Ice Prince - 03

684 101 23
                                        

Jensoo

Jenson x Jisoo

Short story

Happy reading all....

___________________________

Ibu Jisoo tertunduk mendengar penjelasan Jenson. Anak satu-satunya yang berhasil ia sekolahkan malah mendapat kejadian seperti ini, putrinya yang masih polos itu malah harus mendapati dirinya dalam masalah yang tak seharusnya terjadi. Ingin marah, tapi semua ini rencana seseorang untuk menjebak Jisoo tapi malah Jenson juga ikut terkena imbas dari masalah ini.

Ibu Jisoo mulai berpikir lagi, apa selama ini Jisoo mendapat perundungan di kampus? Ia menyesal, kenapa ia tak menyadarinya sejak awal. Ia terlalu fokus untuk mencari uang, dan tak pernah bertanya soal keadaan Jisoo di kampus. Status Jisoo yang miskin dikalangan mahasiswa, justru membuat Jisoo menjadi salah satu korban buli. Dan Ibu Jisoo kini menyesal.

Tapi Jenson adalah seorang pria yang baik meski dingin, selama bekerja di rumah keluarga Jenson, tak sekalipun dari mereka yang merendahkan seorang pelayan. Justru mereka disambut dan diperlakukan baik oleh majikan mereka. Dan sekarang, Jenson dengan bersedia bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Jisoo.

Jenson juga menjelaskan bahwa Jisoo kini sedang beristirahat di kamar Jenson. Gadis itu merintih kesakitan saat bangun tadi, dan Jenson menyuruh gadis itu untuk beristirahat.

"Terima kasih, tuan muda. Terima kasih karena sudah mau bertanggung jawab."

"Tidak perlu berterima kasih, seharusnya Kamilah yang meminta maaf atas kesalahan Jenson." Kata Jessica.

"Tapi tuan muda sudah mau bertanggung jawab, nyonya. Dan itu membuatku sedikit lega sebagai seorang Ibu. Aku bahkan tak pernah menyadari nasib Jisoo selama di kampus, aku tak pernah sadar jika dia menjadi korban buli." Sesalnya.

"Jisoo pasti bangga mempunyai ibu sepertimu, kau tak perlu khawatir." Ucap Taeyeon.

Jenson lega, ia sudah menceritakan semuanya pada keluarganya dan keluarga Jisoo. Ia pamit untuk melihat keadaan Jisoo, karena ia takut jika Jisoo akan terbangun nantinya.

Sampai di kamar, Jisoo memang sudah dalam keadaan duduk. Meski kondisinya terlihat lemah.

"Tuan muda... maaf menggunakan kamarmu." Tunduk Jisoo. Sepertinya dia lupa jika Jenson memintanya memanggil Jenson atau Oppa.

"Tak apa. Lagipula aku yang membawamu kemari."

"Tapi aku harus pulang, Ibu pasti mengkhawatirkan aku." Katanya.

"Ibumu ada di sini, kau bisa pulang bersamanya nanti." Jisoo tersenyum. Ia sempat lupa jika hari ini ibunya akan bekerja. Ingin membantu, tapi rasa perih di sekitar area kemaluannya masih terasa sakit.

Jenson duduk di samping Jisoo. Mulai hari ini, Jenson akan mencoba untuk menjadi calon suami yang baik untuk Jisoo. Membuat Jisoo jatuh hati dengannya, dan mencintai Jisoo sepenuh hatinya.

"Masih perih?"

"Sedikit."

"Maafkan aku, Jisoo." Sesal Jenson.

Jisoo terdiam. Mencoba mengingat kembali kejadian tadi malam, untuk pertama kalinya ia tidur dengan seorang pria. Meski terpengaruh obat dalam jus jeruk itu, tapi sentuhan Jenson begitu nyata dan bahkan entah kenapa Jisoo masih ingat jelas sentuhan pria itu.

Dan ia pun juga takut, jika seandainya sesuatu akan tumbuh dalam dirinya. Sesuatu yang akan mengubah kehidupannya, ia takut jika tak bisa memenuhi keinginan Ibunya yang ingin Jisoo menjadi seorang yang sukses. Tapi kini, seolah takdir membuat semuanya berubah. Rencana hanya tinggal rencana, tapi tidak ada yang tahu tentang masa depan seperti apa.

Short Story | JenSooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang