sedikit kacau

1.3K 200 27
                                        

Ale Pov

Sudah beberapa hari ini jam kerjaku sangatlah tidak nyaman,Sydney selalu datang ke kantorku,setelah beberapa waktu lalu aku dan Papa meeting bersama Om Hanzel,Ayahnya Sydney.

"Aku lagi kerja,please!!jangan ganggu aku"ucapku sedikit memohon dengan merendahkan suara.

"Aku tidak mengganggumu,kamu bekerjalah,aku hanya ingin duduk di sini melihatmu Ale"balasnya

Sial!!!murahan sekali wanita ini,padahal sudah jelas jika aku memiliki kekasih,bahkan di belakangku saat ini,lukisan milik Vanesha sudah terpasang sebagai hiasan.

Tok,,tok,,

"Eh ada tamu?"ucap Marisa ketika dia membuka pintu ruanganku

"Tante Risa"balas Sydney segera beranjak dan menghambur memeluk Ibu tiriku

"Tante lihat,beberapa hari ini kamu selalu datang ke sini?"tanya Marisa

Sydney mengangguk dengan tersenyum,"Aku hanya ingin melihat Ale saja,sudah sangat lama kami tidak bertemu kan?"balas Sydney

Marisa mengangguk,lalu dia menghampiriku,"bagaimana?ada kesulitan tidak?"tanya Marisa padaku

Aku membuang nafas dengan kasar,sembari meremas rambut kepalaku.

"Kenapa Le?"lanjutnya bertanya lagi

Seolah sudah tahu apa maksudku,Marisa tersenyum sembari mengusap pundakku.

"Sydney"

"Iyah tan"

"Bagaimana kalau sekarang kita ngopi atau ngeteh?sudah lama juga kan kita tidak bertemu dan berbincang?"tanya Marisa

Dalam hatiku bersorak gembira,benar kataku,Marisa tidak hanya memahami Papa saja,tetapi dia juga bisa memahamiku dan Vanesha.

"Hah!sekarang tan?ini kan blm waktunya istirahat?"balas Sydney

"Iyah sekarang,tidak apa-apa,nanti Tante bisa izin sama Om"ucap Marisa

"Oh begitu,baiklah"balas Sydney,dia sangat terlihat tidak suka,tapi aku juga tidak peduli.

"Ale,aku pergi dulu sebentar yaa?"

"Dari tadi aku kan sudah meyuruhmu pergi"balasku

Wajah Sydney semakin terlihat tidak suka,sedangkan Marisa tersenyum sembari menggelengkan kepala.

                                 
Vanesha Pov

"Jadi menurut info yang aku dapet,Ibumu dan Suaminya sudah pindah rumah Sha"ungkap Widi

"Pindah kemana?"tanyaku

Widi menggelengkan kepala,seketika itu dadaku rasanya sakit,bagaimana pun Ibu adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki,jika Ibu pergi tanpa aku tahu keadaannya,tentu saja membuatku merasa sangat cemas,bahkan sedikit ada rasa ketakutan yang aku miliki.

"Jangan cemas Sha,kamu bilang saja ke Ale,pasti Ale akan mencari keberadaan Ibumu dengan mudah,dia bisa menyuruh beberapa orang untuk mencari kan?"ucap Gusti

Menceritakan hal ini pada Ale?aku fikir bukan ide yang bagus,keadaan Ale saja masih fokus mengurus perusahaan,aku tidak ingin memecah konsentrasinya.

"Habisin makananmu"kata Widi menegurku

Aku pun mengangguk,lalu mencoba menghabiskan makanan yang sudah ku pesan,sekarang kami sedang berada di kantin kampus,Widi hari ini libur bekerja,akhirnya dia menyempatkan datang ke kampus untuk menyampaikan info yang sudah dia dapat tentang Ibu.

                                   ***

Saat hari sudah hampir sore,aku segera memutuskan kembali ke rumah,sedangkan Gusti dan Widi sudah pergi dari satu jam yang lalu.

Saat dalam perjalanan ke rumah,aku berfikir ingin memastikan keadaan rumah pria itu,aku hanya ingin memastika jika Ibu benar-benar sudah pindah.

"Emm Pak,boleh putar balik tidak?"tanyaku

"Nona mau kemana?"balas Roy,ajudanku.

"Emmm aku hanya ingin datang ke rumah Ibuku,hanya sebentar saja"ungkapku

"Baiklah"

"Tolong putar balik,antarkan Nona Vanesha ke rumah Ibunya"

Kata orang,kehilangan salah satu dari orang tua itu sangat menyedihkan,setengah nyawa dari diri kita seakan hilang,mungkin saat ini aku sedang merasakan hal itu,rasanya aku sangat gusar,aku tidak tenang,sekecewa apapun aku pada Ibu,tetap saja rasa itu akan kalah dengan besarnya rasa sayang yang aku miliki untuknya,tanpa terasa air mataku jatuh,aku segera menghapusnya,mencoba mengambil nafas yang cukup dalam agar sedikit tenang.

"Nona tidak turun?"tanya Roy setelah membukakan pintu mobil untukku

"Hah"

Aku ragu,namun pada akhirnya aku memutuskan untuk keluar dan mendekat pada gerbang rumah yang sudah tergembok,keadaannya sangat sepi,bahkan beberapa tanaman yang setiap hari di rawat Ibu sudah layu dan mati.

"Jadi benar Ibu pindah,lalu pergi tanpa memberitahuku?"tanyaku lirih

Dan lagi,air mataku kembali menetes,jika aku boleh memilih,aku ingin tetap bersama Ibuku,hidup bersama,bahagia bersama tanpa ada satu orang pun yang menyakiti kami hingga membuat kami terpisah seperti ini.

"Nona"

"Ah iya Roy"

"Sepertinya rumah ini sudah kosong"

Aku mengangguk pelan,membenarkan ucapan Roy.

"Kita pulang sekarang"ucapku,Roy mengangguk,dia segera berlari untuk membukakan pintu mobil.

Ale Pov

Semenjak aku pulang dari kantor,aku menemukan Vanesha sedikit aneh,dia terlihat murung,bahkan dia selalu berusaha menghindar jika aku menatap wajahnya.

"Sha"

Papa memanggil namanya,saat ini kami sedang berada di meja makan.

"Vanesha"

Panggil Papa untuk kedua kali,Vanesha belum memberi respon,akhirnya aku menyentuh pundaknya,dia terlihat kaget.

"Di panggil Papa"ucapku lirih

"Hah"

"Maaf,kenapa Pa?"

Aneh sekali,apa yang terjadi pada dirinya?apa di kampus ada seseorang yang mengganggu?

"Kamu sakit?"tanya Papa

"Ah tidak Pa"jawab Vanesha

"Papa lihat,malam ini kamu tidak berselera makan"ucap Papa

Vanesha terlihat gugup,dan aku tahu itu!ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan,entahlah itu soal apa?

"A-aku hanya merasa sedikit kenyang,tadi sore sudah makan banyak di kantin"ungkap Vanesha

Papa hanya menganggukkan kepala,sedangkan Marisa justru memperhatikan aku yang sedang menatap Vanesha.

"Kalian tidak ingin menikah?"

Sebuah pertanyaan dari Marisa yang membuatku hampir tersedak,begitu juga dengan Vanesha,dia sama sepertiku,kedua mata kami saling berpandangan.

"Aku fikir kalian sudah cocok untuk menikah,usiamu sudah 29thn Le"ucap Marisa lagi

Vanesha tersenyum,dia memamerkan deretan giginya yang rapi pada Ibu tiriku.

"Vanesha belum selesai kuliah,aku tidak ingin mengganggunya"balasku

"Menikah tidak akan mengganggu kuliahnya Vanesha kok,daripada hubungan kalian ada yang mengganggu?"kata Marisa

Aku dan Vanesha sama-sama menatap Marisa,"Sydney misalnya"lanjutnya

Aku memejamkan kedua mataku,ucapan Marisa bisa saja membuat Vanesha berfikir yang tidak-tidak,pasti!

#tbc,,
Selamat siang,selamat makan,selamat beribadah,selamat istirahat dan selamat beraktivitas kembali!!!

SILUET KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang