JenSoo
Jenson x Jisoo
Gender bender story
Happy reading all...
______________________________
Jisoo menjalani hari di kampus dengan begitu berat. Apalagi setelah Nancy kembali dari masa hukumannya, jika ada kesempatan Jisoo sudah pasti menjadi korbannya. Dan bukan hanya Nancy saja, tapi juga seorang pria bernama Kai juga sering mengganggunya dan beberapa mahasiswa yang terlihat angkuh dan sombong. Namun, mau tak mau Jisoo harus bisa bertahan dari segala siksaan mereka.
Jisoo juga terkadang akan menggantikan tugas Ibunya untuk bekerja di Rumah Jenson. Ada salah satu mahasiswa yang mengetahui hal ini, dan kemudian sejak hari itu siksaan yang ia alami semakin menjadi. Apalagi dengan kata-kata yang selalu merendahkan Jisoo, meski sakit tapi Jisoo tahu harus bertahan demi keluarganya. Ibunya sangat berharap jika Jisoo lulus dan akan bekerja untuk merubah ekonomi mereka, setidaknya Ibunya berharap jika Jisoo tak menjadi seperti dirinya.
Jisoo bertahan dengan sabar, terkadang jika Jenson mengetahui perundungan yang terjadi pada Jisoo, pria itu tak akan segan memberi hukuman bagi para mahasiswa yang melakukan hal itu di kampus. Apalagi korbannya bukan hanya Jisoo, tapi juga beberapa mahasiswa yang bernasib sama seperti Jisoo. Dan seperti Jisoo, mereka mau tak mau harus bertahan. Apalagi anak pemilik yang terkadang akan membela mereka, jika mengetahui ulah para mahasiswa yang suka mengganggu mereka.
Di kampus, Jisoo tetap memanggil Jenson 'Tuan Muda'. Jenson tak mempersalahkan hal itu, meski awalnya ia sedikit bingung. Tapi mungkin Jisoo ingat, jika Jenson adalah anak majikan Ibunya, maka dari itu Jisoo memanggilnya seperti itu.
Jisoo bisa bernafas lega, saat skripsi diterima baik oleh pihak kampus. Setelah lulus nanti, ia tak perlu lagi kembali ke kampus dan akan bekerja keras demi keluarganya. Begitu juga dengan Jenson yang juga diterima baik skripsinya. Setelah masa-masa berat di kampus, Jisoo akhirnya akan lulus juga dari kampus ini.
"Jenson...."
Seseorang menghampiri Jenson, nadanya terdengar manja. Namun Jenson diam tak peduli. Itu Karina, salah satu mahasiswi kampus yang juga akan lulus di tahun ini.
Kadang ia akan berdebat dengan Nancy, karena sama-sama ingin memperebutkan Jenson. Tapi sayangnya, Jenson tak peduli dengan mereka sama sekali. Terlalu lelah untuk meladeni sikap mereka yang selalu saja mengganggu waktu tenangnya.
"Akhirnya kita akan lulus bersama. Rencananya... kamu ingin kemana?"
Jenson diam, tak menjawab. Dia hanya fokus pada smartphone yang berwarna hitam itu. Tak peduli dengan ocehan Karina yang mengganggu gendang telinganya, dan itu sudah cukup membuat Karina kesal. Bibirnya bahkan sudah mengerucut.
Dengan kesal, Karina menarik smartphone hitam itu. Jenson tersentak, kemudian menatap tajam pada si pelaku. Karina ketakutan dengan wajah tak bersahabat milik Jenson itu.
"Maaf! Aku hanya tak suka dengan sikapmu yang cuek itu."
"Pergi! Aku tak ingin diganggu!"
Karina berdecak kesal. Karina selalu dimanja oleh keluarganya, sikapnya yang seperti itu sangat tak cocok untuk Jenson yang dingin. Apalagi Jenson tipe orang yang tak suka diganggu dan Karina malah membuatnya semakin marah.
Jenson menatap Rio, wajahnya masih menunjukkan raut kesal.
"Buang benda ini!"
Rio melebarkan matanya. Smartphone sebagus itu dibuang? Jenson benar-benar terlihat anti dengan perempuan, apalagi dia tak suka diganggu seperti tadi. Tapi jika saja mereka tahu, bahwa Jenson pernah menggendong Jisoo dulu, sudah pasti kampus akan heboh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story | JenSoo
FanfictionTempat penampungan Os, 2S, 3S dan Short story sebagainya.... JenSoo Always..... JenTop Empire With JiBot
