Aeera datang lebih pagi hari ini dengan kotak makan ditangannya. Masa skors nya sudah selesai, dan yang lebih penting adalah hari ini adalah hari pertama Arka kembali bersekolah. Tepat 3 minggu setelah kejadian buruk itu menimpa Arka.
Belum ada seorang murid pun disekolah, Bobi si murid yang selalu datang pertama pun sekarang terkalahkan oleh Aeera. Langit masih dominan gelap, dan entah apa yang membuat Aeera seberani itu untuk datang kesekolah sepagi ini. Apa rasa cintanya pada Arka?
Aeera melihat-lihat sekitar, kembali memastikan jika disini hanya ada dirinya. Dan syukurlah kenyataannya memang seperti itu. Kedua sudut bibirnya terangkat sembari menatap kotak makan yang sudah ia letakkan dimeja Arka. Semoga Arka menyukainya.
***
SMA Galaxy Andromeda mulai ramai dengan siswa-siswinya. Terlebih dibagian parkiran, semua berkumpul untuk menonton hal yang mungkin menjadi hal yang menarik untuk mereka.
Arka keluar dari mobilnya dengan Thalia yang memapahnya. Sebelah tangannya ia gunakan untuk memegangi bekas lukanya, dan sebelahnya lagi untuk merangkul Thalia. Arka tidak tahu apa yang terjadi sehingga puluhan atau bahkan ratusan pasang mata ini menatap ke arahnya.
Apa mereka merindukan orang tampan yang tiga minggu ini tidak masuk sekolah?
Berita Arka yang menjadi korban pembegalan malam itu sukses menjadi trending topic seantero sekolah. Sang kapten basket yang tampan harus mengalami hal seburuk itu. Tentu saja itu akan menkadi pembicaraan hangat. Dan kembalinya Arka juga menjadi hal yang mereka tunggu-tunggu.
Jika saja Arka bisa diajak banyak berbicara. Maksudnya mau menjelaskan apa yang terjadi padanya, mereka pasti tidak akan hanya menonton Arka yang sedang dipapah oleh Thalia, mereka pasti akan bertanya. Tapi sayangnya Arka bukan orang seperti itu, sehingga mereka hanya bisa menelan rasa penasaran mereka bulat-bulat.
Aeera berdiri didepan kelasnya sembari memasang senyum termanisnya. Bukan hanya dia, disana juga ada Gwen dan beberapa temannya yang juga ingin melihat kembalinya Arka.
Senyumnya sedikit memudar saat ia sadar akan keberadaan Thalia. Entahlah rasa sakit itu terasa begitu saja. Aeera sudah tahu jika Arka akan datang dengan Thalia, ia pikir rasanya akan biasa saja tapi ternyata tidak. Seharusnya yang berada diposisi Thalia sekarang adalah dirinya bukan?
Aeera ingin, ingin sekali berada diposisi Thalia sekarang. Ia ingin menemani Arka disaat-saat seperti ini. Tapi ia bisa apa? Jika saja sekarang dirinya yang berada diposisi Thalia, bukan Arka yang menjadi pusat perhatian mereka, melainkan dirinya yang tiba-tiba berada disamping Arka.
Arka memfokuskan padangannya ke arah kelas Aeera. Mencari keberadaan gadis itu ditempat biasa ia berdiri. Tempat dimana setiap pagi gadis itu tersenyum manis ke arahnya. Dan ia berhasil menemukannya. Senyum yang sama seperti biasanya, senyum yang menghangatkan perasaannya disetiap pagi.
"Lo balik aja ke kelas, si Arka sama kita." Kata Rangga dengan nada menyebalkan sembari memindah paksa tangan Arka yang berada dibahu Thalia ke bahunya.
"Pelan bego, dia kan belum sembuh bener!" Farhan spontan menjitak Rangga setelah melihat apa yang Rangga lakukan.
"Iya ih gimana sih lo? Udah sama gue aja." Kata Thalia kesal sembari berusaha mengganti posisi Rangga dengan dirinya lagi. Bahunya juga sedikit sakit kerena Rangga menyingkirkannya cukup kasar.
"Ya gue ginilah, gimana gimana sih lo?" Jawab Rangga dengan nada yang lebih menyebalkan. Entahlah ia tidak terlalu suka dengan Thalia.
"Lo nyakitin Arka tau!" Kata Thalia tidak ingin kalah oleh Rangga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arkaeera
Novela JuvenilArka si lelaki tampan namun dingin yang terjebak masa lalunya. Dan Aeera gadis cantik yang berusaha menempati ruang dihati Arka. Apakah dengan 3 kartu permintaan bisa membuat Arka terlepas dari belengggu masa lalunya? *** Cerita ini hanya fiktif bel...
