menyimpan luka

1.7K 226 24
                                        

Vanesha Pov

Di dunia ini aku hampir tidak memiliki orang yang bisa ku percaya,termasuk Ibuku.Aku hampir gila karna beliau,ketika beliau menikah dengan seorang pembisnis tekstil,awalnya aku hidup bahagia bersama mereka,layaknya keluarga utuh.

Aku sangat di manja oleh Ayah tiriku,dia selalu memberikan apa yang aku butuhkan,bahkan aku memiliki sopir pribadi dari dia.

Namun semakin aku beranjak remaja,ada suatu kejadian yang membuatku sangat membenci Ayah tiriku,ketika sepulang sekolah,beliau tiba-tiba masuk ke dalam kamarku,menanyakan kegiatanku di sekolah seperti biasanya,namun aku terkejut ketika tiba-tiba dia mengunci kamarku dan hal yang menakutkan itu terjadi.

Aku ingin melupakan kejadian itu,tapi rasanya sangat sulit,setiap hari aku selalu bermimpi tentang kejadian itu,dimana saat itu Ayah tiriku hampir memperkosaku.

Dari kejadian itu,aku meminta Ibu untuk segera bercerai dan pindah dari rumah laki-laki jahat itu,namun Ibu tidak mempercayaiku,beliau justru mempercayai laki-laki itu.

Setiap hari aku selalu ketakutan di dalam rumah mewah itu,aku selalu menghindari pulang ke rumah jika Ibu tidak di rumah.

Pada akhirnya aku tetap bertahan di rumah menyeramkan itu,sampai pada usiaku 16thn,ketika aku memasuki kelas 10 SMA,kejadian itu hampir terulang lagi,dia mencoba memperkosaku,bahkan dia sudah berhasil mencium leher dan menyentuh kedua payudaraku,aku menjerit,aku menangis,aku meminta tolong,tapi tidak ada satu orang pun yang menolongku,ternyata semesta masih berbaik hati,karna ketika itu Ibu datang dan melihat kejadian itu.

Tanpa aku bicara,saat itu Ibu segera membawaku keluar dari rumah mewah yang seperti neraka untukku,namun tetap saja rasanya Ibu telat menolongku,tubuhku sudah kotor,meskipun dia belum sampai membuatku telanjang secara sempurna,inilah alasanku menjadi gadis aneh,aku tidak memiliki teman apalagi sahabat,bahkan aku sangat takut jika ada seorang pria mendekatiku.

Tanpa aku bicara,saat itu Ibu segera membawaku keluar dari rumah mewah yang seperti neraka untukku,namun tetap saja rasanya Ibu telat menolongku,tubuhku sudah kotor,meskipun dia belum sampai membuatku telanjang secara sempurna,inilah alasanku menj...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat ini aku terdaftar sebagai mahasiswi swasta di universitas mewah dengan beasiswa,aku bersyukur setidaknya aku tidak membuat beban untuk Ibuku,semenjak kami keluar dari rumah itu,hidup kami kembali menjadi sederhana,Ibu bekerja sebagai pegawai Bank.

"Hai"

Aku berjingat ketika ada sosok pria yang ku kenal bernama Ale tiba-tiba duduk di sampingku.

"Ini tempat umum,jadi aku boleh duduk dimana saja"ucapnya

Aku memilih menunduk,aku tidak ingin menanggapi ucapannya.

"Kamu mau kemana?"tanya Ale ketika aku berusaha beranjak dari kursi yang ku duduki.

"Aku mohon jangan ganggu aku"jawabku memohon padanya,bahkan suaraku bergetar hampir menangis.

Semua orang yang berada di kantin ini,menatapku.Aku tidak tahu mengapa Ale selalu menjadi pusat perhatian mereka.

Ale tersenyum,lalu dia memaksaku untuk duduk kembali "duduklah disini,selesaikan makanmu,biar aku yang pindah"

Lalu aku melihat Ale benar-benar pergi dari mejaku,dia duduk bersama Gusti,sahabatnya juga teman semasa sekolah dulu.

Saat dia sudah duduk bersama Gusti,ada beberapa gadis yang mendekatinya,mereka menawarkan makanan dan minuman untuk Ale.

Apa spesialnya dia?kenapa banyak sekali yang mengagumi sosok laki-laki berandalan seperti Ale?bahkan aku sering melihat Ale menggoda beberapa gadis di kampus ini,setiap harinya selalu saja berbeda,namun aku bisa tahu jika Zea yang selalu gencar mendekati Ale.

Ale Pov

Gadis itu hampir satu bulan menjadi mahasiswi di sini,namun dia tetap saja seperti pertama kali aku bertemu dengannya,selalu memakai celana panjang,baju lengan panjang,atau dia memakai baju berlengan pendek dengan di dobel jaket atau cardigan,rambut panjangnya terkuncir menjadi satu,kadang juga di gerai begitu saja,setiap jalan selalu menunduk,kemana-mana selalu sendiri,sungguh!aku sangat penasaran dengan gadis ini.

Bahkan jika di dalam kelas,dia hanya akan mengeluarkan suara ketika absen dan ketika di tanya oleh dosen,bibir tipisnya selalu tertutup.

"Nanti malam kamu ada acara gak?"tanya Zea

"Gak ada"jawabku singkat

"Nanti malam mau gak jalan sama aku?"tanya Zea lagi

"Aku sedang malas keluar rumah Zee"jawabku

Zea menatapku tajam,saat aku membalas tatapannya dia seperti kesal lalu pergi meninggalkan aku begitu saja.

"Le"

"Hmm"

"Jangan ganggu Vanesha lagi"ucap Gusti

Aku hampir tersedak mendengar ucapan Gusti yang hampir menyerupai permintaan.

"Kenapa?"tanyaku

"Pokoknya jangan!"jawab Gusti tegas

"Elu pacarnya?"tanyaku

"Bukan begitu-"

"Lalu?buat apa elu ngelarang gue?"potongku

"Dari dulu Vanesha memang sudah begitu,dia selalu takut jika ada lawan jenis mendekati dia"balas Gusti

"Serius?kenapa bisa gitu?"tanyaku

Sekarang aku justru ingin mengorek informasi tentang Vanesha dari sahabatku,kenapa tidak ku lakukan dari dulu?bodoh sekali aku!!

"Gue gak tau,dulu dia gadis yang ceria,setahu gue dia juga anaknya orang kaya,tapi saat kelas 9,dia berubah-"

"Berubaha gimana?"potongku,sungguh!aku sangat penasaran sekali tentang Vanesha

"Yah dia berubah jadi gadis yang selalu murung,dia selalu diam,bahkan aneh karna menjadi menutup diri dari orang lain,tidak hanya kami teman-temannya yang merasa kehilangan sosok Vanesha yang ceria dan cerdas,tetapi guru-guru kami juga merasakan hal yang sama"ungkap Gusti

Aku mendengar cerita Gusti dengan begitu seksama,aku sudah mulai mengerti sekarang,dia menyimpan sesuatu yang di sebut luka dengan sendiri,tanpa ia bagi dengan orang lain,sehingga dia berubah menjadi seperti itu.

#tbc,,,
Semoga suka dengan alurnya,terimakasih yang sudah exited dengan karya-karyaku.

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang