Ice Prince - 01

847 96 34
                                        

Jenson x Jisoo

JenSoo

Short Story

Happy reading all......

____________________________

Jenson. Seorang mahasiswa yang terkenal dingin dan tak tersentuh. Pemilik kampus yang tampan dan banyak dikagumi oleh para mahasiswi. Sebutan ice Prince benar-benar melekat kepadanya. Jenson sangat susah ditaklukkan, banyak mahasiswi yang mencoba dekat namun berakhir penolakan. Dan tak mudah bagi mereka untuk mendekati pria dingin itu. Namun tak sedikitpun dari mereka yang menyerah untuk mencoba memiliki pria dingin itu, termasuk gadis paling cantik di kampus.

Bahkan banyak diantara mereka melakukan berbagai cara untuk mencoba menarik perhatian Jenson, namun tak ada yang berhasil sama sekali.

Saat di kelas, semua mahasiswi menatap kagum kearahnya. Kecuali sosok gadis polos berkacamata yang duduk tepat disebelahnya. Sejak tadi menunduk, mungkin takut karena aura dingin Jenson yang kuat.

Gadis kutu buku yang berhasil masuk karena beasiswa dan sadar diri karena dirinya tak seperti mahasiswa yang lain. Tapi berhasil membuat mahasiswi lain cemburu karena gadis itu bisa duduk dekat di samping Jenson, padahal ia sama sekali tak menyangka jika sang pangeran akan duduk di sampingnya. Karena dia yang terlebih dahulu duduk di sana. Tapi kemudian, Jenson yang baru masuk langsung duduk di sampingnya. Benar-benar mengejutkan dirinya saat itu, dan banyak mahasiswi yang langsung merundungnya padahal bukan kesalahannya. Karena memang Jenson sendiri yang memilih duduk di sana.

Mau mengusir juga ia tak berani, karena Jenson pemilik kampus tempatnya mencari ilmu. Jadi mau tak mau, sebisa mungkin gadis itu bertahan.

Banyak yang mencoba untuk menyingkirkan gadis polos itu, namun Jenson sendiri yang menyuruh gadis itu untuk tetap diam di tempatnya. Dan mengancam mahasiswa lain yang mencoba untuk memindahkan tempat duduknya. Dan ia hanya bisa pasrah menerima keputusan anak pemilik kampus itu.

Jenson dengan aura dinginnya selalu berhasil membuat semua mahasiswa takut dengannya. Jika para gadis akan memuja, maka banyak para pria yang takut dengannya.

Jisoo. Gadis polos dan kutu buku itu justru terlihat takut dengannya, meski terkadang ada rasa kagum karena ketampanan Jenson yang tak bisa diabaikan. Pesona pria itu benar-benar sulit ditolak.

Tapi dia cukup tahu diri, jika pria tampan itu tak mungkin suka dengannya. Bahkan berteman dengannya saja, Jisoo rasa tak akan pernah terjadi. Jenson terlihat dingin, sementara dirinya adalah sosok gadis polos dan lemah.

Jisoo hanya dekat dengan satu orang di kampus. Namanya Jinyoung, seorang pria yang kebetulan adalah tetangga rumahnya. Namun Jinyoung tak sepenuhnya selalu bersama dirinya, karena Jinyoung sudah memiliki kekasih. Dan kekasihnya itu tak menyukai Jisoo sama sekali. Terkadang, Jinyoung dan kekasihnya akan berdebat karena sang kekasih merasa jika Jinyoung selalu mengutamakan Jisoo ketimbang dirinya. Dan kekasihnya tak suka itu.

Saat kelas pertama selesai, Jenson terlihat bangkit dari duduknya. Jisoo hanya menatapnya dalam diam, dan mengeluarkan kotak bekal makanannya. Jisoo lapar karena tadi pagi ia tak sempat sarapan, namun ia masih sempat membawa bekal untuk dirinya makan.

Belum juga ia menyentuh bekalnya, bekal itu sudah berpindah tangan. Jisoo sempat kaget, ketika ada seorang gadis yang menatapnya dengan ekspresi kesal. Tapi Jisoo tak tahu apa kesalahannya. Lagipun, Jisoo memang dirundung hampir tak tahu apa kesalahannya.

"Tolong kembalikan bekalnya, aku lapar!" Mohon Jisoo.

Gadis yang tak lain adalah Nancy itu hanya tersenyum mengejek. Ia mencoba menjauhkan kotak bekal itu, saat Jisoo hendak mengambilnya kembali.

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang