JenSoo
Jennie x Jisoo
JenTop
Jibot
Jennie g!p
Happy reading all
____________________________
Jennie duduk di sisi ranjang, membawa Jisoo ke pangkuan. Jisoo langsung memeluk erat tubuhnya. Tubuh Jisoo masih bergetar karena ketakutan, dan itu membuat Jennie khawatir jika Jisoo akan mengalami trauma.
"Jangan dilepas!" Jisoo merasakan gerakan Jennie. Jisoo berpikir bahwa Jennie akan melepas pelukan, padahal Jennie hanya mencari posisi agar keduanya duduk dengan nyaman.
"Tidak, sayang. Aku tidak akan melepaskan kamu. Jangan khawatir."
Bila Jessica tidak datang dan mengatakan bahwa Boohyun mengikuti Jisoo hingga ke toilet, Jennie sudah tak tahu lagi apa yang terjadi pada Jisoo. Tapi memang ia sedikit khawatir karena Jisoo tak kunjung kembali tadi. Dan kemudian Jessica datang, lantas mengatakan bahwa Boohyun mengikuti Jisoo. Terlihat mencurigakan, sebab itu Jessica memberitahu Jennie agar menyusul Jisoo. Dan benar saja, Boohyun hampir saja menyentuh Jisoo tadi.
Jennie mencoba memberi kehangatan melalui pelukan, mengusap sayang kepala Jisoo guna memberi ketenangan.
"Jennie... dia mencium pipi dan leherku, aku tidak suka!"
Jennie tak menjawab. Ia langsung mencium pipi dan leher Jisoo, guna menghilangkan jejak pria itu yang hampir menodai gadisnya.
"Lagi! Buat aku tenang, aku masih teringat." Kata Jisoo. Kedua matanya berair.
Jennie kembali mencium pipi Jisoo, lantas turun ke arah leher. Mengecupnya pelan, hingga gadis yang lebih tua cukup menikmati. Matanya terpejam, dan ada sedikit air yang keluar di sudut mata.
"Jennie... maafkan aku." Katanya.
"Kamu tidak salah, sayang." Balas Jennie.
Jennie mengusap air mata itu, kemudian mencium kedua mata Jisoo lembut. Lalu Jennie membimbing Jisoo untuk terbaring di atas kasur. Sementara Jennie menopang kepala dengan tangan, di sebelah Jisoo.
"Aku sudah menghilangkan jejaknya, jadi kamu tidak perlu khawatir."
"Aku tidak suka ciuman itu, aku suka ciumanmu yang lembut." Kata Jisoo.
"Jangan takut lagi." Jennie tersenyum menenangkan.
Jisoo menarik Jennie, membuat tubuh gadis bermata kucing itu menindihnya. Jennie hanya menurut, ia menahan tubuhnya agar tidak terlalu menindih tubuh Jisoo.
"Dulu ketika pertama kali kamu mencium aku di sauna, aku masih sangat polos dan tidak mengerti apapun." Jisoo tiba-tiba mengi gat hal itu. Membuat Jennie mengernyit aneh.
"Kenapa tiba-tiba mengingat hal itu? Sayang... aku minta maaf, ya? Jujur, aku sudah tertarik denganmu ketika itu." Kata Jennie. Itu seperti Jennie memanfaatkan Jisoo yang masih polos.
"Aku tidak marah. Karena setelah bersamamu, aku juga mulai tertarik denganmu. Dan sekarang, aku sudah jatuh cinta denganmu. Setiap kali aku mendapat peran apalagi jika berciuman dengan pria lain, aku selalu merasa bersalah denganmu. Dan kejadian tadi... itu di luar dugaanku. Aku semakin merasa bersalah denganmu."
Jennie mendesis, menghapus air yang kembali keluar dari mata Jisoo. Tak seharusnya gadisnya itu merasa bersalah.
"Jangan pernah merasa bersalah, sayang. Kamu tidak salah, dan tidak akan pernah salah. Aku mengerti pekerjaanmu dan kejadian tadi, aku sangat marah dengan diriku jika seandainya aku telat aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story | JenSoo
FanfictionTempat penampungan Os, 2S, 3S dan Short story sebagainya.... JenSoo Always..... JenTop Empire With JiBot
