Ice Prince - 04 (END)

761 85 21
                                        

JenSoo

Jenson x Jisoo

Gender bender story

Happy reading all....

______________________________

Jenson memperhatikan pemandangan sekitar. Mereka berada di Maldives, melakukan bulan madu bersama. Tak ada yang bisa mengganggu mereka sekarang.

Jenson meminta Jisoo untuk mencari tempat bulan madu, itupun atas permintaan kedua orang tua Jenson. Dan akhirnya Jisoo memilih Maldives. Jenson juga setuju. Begitu juga dengan orang tua Jenson dan Jisoo, mereka sama-sama setuju karena tempat yang dipilih Jisoo terlihat romantis. Cocok untuk mereka bulan madu.

Di balkon hotel, Jenson memandang laut yang menyajikan ombak. Terlihat jika ia menikmati pemandangan laut yang disuguhkan di negara romantis ini.

Jisoo datang, membawa secangkir teh untuk suaminya. Dan meletakkan di meja kecil yang tersedia.

"Oppa..."

"Iya, sayang?"

"Minum dulu." Kata Jisoo.

Jenson mendekat, duduk di sofa single. Menikmati teh yang diberikan Jisoo. Jisoo tersenyum, Jenson selalu tak pernah mengabaikan dirinya.

"Lautnya terlihat indah, ya, Oppa?"

"Kemari, sayang. Kamu tidak memakai jaket."

"Oppa juga tidak." Tapi Jisoo tetap melakukan perintah Jenson.

Jisoo mendekat pada Jenson. Jenson membawa tubuh istrinya untuk duduk di pangkuan, memeluk tubuh istrinya agar terasa hangat.

Jenson menatap lembut pada Jisoo. Tatapan yang hanya Jisoo nikmati, bahkan tak ada gadis yang memperhatikan Jenson seperti ini.

"Hangat?" Jisoo mengangguk.

"Aku lebih suka selimut seperti ini." Jenson tersenyum.

"Lebih hangat dibanding selimut asli?" Jisoo mengangguk membenarkan.

"Pelukan Oppa sangat hangat dan menenangkan. Aku suka."

"Kalau begitu kamu boleh memelukku sepuas yang kamu mau."

Jisoo tersenyum. Jisoo menarik kepala Jenson, mencium lembut bibir pria itu. Setelahnya mereka saling menatap penuh cinta. Entah sejak kapan rasa cinta itu mulai tumbuh, tapi yang jelas perlahan namun pasti keduanya sama-sama merasakannya.

"Oppa sangat tampan."

"Kamu cantik dan manis."

Jisoo hanya sedikit menekan pipi Jenson, menyentuh lembut karena ia suka pipi Jenson.

"Kita harus segera memiliki anak, agar dia mirip sepertimu." Kata Jenson.

"Tapi aku mau dia terlihat seperti Oppa."

"Baiklah. Terserah akan mirip siapa, tapi yang jelas aku menginginkan bayi diantara kita." Balas Jenson.

Jisoo mengangguk. Ia melepas pelukan Jenson, berjalan masuk ke arah kamar. Jenson hanya memperhatikan istrinya dari pintu balkon.

Jenson tak tahu jika Jisoo menahan rasa gugup dalam hatinya. Mengingat kata Krystal, kakak iparnya. Menjadi sedikit nakal di depan suaminya, bukan hal buruk.

Jisoo memberanikan diri untuk melepas pakaian yang dikenakannya, membuat Jenson melebarkan mata karena terkejut. Apalagi mata genit gadis polos itu seolah menggoda Jenson. Jenson tak tahu jika istrinya pandai menggoda seperti ini.

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang