Part 6 Kenyataan

924 36 4
                                        

Holla💃 Setelah satu Minggu nggak upload akhirnya hari ini udah up dan kali ini double up. Maaf baru up, ya kemarin lagi ada US.

 Maaf baru up, ya kemarin lagi ada US

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Via yang hendak masuk ke dalam kelas, tiba-tiba saja ditarik membuat gadis itu meronta-ronta begitu mengetahui siapa pelakunya. Ia berusaha melepaskan tarikan yang berada di pergelangan tangannya, tetapi tak ada gunanya saat menyadari kekuatannya tak sekuat dengan sang pelaku tersebut hingga napasnya kembali lega begitu dirinya dilepas meski dengan dorongan yang hampir membuatnya jatuh tersungkur.

"Munafik!"

Dirinya sempat menatap pemilik suara itu sebelum akhirnya memutuskan menunduk dalam-dalam dengan kedua tangannya yang ia remas-remas guna menghilangkan rasa takutnya.

"Sok, lemah lo!" decak Ola bersedekap dada. "Gue nggak suka orang yang gue ajak bicara nunduk. Jadi, angkat kepala lo! Atau nggak ...." Ucapan Ola seketika terhenti begitu dengan menurut Via mengangkat kepalanya membuat perlahan senyum kemenangan terbit di wajah Ola yang kali ini tampak licik.

Sesekali Via dengan sengaja mengalihkan tatapannya ke arah lain. Jika boleh jujur dirinya lebih suka menatap daun-daun yang kering dari pada harus menatap gadis di hadapannya itu yang sudah seperti malaikat pencabut nyawa.

"Gue suka lo nurut kayak gini, tapi ...." Sejenak Ola menatap Via dengan tatapan tajam mematikannya itu seraya melangkah perlahan mendekat. "Kenapa lo nggak nurut disaat gue nyuruh lo buat jauhi Esa? Kenapa? Ayo jawab!" Kini nada Ola naik satu oktaf yang tak mendapatkan sahutan dari Via yang sedari tadi tak ada keberanian membuka suara.

Disaat Ola mulai bermain kasar dengan Via pun gadis itu tetap saja diam meski rasa sakit menjalar dadanya begitu Ola mendorongnya ke belakang berkali-kali.

"Gue nggak suka cewek lemah termasuk lo!"

"Sa-lah aku apa?" Tiba-tiba saja Via melontarkan ucapannya.
Tentu saja selama ini ia tak pernah mencari masalah bahkan menghindari masalah dengan Ola, tetapi gadis itu sendiri yang datang mencarinya dengan mencari-cari kesalahannya.

"Se-lama ini aku nggak pernah jahat sama kamu. Selama ini aku coba bersabar ke kamu karena aku yakin kamu itu sebenarnya baik. Entah apa yang buat kamu bisa kayak gitu ke aku, tapi yang pasti aku nggak pernah berbuat salah sama kamu. Jadi, stop ganggu aku!" ucap Via dengan berani menatap Ola dengan kedua tangan mengepal kuat merasa sudah lelah dengan perlakuan Ola kepadanya yang seolah-olah dirinya seperti sampah yang dapat dibuang dan dipermainkan.

Tak mau menunggu respons dari Ola, Via memutuskan beranjak pergi mencuri kesempatan ketika Ola hanya terdiam. Namun, hal itu tak berhasil yang ternyata keterdiamannya Ola tak baik untuknya.

"Urusan kita belum selesai," desis Ola mencekal pergelangan tangan Via membuat sang empunya sempat menatap Ola sebelum keterkejutan menariknya begitu Ola malah mendorongnya sehingga membuatnya terduduk di atas tanah.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang