"Udah yuk kita ganti baju, temuin aja orang itu sebentar, katanya cuma mau ketemu doank koq." kata Rosa.
"Siapa sih?" tanyaku.
"Meneketehe? Lu terkenal banget sih? Sampe dicari orang, pelanggan lu kali, kira-kira aja siapa." balas Rosa.
* * *
"Siapa sih yang ngebet banget pengen ketemu gue? Pokoknya gue lagi ga mood melayani siapa-siapa deh malam ini, gue butuh istirahat." kataku.
"Udah lu tenang aja, yang penting temuin dulu deh orangnya." balas Rosa saat kami jalan menuju ke terminal.
Begitu masuk ke warung bang Jek di terminal aku pun terkejut melihat seseorang yang sedang mengobrol dengan bang Jek.
"Eh... nih dia Rika Vanessa..." kata bang Jek saat aku muncul bersama Rosa.
"Halo Rika, apa kabar?" sapa cowok itu begitu melihatku.
"Mas Andra?" sapaku balik dengan nada terkejut.
Semua pun terdiam, Rosa juga terdiam memandang kami semua yang terdiam. Rosa melihatku, melihat bang Jek dan mas Andra, kami semua terdiam canggung.
"Eh, koq jadi bengong, udah sini santai, lu pada mo minum apa?" tanya bang Jek.
"Kopi aja Jek biasa" kata Rosa.
"Kopi hitam ya." balas bang Jek.
"Yoi Jek, lu tau kan yang hitam-hitam itu nikmat, makin hitam... makin nikmat..." kata Rosa dengan lirikan mata nakalnya yang khas.
"Nggak mau dikasi susu?" balas bang Jek.
"Gue udah punya susu koq Jek, besar pula. Biarpun yang ini susu UHT racikan pabrik tapi rasanya nggak kalah sama yang susu segar yang alami." kata Rosa. "Mas gantengnya Rika tuh kali mau minum susu?" Rosa sengaja meledek.
Bang Jek dan Rosa saling tertawa.
"Eh, Rika cowok lu mau minum apa, tawarin donk tuh koq malah diem aja." kata Rosa.
"Ah... anu... mas... kamu mau minum apa?" tanyaku.
"Susu..." jawabnya spontan. Hal itu entah kenapa membuatku kaget dan salah tingkah.
"Eh... Apa..??"
"Eh, sori..., sori..., maksudku... aku mau kopi juga... kopi susu maksudnya."
"Ooh, beres." kata bang Jek.
"Kalo kurang nanti tambahin susunya Rika aja." ledek Rosa sambil serta merta meremas sebelah dadaku di depan semua orang.
"Aahh Ros... sialan lu." kataku.
Cup A di BH yang kukenakan semakin lama sudah terasa semakin sempit dan penuh, sekarang bulatan lemak itu sudah semakin terdorong ketat ke atas membentuk belahan dada, sepertinya nggak lama lagi BH cup B ku bisa muat kupakai.
"Pantes dicariin sampe ke Tangsel, soalnya... susunya... pas..." ledek bang Jek sambil mengaduk-aduk cangkir kopi lalu menyediakannya kepada kami semua.
"Eh, Rik, gimana sih kenalin dulu donk cowok lu ini." kata Rosa.
"Mas... ini Rosa... kakakku. Ros... ini mas Andra." kataku sambil memperkenalkan mereka berdua.
Sejenak kami mengobrol berempat ngalor-ngidul sekedar basa basi perkenalan. Tidak lama bang Jek memberi kode kepada Rosa dan Rosa pun paham, akhirnya mereka berdua meninggalkan aku dan mas Andra berduaan.
* * *
Aku lanjut menyambung ngebul dengan rokok Gudang Cinta Filterku.
"Koq kenal sama bang Jek mas?" tanyaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Banci Terminal
Художественная прозаPERINGATAN: BACAAN KHUSUS 21++ Mengandung unsur LGBT, Transvestisme, Transgender, Transexual, Bigender, Genderqueer. * * * * * * Riko Ivanes memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Indri Arianti, mereka dikaruniai seorang anak lelaki berna...
