From One Night to Forever - 02

627 80 2
                                        

JenSoo

Jenson x Jisoo

JenTop

JiBot

Gender bender story

Happy reading all......

______________________________

Jisoo mengerjapkan kedua matanya pelan. Kelopak matanya terasa berat, kepalanya pun terasa pusing.

Jisoo butuh beberapa detik, sebelum dia menyadari bahwa dirinya tidak berada di kamarnya sendiri.

Kamarnya yang terasa berbeda, bau sprei yang asing dan kehangatan di sampingnya.

Perlahan, Jisoo menoleh.

Jenson. Pria itu tengah tertidur pulas, wajahnya terlihat damai. Rambut yang sedikit berantakan, selimut yang hanya menutupi sebagian tubuhnya. Satu tangan yang terulur ke arah Jisoo, seolah berusaha tetap menyentuhnya meski dalam kondisi tidur.

Jisoo menahan napas.

Kilatan ingatan tadi malam datang. Seperti potongan film yang tak utuh. Lampu ballroom, gelas cocktail, tawa ringan, ciuman, napas memburu dan kulit yang bersentuhan.

Jisoo langsung menepis selimut.

Ia menunduk, menatap tubuhnya yang hanya terbalut sprei tipis. Dan saat matanya turun ke dada, ia melihat bekas merah kecil di sisi payudara. Tak sampai berdarah, hanya sedikit lebam dan keunguan.

"Astaga! Apa yang aku lakukan?"

Napasnya memburu, ia buru-buru meraih gaun yang ada di lantai, berusaha menutupi tubuhnya.

Tiba-tiba suara berat terdengar di belakang.

"Jisoo..."

Jisoo mematung. Perlahan ia menoleh. Jenson sudah duduk di sisi ranjang, setengah mengantuk dengan rambut yang acak-acakan. Tapi anehnya, pria itu tetap terlihat tampan.

"Jangan kabur." Suaranya pelan namun parau. Entah karena cemas atau baru bangun tidur.

"Sajang-nim... kau sadar dengan apa yang kita lakukan semalam?"

Jenson terdiam, ia menghela nafas. Tangannya mengusap wajahnya, dan kemudian menunduk.

"Aku ingat... sebagian."

Jisoo tak mengerti mengapa keadaan ini terjadi begitu saja. Ia menggigit bibir, tangannya masih menahan gaun di dadanya. Jisoo menunduk cemas, ia merasa takut.

"Aku lihat... tanda..."

"Maaf!" Jenson menatapnya.

Jisoo menelan ludah. Tanda itu masih terlihat begitu jelas, bagaimana bila ada yang melihatnya. Jisoo takut.

"Kau meninggalkan tanda di tubuhku, bagaimana bila ada yang melihat? Atau memotretnya? Atau bagaimana bila manajerku tahu?"

Jenson bangkit, membiarkan selimut turun dari bahunya. Kedua tangannya memegang bahu Jisoo. Jisoo tampak sekali ingin menangis, namun Jenson berusaha untuk tegar.

"Aku akan mengurus semuanya, aku tidak akan membiarkanmu menghadapi masalah sendiri."

"Ini gila... bagaimana bisa..." Jisoo menggeleng cepat.

Jenson tiba-tiba memeluknya erat, membuat Jisoo terdiam seketika.

"Dengarkan aku dulu."

Jisoo bisa merasakan dada Jenson yang naik turun, bahkan detak jantung yang seolah tak terkontrol. Sejenak, Jisoo menikmati irama detak jantung Jenson.

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang