"Perkenalkan Rika... saya..." Dokter itu menyodorkan tangannya sambil tersenyum.
"Astaga... anda..." aku terpana dan terkejut. Aku tidak bermimpi kan kalau aku bisa ketemu...
"Hai Rika, perkenalkan saya Dokter Lisa, saya yang akan mengoperasi kakakmu. Kamu tenang saja ya." ucap sang Dokter.
"Astaga... anda... sungguh... Dokter Lisa? Aku nggak mimpi kan aku ketemu Dokter Lisa." kataku yang serasa bertemu artis selebriti saja.
"Iya Rika." kata Dokter Lisa.
Sementara aku masih terbius melihat penampilannya.
Aku begitu terkejut, ternyata Dokter Lisa lah yang akan mengoperasi kakakku, aku begitu bahagia.
Dokter Lisa adalah seorang dokter spesialis bedah estetika dan juga seorang konsultan kecantikan, ia membuka salon konsultan kecantikan di berbagai penjuru negeri. Selain berprofesi sebagai seorang dokter ia juga selebgram, akun media sosialnya aja banyak fotonya yang pakai baju seksi tidak hanya dress tapi fotonya dengan bikini seksi di pinggir swimming pool pun juga ada.
Aku baru kali itu melihat Dokter Lisa sungguh-sungguh di depan mataku, rupanya ia dokter muda yang sangat cantik, walaupun katanya ia sudah berusia 40an tetapi wajahnya tergolong sangat awet muda, masih mulus dan kencang, tubuhnya pun masih sangat langsing bohai ideal, kulitnya putih mulus, ia memiliki sepasang mata yang sangat indah di balik lensa kaca mata yang menjadi penampilan sehari-harinya.
Penampilannya sangat menarik, ia memakai jas putih tetapi kemeja di dalamnya dibiarkan kancing atasnya terbuka memamerkan belahan dadanya yang terlihat menyembul dan masih kencang walaupun ukurannya tidak besar, rok sepannya juga tergolong pendek memperlihatkan setengah bagian pahanya, kalau ia duduk rok itu tertarik hingga nyaris dekat pangkal paha. Rambut lurusnya dicepol rapih saat sedang memakai baju kerjanya.
Ya, penampilan yang memang mewakili figur seorang Dokter Estetika dan kecantikan. Seksi, menarik, namun tidak erotis.
Penampilannya membawa kesegaran buat orang-orang di sekitarnya, para staff-staff medis cowok jadi lebih bersemangat (atau malah nggak konsentrasi kerja? Kalau pasien malah jadi betah berlama-lama sakit?) Entahlah... Sayangnya staff medis cowok malah nggak ada yang keren. Semua tampangnya kucel dan membosankan.
***
"Eh, Rika... kalau melihatmu aku jadi teringat seseorang." kata Dokter Lisa dengan suaranya yang lembut.
"Eh, siapa Dok?"
"Ah, dia pasienku dulu, sekarang dia tinggal di Bali bersama pasangannya."
"Oh, dia pernah sakit apa Dok?"
"Ahahaha, oh dia... tidak sakit... maksudku dia adalah Transgender yang pernah aku operasi." kata Dokter Lisa.
"Oooh... dokter pernah operasi transge..." kataku.
"Ssssttt!!!" Dokter Lisa cepat-cepat memutus kata-kataku.
"Siapa dia Dok?" tanyaku dengan suara pelan.
"Namanya Vika Vernanda."
"Nama yang cantik, pasti orangnya juga sangat cantik." kataku. Dalam hati aku berpikir, cantikan aku apa dia ya? Ah dasar hasrat wanita, jiwa selalu ingin bersaing. Kemudian aku baru menyadari satu hal... "Eh, Dokter koq tau aku Transgender?"
"Aku tau, Dokter M yang mengoperasi dirimu kan." katanya lagi.
Dokter Lisa menyebut nama Dokter M? Sepertinya mereka semua saling mengenal, tapi aku putuskan untuk tidak mempertanyakan lebih lanjut mengenai hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Banci Terminal
Fiksi UmumPERINGATAN: BACAAN KHUSUS 21++ Mengandung unsur LGBT, Transvestisme, Transgender, Transexual, Bigender, Genderqueer. * * * * * * Riko Ivanes memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Indri Arianti, mereka dikaruniai seorang anak lelaki berna...
