JenSoo
With
JenTop
Short Story
♡♡♡
Pukulan, tamparan dan juga tendangan Jero dapatkan dari Theo, Jessica, Dara dan Jibran. Ia hanya diam pasrah menerimanya, karena ia sendiri memang merasa bersalah atas apa yang telah terjadi malam itu. Meniduri Jisoo!
Hanbin tersenyum sinis melihat Jero menjadi sasaran amukan kedua orang tuanya dan Jisoo, sementara Jisoo menangis tak kuasa menatap Jero yang tengah menjadi sasaran amukan. Ia menangis, karena ia sendiri tak bisa membantu Jero, bahkan ia juga menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi malam itu. Tak bisa menghentikan nafsu sialan yang menyerangnya malam itu. Tidak. Bukan hanya Jero saja yang salah, tapi dia pun juga merasa bersalah.
Hanbin membawa bukti berupa video rekaman CCTV dan juga foto Jero saat lelaki itu menyetubuhi Jisoo. Mengatakan pada kedua orang tuanya bahwa Jisoo selingkuh darinya, mengatakan pada mereka bahwa Jero merebut Jisoo darinya. Dan itu sangat licik. Ia tersenyum dengan ulahnya sendiri. Tadi ia meminta orang tuanya dan Jisoo untuk datang ke Rumah dan menyerahkan bukti yang ia punya. Tentang 'perselingkuhan' antara Jisoo dan Jero, yang nyatanya itu adalah ide gila darinya. Mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman Jisoo dan Jero, lalu mengunci mereka berdua di satu kamar. Dan berakibat fatal bagi Jero dan Jisoo.
Hanbin tersenyum puas, saat rencananya berhasil. Ia bisa melihat Jero yang dipukul, ditendang dan ditampar oleh Theo, Jibran, Jessica dan Dara. Yang sama-sama tak menyangka, jika Jero akan berbuat hal nekat seperti itu.
"Aku sangat salah mempekerjakanmu sebagai Bodyguard Jisoo dan Hanbin, kamu justru merebutnya dari suaminya, Jero!" Murka Theo pada Jero.
"Papa, sudah jangan menyalahkan Jero, aku juga salah! Waktu itu aku merasakan tubuhku yang sangat panas dan ada orang yang membawaku masuk ke kamar itu, dan ternyata Jero juga merasakan hal yang sama, kita tidak bisa melawan rasa panas itu." Jisoo mencoba menjelaskan.
"DIAM!" Sentak Theo pada sang putri.
Sejujurnya, ini kali pertamanya Jisoo melihat Theo yang sangat murka dengannya. Tapi semua itu adalah salah paham. Mereka hanya menjadi korban, karena Hanbin menjebak Jisoo dan Jero. Dan sepertinya pun tak ada yang menyadarinya.
Theo melangkah ke arah Jisoo, lantas menampar keras sang putri. Jessica menatap tak percaya pada Theo. Ia memang marah, tapi semarah apa pun dirinya, ia tak bisa melihat putrinya di pukul atau di siksa seperti itu. Apalagi, itu terjadi di hadapannya. Jessica langsung saja mendekati Jisoo yang menangis karena tamparan sang Ayah.
"Theo!" Sentak Jessica.
"Dia sudah mempermalukan kita, Jessica! Dan aku tidak bisa diam saja! Dia harus dihukum!" Kata Theo.
Jero terbelalak kaget mendengarnya. Jika harus ada yang dihukum pun, itu dirinya. Jero tak bisa melihat Jisoo yang dihukum. Sudah banyak luka yang Jisoo dapat dari Hanbin. Baik itu luka fisik maupun luka hati, jadi Jero tak mau jika Theo menambah luka untuk Jisoo.
"Tuan Besar, jika ada yang harus dihukum, itu adalah aku! Aku akan melaksanakan hukuman dari Tuan Besar, meski aku harus kehilangan nyawaku. Tapi… jangan siksa Nyonya Jisoo, dia tidak bersalah disini! Akulah yang tidak bisa menahan hasratku malam itu, jadi hukumlah aku, Tuan!"
Banyak para pelayan dan Bodyguard yang menatap mereka, bahkan Stefano juga melihat senyuman miring dari Hanbin, yang membuat dirinya yakin jika Hanbin adalah dalang dibalik kejadian ini. Stefano sangat mengenal Jero, ia yakin jika Jero tak akan melakukan hal rendahan seperti itu. Tapi, ia juga tidak mempunyai bukti sama sekali untuk membantu Jero dan Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story | JenSoo
FanfictionTempat penampungan Os, 2S, 3S dan Short story sebagainya.... JenSoo Always..... JenTop Empire With JiBot
