My Story - 01

763 90 12
                                        

JenSoo

Gender bender story

Jenson x Jisoo

Happy reading All....

________________________________

Jisoo adalah gadis yang sangat menyukai Lio. Namun sayangnya, cinta itu harus bertepuk sebelah tangan karena Lio lebih memilih mencintai saudaranya.

Namanya Irene. Kakak Jisoo yang berbeda 2 tahun dengannya. Irene adalah seorang yang cepat sakit karena memiliki imun tubuh yang lemah, itu selalu membuatnya lebih diperhatikan dibanding Jisoo. Sedari kecil, Jisoo selalu mencoba untuk menarik perhatian keluarganya namun semua cara yang dilakukan Jisoo sia-sia. Irene selalu menjadi nomor 1 untuk mereka. Jisoo yang masih kecil dan polos itu selalu berusaha mendapatkan juara, mencoba untuk membahagiakan keluarganya. Namun sayangnya, prestasinya itu selalu dipandang sebelah mata oleh orang tuanya.

Saat dewasa, ia mencintai Lio. Pria yang menjadi kakak kelasnya dulu di SMA. Namun, ketika pria itu mengenal Irene, pria itu malah jatuh hati pada Irene. Padahal sebelumnya, Lio pernah memiliki perasaan pada Jisoo namun sayangnya Irene berhasil merebut hati pria itu. Jisoo dan Lio sempat menjalin hubungan, kejadian itu sebelum Lio mengenal Irene. Tapi ketika Jisoo mengenalkan Lio pada keluarganya, pria itu malah jatuh hati pada Irene.

"Kita putus!"

Ucapan itu sempat membuat Jisoo berpikir, jika Lio hanya sedang bercanda. Namun raut wajah pria itu menunjukkan keseriusan, membuat Jisoo mengerti bahwa pria itu sedang tak main-main. Jisoo pernah bertanya apa kesalahannya hingga membuat Lio memutuskan hubungan mereka, namun Lio menjawab jika pria itu mencintai gadis lain dan membuat Jisoo terluka. Dan lebih terluka lagi, ketika Jisoo mengetahui bahwa Lio mencintai kakaknya sendiri.

Jisoo benar-benar merasa sendiri, ia tak tahu lagi kemana ia harus bercerita. Seolah semuanya diambil oleh kakaknya. Perhatian keluarganya, kekasihnya bahkan teman. Entah kenapa semuanya berpihak pada Irene dan bukan dirinya. Tapi meski begitu, Jisoo tetap menyayangi mereka.

"Eomma membuat makanan kesukaan Irene hari ini." Senyum lembut sang ibu saat menatap anak pertamanya yang baru saja turun dari lantai 2.

Jisoo ikut melihat makanan yang tertata rapi di atas meja. Itu semua makanan kesukaan Irene, dan Jisoo tidak bisa memakan semua itu karena makanan yang dibuat oleh Ibu mereka adalah masakan laut. Hanya ada sayur yang bisa dimakan Jisoo.

Jisoo masih diam, ia memperhatikan Ibunya yang mengambilkan nasi untuk Irene dan Ayah mereka. Setelahnya sang Ibu mengambil makanan untuk dirinya sendiri, melupakan anak bungsunya. Jisoo langsung sigap mengambil nasi dan sayur yang hanya bisa ia makan itu. Takut alerginya kambuh jika ia memaksa memakan makanan laut itu.

Jisoo memakan dengan lahap, seperti ketiga anggota keluarganya. Jisoo lega, karena masih ada sayuran yang bisa ia makan sebagai lauk nasi. Jika tidak, mungkin saja ia hanya makan nasi putih nantinya.

Sang Ibu menyadarinya. Raut wajahnya berubah, merasa jika Jisoo tak menghargai masakannya. Padahal sebenarnya ia lupa, jika anak bungsunya itu tak bisa memakan makanan laut.

"Kenapa kau tidak mengambil udang, Jisoo?"

Jisoo menoleh pada Ibunya. Mata wanita yang lebih tua itu tampak marah. Namun Jisoo mencoba untuk tersenyum, meski ia takut dengan tatapan Ibunya.

"Kau tak menghargai sama sekali apa yang sudah Eomma buat, ya! Dasar anak tidak tahu terima kasih! Lihat Kakakmu, dia saja bisa menghargai Eomma."

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang