aku abis baca ulang so long dan ternyata sepanjang mereka sekolah gak pernah ada pelajaran olahraga ya? hehee jadi aku tulis aja deh sekalian ngabuburit.
btw masih ada gak yang suka baca ulang so long? aku malu banyak part yg cringe tapi yaudahlah mau diapus tp sayang😁
btw selamat membaca cerita garing ini lagi....
****
Ini hanyalah kisah di masa lalu, kisah di mana Sasuke dan Sakura akan pergi ke lapangan saat pelajaran olahraga. Kebetulan hari ini langitnya gak begitu cerah jadi banyak siswa gak mengeluh kepanasan, lumayan nyenengin sih perjalanan otw ke lapangan hari ini gak heboh kaya biasanya.
"Apa??? jangan liat-liat Sasuke, dia pacar aku," suasana yang sama sekali tak asing, bahkan sejak lama Sakura sering menunjukan gestur seperti itu, cuman beda orang yang ada disampingnya aja.
"Udah ah Ra malu," mereka berdua akan pergi ke lapangan di jam olahraga ini, selain mengancam perempuan random yang berdiri di depan mereka yang sedang berjalan Sakura pun tak lupa menggandeng lengan pacarnya, takut kalau Sasukenya menghilang.
"Kalau malu-malu nanti kamu diambil orang, emang sasuke mau diambil orang hah? Aku tuh lagi jagain kamu tau, kalau aku pegangin kan kamu gak akan diambil," lagi-lagi, hari yang dramatis akan Sasuke lalui.
"Yaudah,"
"Hehehe yaudah apa?"
"Atur sesuka kamu ajalah,"
"Nah gitu dong," Sakura semakin erat menggenggam lengan pacarnya, tersenyum lebar sambil langit yang agak suram itu.
"Oh iya itu kenapa kamu bawa tas gede banget? Kita tuh mau olahraga bukan mau camping," Sasuke baru menyadari kalau tas itu tampak berat, dengan sigap ia menarik tas itu dari punggung kurus Sakura.
"Kamu kan hari ini main bola Sas... jadi kamu pasti butuh air minum, butuh handuk, butuh snack, butuh bekal nasi, butuh coklat, butuh permen, butuh kotak p3k, butuh jimat------" hari ini memang jadwal anak laki-laki untuk bermain bola nah minggu depan giliran anak perempuan tanding volly.
"Jadi itu semua buat aku?"
"Iya, pokoknya Sasuke gak boleh sakit sedikitpun. sini tasnya.... biar aku aja yang gendong kalau Sasuke yang gendong nanti pundaknya sakit,"
"Astaga, aku tuh cuman jadi kiper gak akan kenapa-kenapa," Sasuke masih mempertahankan tas berat itu, yakali biarin Sakura bawa tas seberat ini.
"Jadi kiper malah yang paling bahaya tau, kan bolanya nanti diarahin ke kamu terus Sas,"
"Ya tapi gak perlu bawa beginian segala kali,"
"Nanti kalau Sasuke kenapa-kenapa aku pasti sedih, aku lagi gak mau sedih tau Sas, aku lagi pengen bahagia,"
"Ya siapa juga orang yang pengen sedih?"
"Ya makanya aku jagain kamu terus biar aku gak sedih," Sasuke menghela napas, Sakura selalu seperti ini tapi tetap saja Sasuke masih saja terkejut dengan tingkah-tingkahnya.
"Terserah deh,"
"Tuh kamu udah ditungguin Sas, aku duduk di sini ya bareng Ino sama Tenten," Sasuke mengangguk lalu menurunkan tas yang berat banget itu, asalnya sih Sasuke mau langsung pergi tapi dia masih terkaget-kaget melihat Sakura mengeluarkan banner atau entah spanduk bertuliskan 'SEMANGAT YAAA SASUKE, JANGAN SAMPE SAKIT' dengan ukuran yang lumayan besar. Sasuke juga langsung melihat ke arah Tenten yang tampak gundah gulana. pasti deh gadis bercepol dua itu juga akan ikut melebarkan spanduk itu sepanjang permainan bola berlangsung.
"Ra????? ini cuman pertandingan temen sekelas loh," Sasuke masih shock, please lah dia itu paling malas jadi pusat perhatian.
"Ya gapapa tau, mau yang lomba cuman dua orang juga aku bakalan support Sasuke 10000 persen,"
"Oke," Sasuke janji, kalau ada yang beginian lagi dia mau pura-pura sakit perut aja di kelas.
"Dadah Sasuke..... semangat semangat semangat,"
Sasuke menatap tanah dengan seksama sambil berjalan, ternyata ini bukan mimpi.... ini nyata.
*****
Sesuai dugaan Sakura dan Ino menjadi orang yang paling heboh di kursi penonton, padahal Sasuke cuman diem aja di lapangan karena striker-striker di depan sana melakukan tugas dengan sangat baik jadi jarang sekali ada bola yang mengarah ke gawangnya.
"Beruntung banget kamu Sas punya pacar kaya Sakura," pertandingan telah usai dengan skore imbang 0 - 0 tapi tetap saja dua orang itu masih heboh, Sasuke masih tak habis pikir.
"Hm,"
"Effortnya gak main-main, jarang loh ada cewek kaya gitu," Naruto masih saja berusaha untuk ngobrol dengan Sasuke meskipun sepertinya sang lawan bicara tampak enggan.
"Langgeng-langgeng deh kalian berdua,"
"Iya, makasih." Naruto pun beranjak pergi sambil melambaikan tangan yang tentu saja tak dibalas oleh si lelaki berhati dingin itu.
"Narutooooo jangan dekat-dekat Sasuke nanti dia bau ikan," teriak Sakura diujung sana membuat Naruto tertawa lalu tampak berlari ke arah sumber teriakan itu.
"Biariiin, biar kamu gak suka dia lagi,"
"Enak aja aku bakalan tetep suka Sasuke selamanya," Sasuke pun pergi ke tempat Sakura duduk tapi ternyata gadis itu yang pertama kali mendekatinya dengan semangat.
"Ini minumnya.... udah pake es batu loh, aku barusan ke kantin buru-buru untung aja aku yang pertama sampe kesana jadi gak ngantri deh,"
"Makasih ya,"
"Iya sama-sama Sasuke, abisin ya," benar kata Naruto, seharusnya Sasuke merasa beruntung memiliki gadis aneh ini, meskipun yaaaah kadang bikin malu tapi dia ini selalu melalukan segala sesuatu dengan maksimal, selalu tulus.
"Maaf ya aku gak menang,"
"Gapapa tau, yang penting Sasuke gak kenapa-kenapa,"
"Iya deh, nih kamu juga minum pasti aus juga kan teriak-teriak terus,"
"Gak mau,"
"Kenapa?"
"Aku mau ciuman pertama kita beneran, bukan lewat botol," sekali lagi Sasuke dibuat terkejut, udah gak terhitung hari ini dia terkejut berapa kali.
"Pasti dari Ino lagi deh,"
"Tapi bener kan? Kalau minum ditempat yang sama kaya ciuman?"
"Ke kantin yuk? aku traktir," kayanya pembahasan ini kurang etis kalau dibahas di tempat kaya gini, jadi lebih baik Sasuke alihkan saja.
"Jangan, nanti Sasuke makannya gimana kalau traktir aku?
"Aku abis gajian,'
"AAAAAA enak banget, aku jadi mau mau kerja juga deh,"
"Aku juga mau jadi anak orang kaya,"
"Yaudah ayo nikah sekarang biar kamu jadi anak mama papa aku juga,"
"Hadeeeeeh," mereka pun akhirnya pergi ke kantin, tas yang berat itu dititipkan pada Ino dan Tenten yang akan kembali ke kelas sambil nenteng es cekek.
"Ahelah jadi kita yang jadi korban tas ini," Tenten sudah malas mengeluh sebenarnya tapi cobaan idupnya kenapa banyak banget sih?
"Yaudahlah, mungkin sekarang waktunya pasangan itu buat berbahagia,"
"Mereka bahagia mulu perasaan tiap hari,"
"Hahaha iya sih bener,"
F I N.
KAMU SEDANG MEMBACA
So Long!
Fanfiction"Tahun ini ayah tidak akan mengirim satu anak khusus untuk mengajariku kan? Aku ingatkan mulai sekarang, itu tak akan berhasil," P.S : ini cerita dibuat tahun 2019, jadi kalau alurnya mirip sinetron dan alay bgt mohon maaf ya O:) © Mashashi Kishimo...
