Babysitter - 03

3K 223 22
                                        

Short Story

JenSoo

JenTop

Jennie G!P

Happy Reading All.........

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Dua manusia itu masih terlelap dalam tidur mereka, tak ada pergerakan sama sekali di antara mereka. Bahkan, matahari yang menyusup melalui celah korden jendela tak mampu membuat mereka terusik. 

Gadis kucing itu masih terlelap, sementara di atas tubuhnya. Seorang perempuan cantik berbibir hati juga masih tenggelam dalam mimpinya. Tubuh bagian bawah mereka masih menyatu, dan tertutup selimut. Jisoo seolah merasa nyaman tidur di atas tubuh Jennie. Mereka benar-benar melakukannya malam tadi, dan tertidur dengan kondisi yang masih menyatu. Jennie memang membiarkannya, sejujurnya sendiri ia suka berada dalam diri Jisoo.

15 menit kemudian, pintu kamar Jisoo terbuka. Dua anak kecil nan polos masuk ke dalam kamar, menatap sang Ibu yang masih terlelap dalam tidur nyamannya.

"Mom cama Dad macih tidul." Celetuk Lisa.
"Macih lelah." Balas Lim, membuat Lisa mengangguk mengerti.

Lisa mencoba membangunkan Jisoo, memanggil nama Ibunya berkali-kali. Jisoo mencoba membuka kedua matanya saat merasakan ada seseorang yang mengganggunya. Membuat Lisa tersenyum senang, saat berhasil membangunkan Ibunya. 

Setelah membiasakan kedua matanya, ia tersentak saat mendapati kedua anaknya yang berdiri di samping ranjang.

"Kalian?!" Jisoo kaget.

Jisoo ingin beranjak, namun sesuatu menahannya. Tangan Jennie, serta sesuatu di bawah sana yang masih menyatu dengan miliknya. Ia tersentak, namun sedikit lega karena tubuh mereka tertutup. Ia ingin membangunkan Jennie, namun suara Lisa menghentikannya.

"Mom, kenapa macih tidul?" Bingung Lisa.
"Maaf, Sayang. Mommy sedikit lelah, jadinya kesiangan. Begitu juga dengan Daddy." Kata Jisoo.
"Mom, nanti ciang ke mall, ya?" Kata Lisa lagi.
"Iya, Sayang. Kalian keluar dulu, ya? Mommy ingin mandi dulu, setelah itu menyiapkan sarapan."
"Ok, Mom. Tapi Lim macih mengantuk, Lim tidul sebentar lagi, boleh?" Lim meminta ijin.
"Boleh, Sayang. Nanti Mommy bangunkan."
"Lica juga tidul lagi saja." Jisoo hanya mengangguk, memberi ijin.

Keduanya hendak pergi, namun mereka kembali berhenti dan menatap Jisoo.

"Apa Dad tidak melaca belat, Mom? Kenapa Mom tidul di atas tubuh Dad?" Lim bertanya dengan polos.
"Daddy orang yang kuat. Jadi sepertinya dia tidak merasa berat sama sekali." Kata Jisoo tersenyum gugup. Namun jawabannya berhasil membuat kedua bocah kembar itu mengangguk.
"Lain kali, Lim boleh tidul di atas Dad, kan, Mom?" Jisoo melebarkan kedua matanya kaget.
"Lica juga." Pekik Lisa tak mau kalah.
"Ehm… Nanti kalian bilang sendiri pada Daddy, ok?" Keduanya mengangguk, kemudian melangkah keluar.

Saat kedua bocah itu keluar, barulah Jisoo mendesah lega. Ia menatap Jennie yang masih tertidur, lantas tersenyum malu saat mengingat betapa luar biasanya semalam. Jisoo di sentuh lagi, setelah sekian lama. Kemudian, mengecup singkat bibir tebal itu. Ia tak pernah berpikir akan sejauh ini pada Jennie, namun ia sangat bahagia.

Jisoo memutuskan untuk membangunkan gadis kucing itu. Meski awalnya ia terkejut, saat mengetahui bahwa Jennie mempunyai sesuatu di bawah sana yang bisa saja membuatnya hamil. Tapi, Jisoo sama sekali tak bisa menghentikan permainan mereka semalam.

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang