamu campakan begitu saja kan?"tanya Widi
Aku menundukkan kepala,entahlah aku harus bereaksi seperti apa saat ini?aku tahu Ale memiliki reputasi yang tidak terlalu baik,tapi aku sudah terlanjur mencintai dia,selain itu aku juga sudah percaya dengan dia.
"Enggak,aku sudah janji akan berubah demi dia"jawab Ale
Aku sekilas menatap Ale,dia tersenyum padaku,aku percaya apa yang di katakan Ale sekarang bahkan aku selalu percaya dengan semua yang Ale katakan padaku,sekarang dan selamanya.
"Aku senang mendengarnya"ucap Widi
Dia terlihat baik,aku bisa merasakan ketulusannya,Ale tidaklah seburuk seperti yang orang-orang katakan,buktinya dia bisa memiliki teman seperti Gusti dan Widi,lalu memiliki Paman juga Selena,justru aku bisa mengenal orang-orang baik dari dirinya.
Ale Pov
Setelah malam ini aku selesai makan malam bersama dengan Vanesha di Cafe tempat Gusti bekerja,aku segera mengajaknya kembali pulang ke rumah.
Saat berdua dengannya diatas motor seperti sekarang ini,rasanya hidupku sangat berharga sekali,aku merasa benar-benar menjadi orang yang di harapkan,menjadi orang yang bisa di andalkan,hidupku menjadi berharga,tidak lagi seperti sampah atau seorang pembunuh seperti yang di katakan Ibuku dulu.
"Terimakasih untuk malam ini"ucap Vanesha ketika dia sudah turun dari motorku
"Kamu senang?"tanyaku
Vanesha tersenyum lalu mengangguk,aku senang,sekarang aku bisa sering menikmati wajahnya yang selalu tersenyum,tidak seperti dulu,tidak seperti pertama kali aku melihatnya.
Aku mencoba mencondongkan tubuhku,lalu dengan gerakan pelan aku mencium bibirnya,tubuh Vanesha menjadi kaku,tapi dia tidak mencoba berontak atau menjerit,aku hanya menempelkan bibirku,aku tidak melumatnya,aku menunggu reaksi seperti apa yang akan dia berikan.
"Sha"
"Are you okey?"tanyaku setelah melepaskan ciumanku
Vanesha masih saja diam,"tadi kamu-"
"Aku mencium bibirmu"potongku
"Kamu boleh memukulku sekarang"lanjutku
Vanesha menggelengkan kepala,lalu dia menatapku "aku masuk ke dalam yaa?"
"Besok ke kampus bareng kan?"tanyaku
"Iyah"jawabnya
"Selamat malam"lanjutnya,lalu dia segera memutar tubuhnya lalu berlari kecil masuk ke dalam rumahnya,aku tersenyum!kemajuan yang cukup baik,aku hanya ingin menyembuhkan lukanya,aku tidak ingin Vanesha terjebak dalam masalalunya,dia tidak boleh sepertiku,terjebak dengan masalalu hingga mencoba menghancurkan masa depanku sendiri,hingga sebagian orang menganggapku berandalan.
#tbc,, Selamat malam,semoga part ini bisa menghibur kalian semua yaa? Happy readyng guys,,,