Extra Part || S2 (1)

1.4K 35 0
                                        

Dua anak usia 4 tahun kini tengah asik bermain, keduanya menoleh saat pintu rumah terbuka dan menampilkan ayah dari mereka.

"Hai, anak ayah!" sapa Arsen pada kedua anaknya seraya berjalan menghampiri mereka yang masih memegang mainan.

"Ayah!" teriak Lia berjalan kecil menghampiri sang ayah.

Ya, Lia yang lebih dekat dengan sang ayah dibandingkan Lio.

"Dimana bunda?" tanya Arsen seraya menggendong Lia serta mencium kedua pipi gadis kecilnya.

"Di dapul, buat cucu!" jawab Lio dengan cedal, tak menoleh ke arah Arsen.

Arsen menurunkan Lia dari gendongannya, ia berjalan menuju dapur mencari sang istri.

"Bunda!" bisik Arsen memeluk Yura dari belakang.

"Eh, udah pulang. Ayah, tadi kak Ray telpon. Karena hp kamu ketinggalan, jadi bunda angkat deh," ucap Yura yang masih sibuk membuat susu untuk kedua anaknya.

"Apa katanya?" tanya Arsen masih memeluk Yura.

"Mau ngajak kumpul nanti malam, barengan sama anak-anak!" jawab Yura yang kini sudah berbalik dan melepaskan pelukan suaminya.

Yura menghampiri kedua anaknya dan menyerahkan susu yang ia buat untuk keduanya.

"Bunda, Lio enggak mau minum cucu lagi!" protes Lio dengan cedal.

"Kenapa sayang?" tanya Yura bingung dengan Lio. Karena biasanya Lio lah yang paling banyak minum susu dibandingkan Lia.

"Lio udah becal!" Yura tersenyum dan mengelus kepala Lio dengan lembut.

"Abang minum aja, enak tau. Kalau enggak mau untuk aku aja," ucap Lia merebut gelas susu ditangan Lio.

Arsen menghampiri mereka seraya berkata, "Selesai minum susu, kalian mandi dan siap-siap, ya. Ayah dan bunda mau ajak kalian pergi!"

"Iya, Ayah!" teriak Lia bersemangat. Namun, tidak dengan Lio. Ia hanya diam tak menanggapi.

O○O

Yura kini tengah berada di kamar Lio dan Lia. Ia menunggu Lia yang sedang mandi dengan mbak Mila, sedangkan Yura kini tengah menyisir rambut Lio.

Ya, sejak melahirkan baby twins, Yura hanya ingin merawat anak-anaknya sendirian. Terkadang jika sangat darurat, hanya bantuan mbak Mila yang ia butuhkan.

"Mom," panggil Lio.

"Bunda bukan Mom!" protes Yura membuat Lio mencurutkan bibirnya.

Lio lebih suka memanggil Yura dengan panggilan Mom dibandingkan panggilan Bunda. Terlebih Yura yang tak suka dengan panggilan Mom untuk dirinya, itu akan semakin membuat Lio bersemangat untuk mengganggu sang bunda.

"Lio mauna Mom!" ternyata tak berhenti Lio dengan cedalnya mengajak berdebat hingga kini Lia sudah selesai mandi dan berhambur pada bunda-nya.

"Bunda, Lia udah celecai."

Lio perlahan turun dari pangkuan Yura dan kini Lia yang menempati posisi Lio, ada di pangkuan sang bunda.

"Non, saya ke dapur dulu," ucap mbak Mila.

"Oh, iya. Silakan mbak. Terima kasih udah bantu mandiin Lia, Mbak!" ujar Yura sambil tersenyum.

Kini di kamar, hanyalah Yura yang sedang menyisir rambut Lia dan juga Lio yang sedang bermain dengan mainan robot kesukaannya.

Saat sudah selesai, kini Yura menggandeng tangan kedua anaknya. Mereka berjalan menghampiri sang ayah yang kini tengah duduk di sofa sambil menatap layar laptop.

"Sana panggil ayah!" ucap Yura pada kedua anaknya dan langsung saja mereka berhambur menghampiri Arsen.

"Ayah, ayo berangkat!" teriak Lia dengan semangat.

"Ayah, ayo!" teriak Lio.

"Masih banyak pekerjaan ya?" tanya Yura yang kini tepat duduk di sebelah Arsen.

"Enggak, sayang. Bentar ayah matikan laptop dan kita berangkat," ucap Arsen lembut.

O○O

Saat ini mereka sudah berkumpul di restoran. Kini bukan hanya mereka yang telah berpasangan, tetapi juga bersama anak-anak mereka juga.

Aurel kini sedang menggendong putranya yang berusia 3 tahun 9 bulan.

Natalie kini sedang menggendong putrinya yang berusia 3 tahun 7 bulan dengan perut buncitnya yang kini berusia 6 bulan.

Zanna kini sedang menggendong putranya yang berusia 3 tahun 5 bulan dengan perut buncitnya yang kini berusia 4 bulan.

Sedangkan Lio kini menggandeng Lia ditengah-tengah Arsen dan Yura. Mereka berempat jalan menghampiri para teman-temannya yang sudah lebih dulu datang.

"Lio dan Lia udah besar nih, udah punya dedek apa belom?" tanya Aurel pada Lio dan Lia, ia berniat menggoda sahabatnya.

Benar saja. Yura langsung menonyor Aurel, "Jangan ajari anakku yang tidak-tidak!" protes Yura.

"Bunda, Lia mau punya adek?" tanya Lia dengan polosnya.

"Iya sayang," jawab Arsen sambil tersenyum manis.

Yura yang jengah kini langsung duduk membawa kedua anaknya, Arsen pun menyusul.

"Sayang, kapan mereka hadir?" bisik Arsen mengelus perut Yura dengan senyuman Arsen yang tak dapat diartikan saat ini.

____________________________________

Jangan lupa vote dan komen, ya.
Selalu dukung author.
Terima kasih ❤

Dijodohkan [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang