How Great Is Your Love - Extra Part

2.6K 177 26
                                        

👆
Ready For Jitop guys.....😁😁

JenSoo

JenTop

Happy Reading All.......

♡♡♡


Jero menikmati perannya sebagai seorang calon Ayah. Meski ia sendiri masih belum bisa melihat saat ini, tapi baginya itu bukanlah masalah. Jisoo bahkan tak pernah mengeluh dengan keadaannya sama sekali.

Saat ini perut Jisoo sudah membesar, karena usia kandungan Jisoo saat ini berumur 8 bulan. Ia akan menyusul Seulgi dan Irene serta Yogi dan Juliet yang sama-sama telah melahirkan anaknya. Kini hanya Jisoo dan Jero yang menunggu buah hatinya lahir.

Jessica dan Theo sama-sama telah membelikan perlengkapan pada calon cucu mereka. Baik anak Yogi dan Juliet, serta Jisoo dan Jero. Itu adalah hadiah, karena mereka telah diberikan cucu. Anak Yogi dan Juliet berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Yoshi Arjuna Wirawan. Anak laki-laki yang memiliki kemiripan dengan Ayahnya. Dan kini, hanya menunggu anak dari Jisoo dan Jero. Mereka pernah melakukan USG, dan ternyata kedua kaki bayi mereka menutupi bagian kemaluannya, hingga membuat Dokter tak bisa melihat jenis kelamin anak mereka. Apakah lelaki atau perempuan. Mereka sama-sama tak tahu. Dan Dokter hanya mengatakan, bahwa mungkin anak mereka masih malu untuk menunjukkannya.

Setidaknya, Jero dan Jisoo masih cukup senang karena melihat hasil perkembangan buah hati mereka yang tumbuh dengan sehat. Bahkan, tak ada kendala saat Jisoo menjalani hari-harinya.

"Kamu jangan banyak gerak, ya? Aku saja yang masak, ok?" Kata Jero.
"Iya. Aku juga akhir-akhir ngerasa capek banget." Keluh Jisoo.
"Makanya… kamu harus tetap istirahat. Biar aku saja yang masak, kalau masalah Rumah kan udah ada yang ngerjain sekarang."
"Iya, Sayang. Makasih ya udah mau ngertiin aku."

Jero menggerakkan tangannya, Jisoo yang mengerti langsung menyentuh tangan suaminya dan menuntunnya untuk menyentuh perutnya. Di elusnya dengan lembut perut Jisoo itu dengan penuh kasih sayang.

"Adek jangan nakal, ya… jagain Bunda didalam sana, jangan bikin Bunda capek. Kasihan…" Jisoo tersenyum manis mendengarnya.
"Iya, Ayah." Ucap Jisoo mewakili janin yang berada di perutnya.

Chup!

Jero bisa merasakan benda kenyal yang menyentuh pipinya dengan lembut. Ia tersenyum, dan membalas ciuman Jisoo dengan mengecup kening istrinya.

"Aku masak dulu, ya? Kamu tunggu saja disini." Titah Jero.
"Gak mau. Aku ingin lihat kamu masak!" Rengek Jisoo.
"Ya udah. Tapi kamu duduk saja, ya? Biar gak capek." Jisoo mengangguk menurut.
"Iya."

Saat Jero memasak, Jisoo memperhatikan betul bagaimana lelaki itu memasak. Jisoo tersenyum, ia bisa melihat bagaimana Jero memasak tanpa merusak alat dapur. Meski dengan kekurangannya, Jero bisa melakukannya dengan baik. Sungguh, Jisoo merasa sangat beruntung memiliki Jero sebagai suaminya.

Jisoo bangkit setelah Jero menyelesaikan masakannya. Ia bisa mencium aroma yang begitu menggoda selera dari masakan Jero. Entah sudah berapa kali ia mencicipi masakan suaminya, dan itu tak pernah mengecewakan sama sekali.

Jisoo membantu Jero untuk membawa makanan ke meja makan, meski Jero sempat melarang Jisoo untuk membantunya, tapi Jisoo mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Dan akhirnya Jero membiarkannya. Maski ia tetap khawatir.

Mereka menikmati makanan bersama, di selingi percakapan kecil. Bahkan, Jisoo juga menyuapi Jero.

"Kamu nanti yang nyiapin nama buat adek, ya?" Kata Jisoo.
"Ehm… nanti aku pikirin, ya? Tapi kan kita belum tahu adek cowok apa cewek." Balas Jero.
"Eh… iya juga sih. Tapi… kamu nyiapin dua nama saja. Biar gampang gitu…"
"Dua nama, ya? Ah… susah dong. Tapi aku coba dulu deh nyari namanya.…" Jisoo tersenyum mendengarnya.
"Kalau bisa inisial si Adek J, ya?" Harap Jisoo.
"Kenapa harus J?" Bingung Jero.
"Biar kita jadi 3 J hehe… kan ada Jero, Jisoo dan Adek J nanti."

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang