53 - Jubah Putih Para Ksatria Revolusi Pelangi

1.9K 60 29
                                        

Pip... pip... pip... suara mesin monitor detak jantung.

Dokter misterius itu menghela nafas lega.

"Pasien selamat... dia sungguh punya semangat hidup yang luar biasa." kata Dokter misterius itu saat keluar dari ruang operasi.

Med Ru Himpong dan Dokter pimpinan turut bernafas lega.

"Syukurlah."

Rika belum sadar karena masih dalam pengaruh bius, tetapi kondisinya sudah sangat membaik. Ia kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan paska operasi.

"Seandainya aku melakukannya di Lab ku aku bisa membuat bentuk yang lebih sempurna." kata Dokter misterius itu.

"Kalau ini sudah cukup untuk standard Post-OP vaginoplasty." balas seorang pendampingnya.

Dokter misterius melepas sarung tangan dan baju operasi, ia mencuci tangan dan membersihkan diri.

Hebatnya pendarahan dari operasi pertama berhenti total, bahkan luka bekas jahit yang berasal dari operasi pertama itu pun juga langsung mengering dengan sempurna menyisakan garis bekas jahitan di daerah V dan lempit bibir vagina baru Rika.

Para Dokter di Rumah Sakit Pho Tong Ti Thid terpana karena mereka baru kali ini melihat hasil karya sang dokter senior itu.

Walaupun demikian sang dokter senior yang sosoknya misterius itu sudah bersumpah dia memang tidak mau terikat dalam institusi medis manapun juga di dunia ini, ia lebih memilih bersembunyi dan mengasingkan diri bersama organisasi rahasianya sesuai prinsip dirinya.

Hal itu dikarenakan ia tidak mau formula rahasianya dan teknik bedahnya dimanfaatkan oleh orang biasa apalagi untuk kepentingan bisnis, karena sesungguhnya ia sendiri merasa dilema melakukan pekerjaan tersebut. Mengubah seseorang menjadi transgender adalah beban mental yang harus dibawanya seumur hidupnya.

* * *

Rombongan Surya, Rosa dan Eri

Tidak lama kemudian, dari penerbangan yang terpisah, menyusul rombongan Surya, Rosa dan Eri yang juga mendarat dan langsung mencari taksi untuk menuju rumah sakit tempat Rika dirawat. Keindahan kota Bangkok sama sekali tidak menarik perhatian mereka karena pikiran mereka tertuju pada kondisi Rika.

Saat Surya, Rosa dan Eri tiba di Rumah Sakit, mereka meminta ikut masuk ke tempat Rika tetapi karena Rika masih berada di ruang pemulihan mereka hanya boleh masuk secara bergantian. Rosa menyuruh Surya masuk lebih dulu, sedangkan ia dan Eri berada di ruang tunggu.

"Eri mau masuk juga lihat mama..." kata Eri.

"Sabar ya sayang, nanti kalau mama udah dipindah kamu baru bisa lihat mama." kata Rosa berusaha menghibur Eri yang menangis.

"Eri mau minum? Mama Oca beliin minum ya."

Eri mengangguk.

"Tunggu di sini ya, jangan ke mana-mana sayang." kata Rosa menyuruh Eri duduk manis di kursi ruang tunggu.

Saat sedang menunggu Rosa, perhatian Eri tertuju pada dua orang dengan penampilan menor dan nyentrik yang sedang berbincang, dua orang yang berwajah sangat cantik dengan rambutnya yang berwarna pirang. Sungguh penampilan yang sangat mencolok dan menarik perhatian.

* * *

He is a 'Non-Biner'

Eri berjalan mendekati kedua orang yang sedang asik berbincang itu.

"Om... cantik banget.. rambutnya bagus..." kata Eri.

Sepasang kembar rambut pirang itu pun terkejut. Apalagi Eri sudah menarik-narik bajunya si rambut panjang.

Banci TerminalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang