obrolan tengah malam

1.5K 197 27
                                        

Ale Pov

Hari ini aku pulang sedikit telat,karena harus bertemu dengan klien di luar kantor,ada perasaan berat sebenarnya,di saat aku mulai menikmati pekerjaanku,aku justru menghadapi mood Vanesha yang sering kurang baik karena hormon dari bayi kami.

"Besok aku free,waktuku satu hari full bisa untuk kamu"ucapku

"Tadi aku fikir masih bisa pulang sore,ternyata perkiraanku salah"lanjutku

"Besok aku ingin belanja"balas Vanesha dengan mimik wajah yang menyedihkan

Oh Tuhan,apa satu hari ini dia begitu tersiksa?sampai harus menampilkan wajah menyedihkan seperti itu?

"Okey,besok kita belanja"kataku

Seketika wajah istriku berubah,kedua matanya berbinar seolah mendapatkan harta karun yang sangat banyak.

Dalam pernikahan,ternyata yang paling pertama dan penting perlu kita lakukan adalah menaklukan diri sendiri.

Menaklukan ego kita untuk mementingkan keinginan kita semata,menaklukan perasaan bahwa kita selalu benar dan selalu berkorban,lalu pasangan yang selalu salah dan kurang berkontribusi,menaklukan gengsi untuk berkomunikasi efektif dan menaklukan berbagai hal negative dalam diri kita.

"Sha"

"Iyah"

"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu"ucapku

"Soal apa?"tanya Vanesha,dia beranjak dan memilih pindah duduk di sampingku yang sedang berbaring di atas sofa panjang.

"Soal apa?"tanya Vanesha,dia beranjak dan memilih pindah duduk di sampingku yang sedang berbaring di atas sofa panjang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu baca ini deh"ucapku dengan memberikan ponsel pada Vanesha

Aku mengamati wajahnya,hingga aku tersenyum ketika menyadari selalu ada toples kaca berukuran kecil yang selalu menemani dia.

"Bagi snack nya"kataku dengan mengambil isi dari toples tersebut

"Jadi kamu menyuruh Gusti untuk menempati rumah kamu?"tanyanya

"Rumah kita"tegurku

"Bagaimana menurut kamu?"lanjutku bertanya

Vanesha terlihat memikirkan sesuatu,memang berat sih?tapi aku fikir daripada rumah itu sering kosong,lebih baik Gusti tempati,kebetulan akhir bulan ini masa kontrakannya dia sudah habis.

"Aku terserah kamu,itu kan rumah kamu,kamu yang membeli"jawab Vanesha

"Tidak apa-apa kan kalau kita tidak bisa tidur di rumah itu lagi?"tanyaku

"Hanya untuk sementara"lanjutku

"Iyah,tidak apa-apa"balas Vanesha

"Terimakasih"ucapku lalu segera mencium perut istriku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Terimakasih"ucapku lalu segera mencium perut istriku

Vanesha tertawa,dan dia selalu saja akan seperti itu ketika aku menciumi perutnya yang semakin hari,semakin terlihat membesar.

Vanesha Pov

Setiap hari,ketika aku terbangun di tengah malam untuk buang air kecil,aku selalu menyempatkan dalam beberapa menit memandang wajah suamiku.

Bebannya tidak hanya aku saja,tetapi ribuan pegawai yang bekerja di perusahaannya,kadang aku merasa sangat bersalah jika tiba-tiba marah-marah dengan Ale tanpa alasan yang jelas,aku tidak menginginkan itu,tapi tetap saja aku lakukan.

Meskipun setelah semuanya mereda,aku selalu tidak lupa untuk mengatakan kata maaf padanya.

Meskipun setelah semuanya mereda,aku selalu tidak lupa untuk mengatakan kata maaf padanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kok belum tidur?"tanya Ale dengan suara seraknya,kedua matanya setengah terbuka.

Aku tersenyum,tangan kananku terulur untuk menyentuh wajahnya yang sedikit kasar.

"Baru selesai dari kamar mandi"jawabku

"Apa anakku rewel di dalam sana?"tanya Ale lagi

Aku tertawa,"tidak,kalau malam dia aman kok"jawabku

"Aku hanya ingin memandangmu beberapa menit saja"lanjutku

"Kenapa?"tanya Ale

"Karena kalau kamu sedang tidur terlihat sangat tenang sekali,berbeda saat aku melihatmu di kantor"jawabku

Ale tersenyum samar,lalu dia membuka kedua matanya sempurna,"di kantor aku bekerja"ucapnya

Aku mengangguk,mengerti keadaan seperti apa yang di hadapi suamiku jika di kantornya,namun kadang ada perasaan rindu melihat Ale memakai celana jins dengan kaos atau kemeja,lalu melihat dia dengan motor kesayangannya dan jaket jins nya,aku juga rindu melihat Ale dengan rambut gondrong.

"Mau sampai kapan kita saling memandang seperti ini hmm?"tanya Ale

Aku hanya diam,lalu mendekatkan wajahku pada dada Ale yang telanjang,hingga aku bisa mendengarkan suara detak jantungnya,aku meringkuk bak bayi koala.

Tangan Ale terulur untuk mengusap punggungku,bahkan dia menyelinap masuk kedalam kaos yang aku gunakan,dan tanpa aku sadari jika apa yang dilakukan Ale,membuatku sangat nyaman,hingga akhirnya rasa mengantuk menyerangku,lalu kedua mataku kembali terpejam.

#tbc,,,
Wohoooo selamat malam,selamat beristirahat semuanya,,,

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang