JenSoo
Jenson x Jisoo
Gender bender story
Happy reading all.........
_____________________________
Seorang pria menatap seorang gadis yang mencoba membuka kedua matanya. Pria itu tampak tersenyum, ketika menyadari bahwa gadis yang selama ini ia rawat telah membuka kedua matanya.
"Syukurlah, akhirnya kau sudah bangun." Katanya terdengar lega.
"Aku di mana?" Ia bertanya lirih. Merasa asing dengan kondisi sekitar.
"Kau berada di rumah sakit sekarang."
Gadis itu menatap si pria yang tampak tersenyum teduh, menatapnya penuh rasa bahagia ketika mendapati gadis itu telah sadar dari masa komanya selama ini.
Gadis itu meringis, ketika merasakan sakit pada perutnya. Membuat si pria tampak khawatir, dan mencoba menahan tubuh gadis itu agar tak terlalu banyak bergerak.
"Jangan banyak bergerak, lukamu belum benar-benar sembuh."
"Kenapa denganku?"
"Kau terkena tusukan."
"Tusukan?"
Gadis berbibir hati itu mencoba mengingat kejadian yang ia alami. Mengingat seseorang yang membunuhnya dengan cara menusuknya dengan pisau, dan ia menghela nafasnya.
"Kenapa aku masih hidup? Bukankah seharusnya aku sudah mati, karena hatiku diambil untuk...."
"Kau tidak mati, Jisoo." Potong pria itu.
Jisoo menatap pria bermata kucing itu. Tatapannya terlihat tenang, tersenyum lembut ketika menatapnya. Wajahnya tampan seperti pangeran. Jisoo bahkan sempat terpesona dengan ketampanan pria itu.
"Kau siapa?"
"Kim Jenson." Balas pria itu.
Jisoo tampak mengernyitkan dahi, sangat asing namanya.
"Kenapa aku bisa di sini? Dan apa yang terjadi pada kakakku?"
"Tenang saja. Aku sudah mendapatkan donor pengganti untuk kakakmu, dan membawamu pergi. Aku tahu kau masih hidup waktu itu, Jisoo. Jadi aku meminta Dokter untuk merahasiakan dirimu yang masih hidup. Dan mengganti donor hati untuk kakakmu."
"Lantas kakakku?"
"Dia sudah sadar, tapi kau malah baru sadar." Ucap Jenson.
Hati Jisoo masih merasa sakit, ketika mengingat pembicaraan kedua orang tuanya.
Sesaat setelah Lio membunuhnya ketika itu, sang Ibu segera meminta tolong pada petugas yang berjaga. Dokter mengatakan bahwa Jisoo sudah meninggal, dan memang Jisoo sempat dinyatakan meninggal. Namun takdir berkata lain, ketika Dokter ingin mengambil hatinya Jisoo seolah kembali dan menolak untuk mati. Dokter hendak mengatakan itu pada keluarga Jisoo, namun Jenson datang dan menyuruhnya untuk diam. Memberi donor hati pengganti untuk Irene. Dan tetap merahasiakan Jisoo yang masih hidup.
Ketika itu, Ibunya sangat terpukul ketika mendengar bahwa putri bungsunya sudah tiada. Ia sudah tak sanggup untuk melihat jasad putrinya, sementara sang suami tak peduli dengan Jisoo dan menyuruh pihak rumah sakit yang mengurus jasad Jisoo. Atas perintah Jenson, Dokter mengatakan bahwa ia sudah mengubur jasad Jisoo. Dan Ibunya semakin depresi kehilangan putri bungsunya, namun sebelum itu sang Ibu sudah meminta Dokter untuk melakukan tes DNA antara Jisoo dan suaminya. Tes itu selesai dalam 2 hari, di mana Dokter sudah mengatakan bahwa ia sudah mengurus jasad Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story | JenSoo
أدب الهواةTempat penampungan Os, 2S, 3S dan Short story sebagainya.... JenSoo Always..... JenTop Empire With JiBot
